Metropolitan

Turis Memilih Wanita yang Diinginkan 5 Fakta Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Puncak Bogor

Praktik prostitusi berkedok di , dibongkar Polres Bogor. Empat mucikari dua diantaranya wanita ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dalam praktinya, para mucikari menawarkan para wanita kepada untuk dijadikan istri kontrak.

Lama waktu disepakati antara si pelanggan dengan wanita yang jadi istri kontrak. Bagaimana proses di bisa terjadi? Praktik di , bermula dari banyaknya atau datang untuk berlibur ke kawasan berhawa dingin di kaki Gunung Gede dan Pangrango itu.

Lama waktu liburan para turis itu tidak sebentar. Tidak sedikit dari mereka berlibur di hingga 3 bulan lamanya. Berawal dari banyaknya itulah kemudian muncul praktik menyediakan wanita sebagai teman tidur.

Tarif disepakati antara pelanggan (turis Arab) dengan si wanita yang akan dikawinkan. Tarif akan semakin tinggi, jika wanita yang disodorkan para mucikari cantik dan usianya masih muda. Lamanya waktu tergantung waktu turis itu berlibur.

Waktu yang dilakukan turis dengan wanita lokal ditentukan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pihak yang menentukan lamanya waktu adalah si pelanggan. Bisa seminggu, sebulan bahkan sampai tiga bulan.

Setelah proses selesai, tidak ada kata cerai. Si turis pulang begitu saja ke negara asalnya. "Sesuai permintaan, minta 5 hari, karena dia stay di Puncak 5 hari, jadi selama stay di Puncak dia bayar sewanya (kawin kontrak) 5 hari," kata Kasat Reskrim Polres Bogor di Mapolres Bogor, Senin (23/12/2019) malam.

Praktik di Puncak sebenarnya modus prostitusi terselubung dilakukan sekelompok orang yang selama ini meraup rupiah dari banyaknya turis di . Praktik seperti itu sudah terjadi sejak belasan tahun lalu. Modusnya, sopir taksi yang juga merangkap sebagai mucikari menawarkan wanita kepada itu untuk dijadikan istri kontrak.

Jika si turis telah memilih seorang wanita untuk dijadikan istri kontrak, proses akan segera digelar. Di tempat yang sudah ditentukan seperti vila atau hotel di Puncak, si wanita datang dengan seorang pria yang diaku sebagai walinya. Kemudian si wali menikahkan wanita dengan .

Proses ijab kabul hanya memakan waktu sekitar 5 menit. Kapolres Bogor menjelaskan, para mucikari yang diamankankan ini di kawasan Cisarua Puncak, bermodus sebagai sopir turis wisatawan . Saat bertemu dengan turis , mereka akan menawarkan wanita wanita untuk dijadikan istri kontrak.

Lama bervariari, antara 5 hari hingga 1 bulan tergantung lama waktu turis tersebut berlibur di Indonesia. "Modus mereka sebagai sopirnya turis termasuk menawarkan kawin kontrak dan bersangkutan juga jadi walinya, jadi tanpa ada penghulu," kata AKBP Muhammad Joni dalam jumpa pers, Senin (23/12/2019) malam. Pada saat transaksi juga disepakati oleh kedua belah pihak terkait tarif hingga lama waktu yang dipilih turis tersebut.

"Tanpa ada penghulu, saat pernikahan, turis tersebut tinggal mengikuti kata kata pelaku dan tinggal bilang na'am (iya) sehingga terjadi proses ," ujar Muhammad Joni. Tarif tergantung kepada wanita yang sudah dipilih oleh turis tersebut. Misalnya disepakati misalnya Rp 7 juta selama 5 hari.

Si pria juga bebas memilih wanita yang diinginkan. AKBP Muhammad Joni menjelaskan, untuk tarif semuanya akan diserahkan kepada wanita atau korban. "Dia bawa misalkan 6, 7, bahkan 8 orang (wanita), mana yang diminati turis tersebut, maka disitulah transaksi tersebut. Setelah itu yang bersangkutan misalnya menggunakannya 5 hari, ya 5 hari tidak ada kata kata talak, langsung tinggal pulang ke negaranya masing masing," kata Muhammad Joni.

