Nasional

Tindak Lanjuti Laporan Penggelembungan Suara Caleg, Bawaslu Jakut Panggil Ketua DPD Demokrat DKI

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jakarta Utara memanggil Ketua DPD Demokrat Provinsi DKI Jakarta, Santoso terkait laporan penggelembungan suara oleh oknum caleg. Diketahui, Ketua DPC Demokrat Jakut Sulkarnaen melaporkan adanya dugaan penggelembungan suara oleh salah satu caleg ke Bawaslu. Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Jakarta Utara, Benny Sabdo mengatakan pada prinsipnya Bawaslu menerima laporan tersebut sebagai bagian dari Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi).

"Tentu laporan itu akan kita kaji apakah memenuhi syarat formil dan materil, kalau sudah memenuhi tentu kita tindak lanjuti dengan klarifikasi," ujar Benny, kepada wartawan, Jumat (17/5/2019). Oleh karenanya, Benny mengatakan Bawaslu Jakarta Utara melakukan klarifikasi dengan memanggil Santoso selaku Ketua DPD Demokrat DKI Jakarta. Namun, ternyata pemanggilan itu tidak dihadiri oleh Santoso sehingga pihak Bawaslu Jakarta Utara pun mengagendakan pemanggilan ulang kepada yang bersangkutan.

"Ya akan kita panggil ulang saja yang bersangkutan," kata Benny. Sebelumnya diberitakan, Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara, Sulkarnaen, melaporkan adanya 27 dugaan pelanggaran pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta Utara, Rabu (15/5). Salah satu laporan itu, kata Zulkarnaen, terkait dengan dugaan penggelembungan suara yang dilakukan oleh salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg).

"Ada Caleg yang mengambil atau menggelembungkan suara dan memindahkan suara, dari partai maupun para Caleg yang lain, maka ini yang saya laporkan kepada Bawaslu," ujar Sulkarnaen, kepada wartawan, Rabu (15/5/2019). Ia mencurigai adanya penggelembungan suara dan pencurian data pada saat rekapitulasi tingkat KPU Kota. Dugaannya, hal itu dilakukan secara sengaja oleh seseorang yang diduga oknum Caleg.

Sulkarnaen pun berharap 27 laporan dari pihaknya itu segera diproses oleh Bawaslu. Bawaslu Jakut sendiri disebutnya menerima laporan darinya dengan baik. Dalam kesempatan terpisah, salah satu caleg DPR RI dapil Jakarta Utara dari partai Demokrat, Krisna Murti, turut berkomentar perihal laporan dari partainya.

Krisna menilai langkah yang diambil oleh partainya sudah tepat terkait pelaporan kecurangan tersebut ke Bawaslu Jakut. Ia sendiri mengaku melihat banyak keganjilan hasil suara mulai dari hitungan C1 yang tidak sama dengan DAA1. "Lalu, suara Caleg lebih besar dari suara partai padahal mas AHY turun kampanye di Jakut," kata Krisna.

Berita Terkait

MUI Beri Penjelasan Soal Hukum Tidak Salat Jumat 3 Kali hingga Diganti Salat Zuhur saat Wabah Corona

Nurofia Fauziah

Animator & Ilustrator Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Selasa 16 Juni 2020 Vokasi Kini

Nurofia Fauziah

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka TPPO 14 ABK Kapal Long Xing 629 Dalam Sepekan

Nurofia Fauziah

Adian Diskusi soal BUMN Hingga Nasib UMKM di Masa Pandemi Dipanggil Jokowi

Nurofia Fauziah

Berawal dari Wali Murid Tak Miliki Smartphone Kisah Guru SD di Sragen Ngajar Siswa Door to Door

Nurofia Fauziah

Bentuk Tim Evakuasi dari Pertamina hingga Adi Karya BUMN Bergerak Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Nurofia Fauziah

Segera Cetak Kartu 20 Juni 2020 Hari Terakhir Pendaftaran Sabtu Cara Daftar UTBK-SBMPTN 2020

Nurofia Fauziah

PT KAI Larang Calon Penumpang kereta yang Bersuhu Tubuh Tinggi Upaya Tangkal Corona

Nurofia Fauziah

Puan Maharani Beberkan Fakta Sebenarnya Megawati Dituduh Kesumat pada SBY lalu Berimbas menuju AHY

Nurofia Fauziah

Ini Kata dr Risky Akaputra Alasan Tenaga Medis Tetap Tertular Covid-19 meski Pakai APD Lengkap

Nurofia Fauziah

Drama Dar Der Dor Gembong Narkoba di Balik Penemuan Mobil Misterius di Jember

Nurofia Fauziah

Depok Menyusul Solo yang Pertama 4 Daerah Liburkan Sekolah Dampak Corona

Nurofia Fauziah

Leave a Comment