Internasional

Wuhan Bersiap Buka RS Khusus Virus Corona yang Dikerjakan Kilat 8 Hari

Bak cerita legenda Roro Jonggrang, China berkejaran dengan waktu untuk merampungkan rumah sakit pertama khusus pasien terinfeksi virus corona di kota Wuhan, provinsi Hubei, China Tengah. Hari ini, Senin (3/2/2020), rumah sakit tersebut rencananya akan dibuka, usai dikerjakan kilat selama waktu 8 hari. RS bernama Huoshenshan awalnya ditargetkan rampung dalam waktu 10 hari, dengan proses pembangunan dimulai pada hari Minggu ini (26/1) lalu.

Rumah sakit tersebut dilengkapi 1.000 tempat tidur dengan luas 25.000 meter persegi. Rumah sakit baru mengadopsi fasilitas yang sama seperti RS Sars di Xiaotangshan, Beijing, yang telah ada. Di rumah sakit ada ruang rontgen, ruang CT, unit perawatan intensif dan laboratorium serta setiap bangsal dilengkapi kamar mandi sendiri.

Serta, mempekerjakan 1.400 tenaga medis dari kalangan militer. Wakil Direktur Jenderal Departemen Informasi Kemlu China, lijian zhao, mengumumkan rumah sakit pertama untuk menangani korban virus corona rampung. "Kecepatan China. Rumah Sakit #Coronavirus berkapasitas 1.000 tempat tidur pertama di Wuhan #Houshenshan, hampir selesai. Satu hari lagi pemasangan pemasangan peralatan medis," tulis dia dalam akun Twitternya, @zlj517, Minggu (2/2).

Dalam unggahan Zhao, ia menyertakan video progres pembangunan rumah sakit yang terletak di Distrik Caidian itu. Video yang diunggah Zhao memperlihatkan konsep kontainer mendominasi bangunan Huoshenshan Hospital. RS dibangun menggunakan bahan jadi atau prefabricated material.

Panel panel terdiri dari dinding, jendela, hingga ataup sudah jadi dan tingal dirakit menjadi satu kesatuan seperti kontainer. Sebelummya, Zhao mengatakan kontraktor pembangunan rumah sakit merupakan China State Construction Engineering Corporation atau kontraktor yang sama membangun Jalan Tol Multan Sukkor, Pakistan. Diketahui, perusahaan itu berhasil membangun jalan tol sepanjang 392 kilometer sejak Agustus 2016 dan selesai pada Agustus 2019.

Serta melibatkan ahli terbaik dari seluruh penjuru kota. Per hari ini, Senin (3/2/2020), jumlah korban meninggal dunia akibat wabah virus corona di wilayah China yang mencapai 316 orang dan 17.238 orang positif terinfeksi virus berjenis 2019 nCoV itu, dengan jumlah terbanyak kematian dan kasus terbanyak berada di provinsi Hubei.

Berita Terkait

Audrey Whitlock Positif Covid-19 Pimpin Gerakan Anti Lockdown & Minta Warga Tak Karantina Mandiri

Nurofia Fauziah

Tapi Tak Pernah Berhubungan Intim Kisah Pasangan Suami Istri yang Telah 11 Tahun Menikah

Nurofia Fauziah

Suaminya Memutuskan Ubah Pemakaman jadi Resepsi Wanita Ini Meninggal Dunia Jelang Pesta Pernikahan

Nurofia Fauziah

‘Aku Akhirnya Menikah!’ Pengantin Pria Nangis di Nikahannya Sendiri Viral 7 Kali Jadi Groomsmen

Nurofia Fauziah

Terlalu Dicintai dan Tak Pernah Bertengkar, Seorang Perempuan Justru Ceraikan Suaminya

Nurofia Fauziah

Perusahaan Pembuat Mesin Gyoza Terbaik di Dunia dari Jepang Mulai Melirik Pasar Indonesia

Nurofia Fauziah

Pantai & Kafe di Eropa Dipadati Pengunjung Setelah Lockdown Covid-19 Dilonggarkan

Nurofia Fauziah

Bayi Perempuan Berusia 4 Hari Berhasil Selamat setelah Dikubur Hidup-hidup oleh Orang Tuanya

Nurofia Fauziah

Sempat Ancam hingga Korban Takut Melapor Guru Hukum Siswa Makan Sampah

Nurofia Fauziah

Kami Tak Ribut seperti Amerika Turki Tangkap Anggota Keluarga Abu Bakr al Baghdadi Erdogan

Nurofia Fauziah

Pelaku Kasus Pemerkosaan 48 Pria di Inggris Ibu Kandung Reynhard Sinaga Bocorkan Sifat sang Anak

Nurofia Fauziah

Iran Lepaskan 54 Ribu Tahanan buat Mencegah Penyebaran Virus Corona di Penjara Antisipasi Covid-19

Nurofia Fauziah

Leave a Comment