Seleb

Tak Dijaga Dokter Tapi Satpol PP Nana Mirdad kisah Temannya Dituding Kabur dari Karantina Covid-19

Pesinetron Nana Mirdad memberikan klarifikasi atas pemberitaan miring yang menimpa temannya, Tony. Klarifikasi itu dibuat Nana Mirdad menyusul kabar soal Tony yang dituding kabur saat karantina Covid 19. Dalam sebuah pemberitaan, Tony dan putrinya dituding kabur saat dikarantina dan statusnya pun ODP Covid 19.

Mengetahui pemberitaan miring menimpa temannya, Nana Mirdad pun mengurai fakta sebenarnya. Dalam penjelasannya, Nana Mirdad dengan tegas menyebut bahwa Tony bukanlah seorang pasien atau ODP ( Orang dalam pengawasan). "Saya mau memberikan kronologis tentang "bapak dan anak yang kabur dari karantina" yang sedang heboh di Bali saat ini. Saya miris melihat pemberitaan media yang bilang bahwa mereka adalah pasien yang kabur. Apakah mereka kabur ? Iya. Tapi apakah mereka pasien ? sama sekali bukan, " tulis Nana Mirdad, Kamis (26/3/2020).

Lebih lanjut, Nana Mirdad pun mengurai rincian kronologi Tony dan putrinya yang dituding sebagai pasien Covid 19. Saat tiba di bandara, anak anak Tony yang baru datang dari United Kingdom pun diperiksa temperatur tubuhnya. Kala itu, salah seorang anak Tony yang bernama Isis menunjukkan temperatur tubuh normal yakni 36,3 derajat celsius.

Namun alih alih dilepas, Isis justru diminta untuk menjalani rapid test. Dari 40 penumpang, rupanya hanya Isis yang diminta untuk menjalani tes tersebut. Sementara kakak Isis, Erica diperbolehkan untuk pulang.

Tak tega meninggalkan anak remajanya sendirian, Tony pun memutuskan untuk menemani Isis menjalani pemeriksaan. Namun saat tiba di tempat karantina, Tony dan Isis diminta untuk menunggu. Sebab, alat untuk rapid test baru tiba setelah perayaan Nyepi.

"Tony menjemput anak anaknya (Isis dan Erica) yang baru tiba dari UK di airport kemarin malam.. Pada saat itu mereka berdua melalui pemeriksaan temperatur dan keduanya menunjukkan temperatur NORMAL. Pada saat itu temperatur Isis adalah 36,3 celcius. Tapi entah kenapa dari 40 penumpang yang ada di QATAR Airways malam itu hanya Isis yang dipanggil ke ruang imigrasi meskipun temperatur normal. Bahkan Erica, kakak dari Isis pun dilepas dan dibiarkan pulang. Imigrasi mengatakan kalau Isis harus menjalani tes rapid meskipun tidak ada sympton apa2. Namun mereka ngga punya alat test itu jadi mereka akan menahan Isis di karantina sampai test itu didapat.

Tony pun ikut ke tempat karantina karena ia ngga mungkin meningalkan anak peremuannya yang masih remaja sendiri. Sampai tempat karantina mereka bilang kalau alat tes itu baru akan tersedia setelah Nyepi," cerita Nana Mirdad. Lama menunggu di tempat karantina tanpa kejelasan, Tony pun akhirnya membawa anaknya, Isis untuk pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Tony langsung memanggil dokter guna memeriksa kondisi Isis.

Saat itu, pihak dokter pun langsung memberikan sertifikat sehat yang menyatakan bahwa Isis dalam kondisi yang baik. "Setelah sekian lama berada di tempat karantina, tanpa dibekali APD akhirnya Tony memutuskan untuk membawa anaknya pulang ke rumah. Sampai rumah pun mereka langsung memanggil dokter dan dokter memberikan health certificate untuk Isis, menyatakan kalau Isis sehat," ungkap Nana Mirdad. Namun beberapa saat kemudian, petugas kesehatan tiba tiba datang dan memaksa Isis untuk kembali ke tempat karantina.

Padahal kala itu, Tony sudah menunjukkan sertifikat kesehatan Isis dari dokter. "Malam itu rumah Tony didatangi oleh lebih dari 100 orang. Tony bahkan menunjukkan health certificate itu namun tidak diterima dan akhirnya mereka dipaksa untuk balik ke karantina dan melewati hari Nyepi di karantina tanpa pemeriksaan kesehatan ataupun standard APD yang seharusnya, " pungkas Nana Mirdad. Peristiwa yang menimpa Tony itu pun sampai ke telinga khalayak.

