Corona

Tembus 17 Ribu Kasus Positif 2.331 Kasus Baru dalam 4 Hari UPDATE Corona di Indonesia 16 Mei 2020

Update Corona di Indonesia, Sabtu (16/5/2020), total kasus positif kini menjadi 17.025. Dalam data yang dirilis hari ini, terdapat tambahan kasus baru sebanyak 529 kasus. Hal ini membuat angka Corona di Indonesia naik dari sebelumnya 16.496 menjadi 17.025 kasus.

Sementara jumlah pasien sembuh bertambah sebanyak 108 orang sehingga total pasien sembuh kini sebanyak 3.911 orang. Adapun jumlah kematian bertambah 13 sehingga total pasien meninggal sebanyak 1.089 orang. Dari sisi sebaran pe provinsi, kasus baru terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur yakni 184 kasus, disusul DKI Jakarta 107 kasus.

Data selengkapnya bisa Anda lihat dalam tabel di bawah ini: Dalam empat hari terakhir, kasus baru yang dilaporkan cukup naik signifikan dan lebih dari 480 kasus. Total 2.331 kasus dalam 4 hari.

Empat hari lalu atau pada 12 Mei, kasus baru dilaporkan sebanyak 484 kasus. Setelah itu, kasus baru dilaporkan yakni 689, 568 dan 490. Kasus baru sebanyak 689 pada 13 Mei bahkan menjadi rekor tertinggi kasus baru selama kasus Corona di Indonesia.

Jika dirata rata, dalam empat hari ini, terdapat kasus baru sebanyak 557 kasus per hari. Presiden Jokowi meminta agar masyarakat hidup berdampingan dengan virus Corona. Hal itu agar aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan normal.

Meski meminta masyarakat berdampingan dengan corona, Jokowi menegaskan belum berencana melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jokowi juga membantah permintaan itu sebagai bentuk sikap menyerah dalam menangani virus Corona. Berikut pernyatan terbaru Jokowi dalam keterangan pers, Jumat (15/5/2020) sebagaimana dikutip dari laman Sekretariat Kabinet:

Apakah pemerintah akan memulai pelonggaran PSBB? Belum ya, tapi kita ingin terus akan melihat angka angka, akan melihat fakta fakta di lapangan. Intinya, kita harus sangat hati hati, jangan sampai kita keliru memutuskan. Jangan sampai keliru memutuskan, tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini, kondisi yang terkena PHK (pemutusan hubungan kerja), kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi, ini harus dilihat.

Kita ingin masyarakat produktif dan tetap aman dari COVID 19. Dalam tahapan masyarakat produktif dan aman dari COVID 19, apakah masyarakat dapat beraktivitas normal kembali. Ya. Beraktivitas, ya. Dan kita memang harus berkompromi dengan COVID 19, bisa hidup berdampingan dengan COVID 19 yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan COVID 19.

Karena informasi terakhir dari WHO (World Health Organization) yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya, sekali lagi, kita harus berdampingan hidup dengan COVID 19. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif dan aman dari COVID 19.

Berdamai itu artinya kita menyerah dengan COVID 19? Ndak, enggak, enggak, enggak, bukan seperti itu. Berdampingan itu justru kita tidak menyerah tapi menyesuaikan diri.

Kita lawan keberadaan virus COVID 19 tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat, yang harus kita laksanakan, dan pemerintah akan mengatur agar kehidupan kita berangsur angsur dapat kembali berjalan normal sambil melihat dan memperhatikan fakta fakta yang terjadi di lapangan. Saya tekankan, keselamatan masyarakat tetap harus menjadi prioritas. Ini jangan dibenturkan sebagai sebuah pilihan, ini bukan dilema.

Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini, itu keniscayaan, itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru. Tapi kehidupan yang berbeda itu bukanlah kehidupan yang penuh pesimisme atau ketakutan. Kita kembali, kita kembalikan produktivitas kita dengan optimisme karena kita juga tetap menerapkan berbagai mekanisme pencegahan.

Ini penyakit berbahaya tapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asal, yang sudah berkali kali saya sampaikan, jaga jarak yang aman, kemudian cuci tangan setelah beraktivitas, pakai masker, ini penting. Jadi dalam tatanan kehidupan baru nanti, memang itu yang harus kita pegang. Jika kondisi masyarakat produktif dan aman dari COVID 19, apakah PSBB akan dicabut?

