Metropolitan

Warga Kampung Duri Semanan Kalideres di Posko Pengungsian Masih Kesulitan Air Bersih

Pemandangan tak lazim hadir di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (4/1/2020). Di seluruh sisi masjid, mulai dari beranda hingga tangga tergantung pakaian pakaian basah. Rupanya masjid tersebut menjadi posko pengungsian bagi ratusan warga dari Kampung Duri Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Kampung itu terletak tepat di belakang masjid yang sangat besar dan memiliki dua lantai tersebut. Kampung Duri Semanan masih terendam air cukup tinggi, ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Warga yang terdampak banjir masing masing tengah melepas penat dengan berbaring di dalam masjid. Ada yang berbaring beralaskan tikar, karpet, kardus ataupun tanpa alas. Barang bawaan yang terlihat dibawa masing masing pengungsi juga tak terlalu banyak. Bahkan, ada pula warga yang hanya membawa pakaian yang mereka kenakan. Mereka berbaring atau duduk dengan merapat di masing masing pilar yang ada di masjid, atau berkelompok bersama masing masing keluarganya pada sudut sudut masjid.

Terkadang mereka berdiri untuk mengecek apakah pakaian yang mereka jemur di pinggir masjid telah kering. Tak hanya pengungsi, ada pula sejumlah mahasiswa Universitas Trisakti yang berada disana memberikan bantuan kesehatan. Mereka mengenakan rompi oranye. Terlihat pula petugas yang mondar mandir memindahkan bantuan sembako hingga keperluan bagi pengungsi ke setiap sudut masjid. Beberapa diantaranya tengah memindahkan kardus kardus berisikan mie instan dan air mineral.

Lasmidi (45), warga Kampung Duri Semanan yang juga mengungsi, mengatakan warga masih kesulitan mengakses air bersih. Air bersih di masjid terkadang ada, terkadang tidak. Contohnya saat tanggal 1 Januari 2020 lalu air dapat diakses. Sehari berselang tak ada. Lasmidi mengatakan air bisa diakses kembali pada tanggal 3 Januari 2020, ketika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambangi masjid tersebut. Namun, hari ini air kembali mati.

Selain itu, pria asal Semarang tersebut menilai makanan juga menjadi masalah lainnya. Menurutnya, pembagian makanan kurang merata. Ia mengatakan tak ada pencatatan dalam pembagian makanan. Terkadang, warga yang kenal lebih dekat dengan petugas yang akan lebih dahulu atau mendapatkan makanan. Dapur umum yang membagikan makanan terletak agak jauh dari lokasi masjid berada. Cukup dekat dengan jalan raya di luar masjid berada. Hal tersebut dikarenakan jalanan atau akses menuju masjid baru benar benar kering pada Jumat (3/1/2020) pagi.

"Kadang begitu, nggak merata (pembagian) makanan. Yang kenal, pasti didahulukan. Kadang (kami) tidak dapat juga," kata dia.

Berita Terkait

Optimalkan Pelayanan Publik PT. Transjakarta Renovasi 6 Halte Terdampak Aksi Mahasiswa

Nurofia Fauziah

Semprotkan Disinfeksi di 5 Wilayah Pemprov DKI Jakarta Gunakan Drone & Spray Darat

Nurofia Fauziah

Hujan Deras Disertai Petir Diprakirakan Landa Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Sore Ini

Nurofia Fauziah

Saya Khilaf Bekas Pegawai Starbucks yang Lakukan Pelecehan via CCTV Akhirnya Mengaku Menyesal

Nurofia Fauziah

Ide Beli Racun Sianida Datang dari Pasangan Selingkuh Percakapan Pembunuhan Suami Oleh Istri

Nurofia Fauziah

Warga Perumahan Batan Indah Pamulang Sempat Khawatirkan Anak-anak Ada Paparan Radioaktif

Nurofia Fauziah

Polrestro Jakarta Barat Klaim Telah Kantongi Sejumlah Poin Penting Penyebab Gedung Ambruk di Slipi

Nurofia Fauziah

Rutan Depok Usul 850 Tahanan Dapat Remisi Khusus Idul Fitri

Nurofia Fauziah

Peringati Hari Kartini, Polwan Gelar Atraksi Kolone Senjata di Arena Car Free Day

Nurofia Fauziah

Menyesatkan Soal Anggaran Komputer DKI Jakarta Rp 128 Miliar Cinta Mega Sayangkan Tagline Anthony

Nurofia Fauziah

Politikus PDIP Sindir Anies Soal Sanitasi Layak Bagi Warga Gang Sekretaris Jakarta Barat

Nurofia Fauziah

Pria di Cipayung Bakar Diri Karena Stres Bayar Cicilan Mobil & Diancam Cerai Istri

Nurofia Fauziah

Leave a Comment