Narasi bahwa Tony dan anaknya kabur dari karantina seketika menyeruak. Padahal menurut Nana Mirdad, fakta yang terjadi sebenarnya bukan seperti isu yang beredar. Imbas dari pemberitaan tersebut, Tony dan Isis kini banyak menerima teror dari orang tak dikenal.

Sebab foto, video serta kontak pribadi mereka tersebar di masyarakat. "Darimana saya tahu kronologis ini ? Karena Tony sekeluarga adalah teman dekat saya dan Andrew. Saya sangat prihatin melihat mereka diperlakukan seperti ini dan diberitakan seakan2 mereka pasien yang melarikan diri dan pantas diasingkan masyarakat, " ungkap Nana Mirdad. Kecewa dengan tindakan yang dilakukan petugas kesehatan, Nana Mirdad pun mengurai penjelasan.

Nana Mirdad heran mengapa Isis yang tidak memiliki gejala apapun harus dikarantina. "Kenapa kita melakukan pengambilan turis yang datang secara acak di bandara ? kenapa 40 penumpang lainnya tidak dikarantina dan tidak semua dicek temperatur di bandara namun anak perempuan yang tidak menunjukkan gejala ini diambil dan dibawa ke karantina pada saat nyepi untuk ditahan sampai alat test datang ? " imbuh Nana Mirdad dalam media sosialnya. Istri Andrew White ini juga mengurai kondisi tempat karantina Tony dan Isis.

Dalam tempat karantina tersebut, Tony dan Isis tidak didampingi oleh petugas medis. Malahan diakui mereka, yang berjaga untuk mengawasi mereka adalah satpol PP. "Saat ini mereka ditahan di karantina, tanpa surat2 resmi atau paperwork apapun, tanpa informasi apa2, tanpa dokter ataupun staff medis. Hanya staff dengan jaket hujan, dan alat termometer. Dan tidak ada siapa2 di sana selain SATPOL PP.Kita sedang menghadapi pandemik bukan hidup di zona perang kan ?"

"Ini adalah tempat mereka ditaruh sekarang, tanpa pengawasan medis tanpa dokter tanpa APD, tanpa surat2 jelas. Mereka diberi nasi bungkus dan tidak diperkenankan untuk keluar sampai alat test datang " ungkap Nana Mirdad. Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari petugas bandara dan kesehatan di Bali terkait dengan kasus Tony dan putrinya, Isis yang dituding kabur dari karantina.

Berita Terkait

Ini Momen Membingungkan buat Saya Penampilan BCL di Konser Ronan Keating Istri Ashraf Sinclair

Nurofia Fauziah

Andibachtiar Yusuf Harap Masyarakat Sering Menonton di Bioskop kisah Sulitnya Produksi Film

Nurofia Fauziah

Janganlah Bangga Tapi Kamu Cuek Sama Aku Mati-matian Bela Makam Lina Sule Pada Rizky Febian

Nurofia Fauziah

Kunci Dasar Mudah Dimainkan Chord Gitar Lagu Ati Dudu Wesi – Didi Kempot feat Happy Asmara

Nurofia Fauziah

Aku Sedang Belajar Mengikhlaskan Sebuah Kepergian Mutia Ayu Tulis Kalimat Penyemangat

Nurofia Fauziah

Putri Sulung Wulan Guritno Rencana Pulang menuju Indonesia Bulan Juni Kelar Studi di Inggris

Nurofia Fauziah

Cocok buat Melamar Pujaan Hati Chord Gitar dan Lirik Lagu You Are My Everything Glenn Fredly

Nurofia Fauziah

Aku Sayang Sayang Kamu Sepenuh Hati Chord Gitar & Lirik Lagu Cemburu Mantanmu – Ayu Ting Ting

Nurofia Fauziah

Maia Estianty Sebut Sudah Go Public Luna Maya Makan Bareng Ryochin di London

Nurofia Fauziah

Ya Allah Raffi Ahmad Ingin Tukar Mobil Peninggalan Almarhum Ayah dengan Mobil Tua Nagita Usap Dada

Nurofia Fauziah

Dewa Budjana Lihat Situasi Ragu-ragu Hadir di Pemakaman Andy Ayunir karena Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

UPDATE Kasus Narkoba Jefri Nichol, Masih Direhabilitasi, Berkasnya Dilimpahkan Polisi ke Kejaksaan

Nurofia Fauziah

Leave a Comment