Dia menjelaskan bahwa dalam ini, dipastikan tidak ada keterlibatan amil dari KUA Kementerian Agama . Selain itu, para pelaku maupun para wanita yang terlibat ini semuanya berasal dari luar Bogor. "Sejauh ini tidak ada (keterlibatn KUA). Bisa kita pastikan bahwa amilnya bodong, penghulunya tak jelas," kata Joni.

Kasat Reskrim Polres Bogor menambahkan bahwa wanita yang dijadikan ini akan menemani turis selama berlibur di Puncak Bogor dengan menyewa vila. Lama waktu ini sesuai dengan keinginan tamu tersebut mulai dari beberapa hari hingga sampai satu bulan lamanya. Hingga kini status wanita dalam kawin kontrak ini masih diselidiki.

"Korban (wanita) masih kita pelajari, yang pasti mereka sudah melakukan itu sudah beberapa kali termasuk mantan TKI. Mereka tahu juga mau dinikahin kontrak," kata . Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 4 orang pelaku penyedia wanita untuk khusus tamu asal di Bogor berhasil ditangkap polisi. Mereka terdiri dari pelaku wanita berinisial ON dan IM serta BS dan K pelaku laki laki.

Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, . Dalam satu lokasi, pelaku ini beroperasi berpasangan meskipun mereka bukanlah suami istri. "Dari hasil lidik kita, kita tindak lanjuti dengan pengungkapan di dua TKP, yang satu tersangkanya perempuan dan laki laki, yang satu lagi juga laki laki dan perempuan," kata Kapolres Bogor .

Para pelaku ini, kata Joni, merupakan mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Timur Tengah sehingga fasih berbahasa Arab dan mengenal aksen bahasa Arab para turis Timur Tengah. Selain itu, sebanyak enam orang wanita asal Sukabumi juga turut diamankan karena jadi korban dalam bisnis haram tersebut. "Hasil keterangan tersangka, 2 orang berasal dari Sukabumi, 2 orang dari Cianjur. Sedangkan korbannya (6 orang wanita) semua dari Sukabumi," kata Joni.

Polisi juga berhasil menyita barang bukti dua unit mobil, 11 unit ponsel serta uang transaski senilai Rp 7 juta. Joni menjelaskan bahwa uang Rp 7 juta itu merupakan tarif yang berhasil diungkap antara pelaku dengan seorang turis berinisial H. "Orang kita amankan juga dengan inisial H. Ini barang bukti negosiasinya Rp 10 juta. Dilakukan negosiasi, mintanya Rp 7 juta harga deal selama sekitar 5 hari. Jadi kita kenakan UU tindak pidana perdagangan orang di UU nomor 21 tahun 2007 pasal 2 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun," ungkap Joni.

Berita Terkait

Ini Fakta di Lapangan Sejak 10-27 April 2020 Kasus Corona di Jakarta Disebut Melambat Berkat PSBB

Nurofia Fauziah

Penyebab Meninggalnya Ria Nurhayati, Pengemudi Ojek Online Korban Jambret di Traffict Light Menteng

Nurofia Fauziah

Jika Kadernya Tak Taat Instruksi Silakan Pergi Keluar dari Partai Rakernas PDIP Megawati

Nurofia Fauziah

Cerita ART di Tangerang Selatan yang Viral Jual Sembako Bansos di Medsos Demi Kirimi Uang Ibunya

Nurofia Fauziah

Prediksi Cuaca di Wilayah DKI Jakarta & Sekitarnya Hari Ini

Nurofia Fauziah

Driver Taksi Online Aniaya Dan Peras Penumpang, Pihak GO JEK Beri Penjelasan

Nurofia Fauziah

Mengawinkan Konsep Naturalisasi & Normalisasi Dua Cawagub DKI Sepakat Solusi Atasi Banjir

Nurofia Fauziah

Punya Utang Awalnya Ragu Pembunuh Sopir Taksi Online di Pulogadung Ditangkap

Nurofia Fauziah

3.869 Pelanggar PSBB di Jakarta Kena Hukuman Sapu Jalan Hingga Bersihkan Toilet

Nurofia Fauziah

Lapas Pemuda Tangerang Bina Warga Binaan dengan PKBM dan Pesantren

Nurofia Fauziah

Pria di Cipayung Bakar Diri Karena Stres Bayar Cicilan Mobil & Diancam Cerai Istri

Nurofia Fauziah

Polresta Depok Apresiasi Sistem & Teknologi Gojek Bongkar Kejahatan Order Fiktif

Nurofia Fauziah

Leave a Comment