Tidak dicabut. PSBB terus tapi seperti tadi yang sudah saya sampaikan, kita harus memiliki sebuah tatanan kehidupan baru untuk bisa berdampingan dengan COVID 19. Artinya, kehidupan masyarakat berjalan.

Sekali lagi, kehidupan masyarakat berjalan tapi kita juga harus bisa menghindarkan diri dari COVID 19, dengan cara tadi, cuci tangan setelah beraktivitas, jaga jarak yang aman, dan pakai masker. Dalam tahapan masyarakat produktif dan aman dari COVID 19, apakah sektor usaha boleh dibuka? Ya, tentu saja nanti setelah diputuskan, sektor sektor usaha yang tutup, berangsur angsur bisa buka kembali.

Tentu dengan cara cara yang aman dari COVID 19 agar tidak menimbulkan risiko meledaknya wabah. Saya ambil contoh, misalnya restoran bisa mulai buka tapi isinya mungkin hanya 50 persen, jarak antarkursi diperlonggar, jarak antarmeja diperlonggar. Apakah pemerintah daerah juga mengeluh PAD (Pendapatan Asli Daerah) mereka berkurang?

Ya, kalau sekarang ini, semuanya mengeluh. Karena pasti Pendapatan Asli Daerah/PAD nya menurun drastis dan ini yang dikeluhkan oleh daerah daerah, ada yang menurun sampai separuh, ada yang menurun 30 persen. Ya karena aktivitas masyarakat juga anjlok sehingga retribusi tidak bisa dipungut.

Sekali lagi, ini relevansi dari sebuah kebijakan pasti konsekuensinya ada, yaitu income PAD turun. Tidak khawatir akan terjadi second wave (pandemi COVID 19)? Jokowi: Ya, di depan tadi kan sudah saya sampaikan bahwa kita harus tetap ketat menjaga protokol kesehatan, untuk tetap menjaga jarak, tetap mencuci tangan sehabis kegiatan, tetap memakai masker, kuncinya di situ.

(Jika pelonggaran PSBB dijalankan), bagaimana dengan evaluasinya? Ya, nanti akan dievaluasi terus setiap waktu, akan dievaluasi terus setiap waktu. Kira kira kapan tahapan masyarakat produktif dan aman dari COVID 19 dimulai?

Sekali lagi, ini akan kita putuskan setelah kita melihat fakta fakta (di) lapangan dan angka angka dari kurva positif korona, kurva sembuh, dan kurva yang meninggal (wafat).

Berita Terkait

Pembeli Antre di Kursi Plastik VIRAL Beli Sayur Terapkan Physical Distancing di Perum Anyelir Depok

Nurofia Fauziah

MUI DKI Jakarta Akui Salat Jumat Dua Gelombang Tidak Memungkinan di Indonesia

Nurofia Fauziah

617 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Update 18 Juni

Nurofia Fauziah

30 Negara dengan Kasus Terbanyak China Urutan 25 Indonesia Urutan 26 Update Corona Global 17 Juli

Nurofia Fauziah

Berikut Sebaran 43.803 Pasien Covid-19 di 34 Provinsi Sulsel Penyumbang Kasus Baru Tertinggi

Nurofia Fauziah

Begini Struktur & Tugas Komite Kebijakan yang Dibentuk Presiden Hadapi Covid-19

Nurofia Fauziah

Ini Kata Menkeu Nasib THR & Gaji ke-13 PNS Belum Jelas Wabah Corona Dipangkas atau Ditunda

Nurofia Fauziah

Legislator PAN Desak Pemerintah Publikasi Peta Persebaran Virus Corona di Indonesia

Nurofia Fauziah

Pengemudi Gunakan Jalur Tikus Kelabui Polisi Travel Gelap Membawa 4 Pemudik dari Jakarta Ditangkap

Nurofia Fauziah

Ini Jawaban Dokter Reisa Broto Asmoro Apakah Virus Corona Benar-benar Ada

Nurofia Fauziah

KSAD Perintahkan Jajarannya Cepat Rampungkan Gelombang Pertama Pembangunan Lab PCR di 15 RS TNI AD

Nurofia Fauziah

20.796 Kasus Positif & Total 1.326 Pasien Meninggal Update Corona di Indonesia 22 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Leave a Comment