Nasional

Sukmawati Sudah Offside Umat Islam Agar Tahan Emosi Ustadz Yusuf Mansyur

Ustadz Yusuf Mansyur ikut angkat bicara soal polemik dugaan adanya penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri ketika dirinya menjadi pembicara dalam acara diskusi. Menurut Yusuf, adik Megawati Soekarnoputri itu telah memberikan pernyataan yang 'offside'. Dia mengatakan, seharusnya Sukmawati tidak membuat narasi perbandingan antara jasa nabi Muhammad SAW dengan Soekarno. Hal itu justru menimbulkan salah persepsi dikalangan umat Islam. "Harusnya kan kemudian tidak dibawa kepada itu. Jadi jangan begitu narasinya, kalau begitu menyebabkan nanti timbul persepsi yang memang negatif dari umat bahwa izin Allah SWT beliau seperti memang menghina nabi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ustadz Yusuf Mansyur bercerita mengenai sejarah pergerakan jihad Islam dalam rencana memerdekakan Indonesia. Ketika itu, ulama yang dikomandoi oleh Kyai Hasyim Asy'ari membakar semangat jihadis untuk melawan para penjajah. "Gak boleh membesarkan yang satu mengecilkan yang lain, kan gak boleh. Ini menarik, mudah mudahan polemik ini jadi Rahmat, ilmu buat banyak orang. Terutama buat nabi Muhammad, mana ini bulannya dia, bulan maulid kan," tuturnya. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk berhati hati memberikan suatu pernyataan di hadapan publik. Sebaliknya, ia juga meminta seluruh umat untuk tidak terpancing untuk marah.

"Memang perkara ini memang perkara yang mesti hati hati ya. Kita salah salah ngomong jg tidak mungkin tidak membangkitkan amarah dari umat yang memang merasa nabi yang dicintainya kok dipandang atau dibanding bandingkan dengan almarhum insinyur Soekarno," terangnya. "Siapa juga yang rela dan ridho? Cuma kan kita umat yang tidak boleh cepet marah juga. Kita umat yang tidak boleh cepet emosi. Jadi kita mesti melihat ini sebagai ruang memberi informasi, mengajar, berbaik sangka dan kemudian memberikan contoh dan kemudian memberikan juga pengetahuan tentang nabi kita," tutupnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Sukmawati dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh organisasi masyarakat Forum Pemuda Islam Bima, Sabtu (16/11/2019).

Laporan terhadap Sukmawati itu dilayangkan atas nama Imron Abidin yang mewakili Forum Pemuda Islam Bima. Kuasa hukum pelapor Dedi Junaedi mengatakan, Sukmawati dilaporkan karena pernyataannya di salah satu forum diskusi. "Ibu Sukmawati kan sedang mengadakan forum diskusi masalah radikalisme dan terorisme. Nah, ini beliau menyampaikan beberapa poin yang menurut kami perbuatan penistaan terhadap agama Islam," ujar Dedi ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

"Kami ini keberatan terhadap pernyataan Ibu Sukma dalam diskusi tertanggal 11 November 2019 itu yang beredar lewat video di Youtube" lanjut dia. Pernyataan Sukmawati yang dilaporkan, yakni ketika Sukmawati membandingkan kitab suci Alquran dengan Pancasila. Selain itu, Sukmawati juga membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Dedi menyebut, pernyataan Sukmawati itu diduga telah melanggar pasal 156 a Jo pasal 28 ayat (2) terkait penodaan agama. "Kami telah menyerahkan barang bukti berupa satu buah CD berisi video serta empat lembar print out screenshot," lanjut Dedi. Meski demikian, Dedi menyebut, saat ini surat Laporan Polisi (LP) belum dapat dikeluarkan.

"Intinya laporan kita sudah diterima di bagian pidana umum, hanya saja nomor laporan belum bisa keluar," tutur Dedi. Dedi mengklaim, pejabat yang berwenang membuat LP sedang tidak berada di ruangan Piket Siaga Bareskrim. "Mereka belum bisa keluarkan karena yang memberikan nomor laporan itu sedang tidak ada di tempat. Polisi menyatakan minta maaf, " tutur dia.

Dedi mengatakan, laporan polisi akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Menurut Dedi, laporan yang disayangkan pihaknya berebeda dengan laporan terhadap Sukmawati ke Polda Metro Jaya. "Ini berbeda. Kami mewakiki Forum Pemuda Islam Bima, " ujar dia.

Penggalan Pernyataan Sukmawati Saat Menyinggung Soal Jasa Nabi Muhammad SAW dan Bung Karno Dalam diskusi tersebut, Sukmawati diundang berbicara dengan empat tokoh lainnya yang berasal dari BNPT, NU hingga Polri. Adapun acara tersebut diselenggarakan dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Berikut penggalan pernyataan Sukmawati:

'Di dalam perjuangan membangun bangsa dan negara bangsa Indonesia ini. Say dari kecil umur 6 tahun, saya menjadi saksi hidup di umur 6 tahun, saya menyinggung soal terorisme. Saksi hidup mulainya adanya terorisme Bung Karno (saat itu) diundang satu sekolah oleh perguruan Cikini untuk membuka bazar. Bazar sudah siap sedia untuk menyambut presiden datang. Presiden itu turun dari mobil, anak anak sekolah, guru dan lain sebagainya begitu turun (ada ledakan). Mereka itu islam sempit pikiran yang hanya melihat paling mulia adalah yang mulia nabi Muhammad dan hanya boleh Alquran dan hadis. Lain pengetahuan, lain ilmu atau apa itu kafir, toghut. Jadi mereka itu dalam tulisannya bendera atau bendara dibawah bendera revolusi. Kalau mereka itu mereka yang Islam sempit pikiran, yang kelompoknya bung Karno menyebutnya takfiri, mereka itu royal atau mengumbar ngumbar selalu ngomongnya kafar kafir kafar kafir.

Omongan saya ini pro tulisannya menkopolhukam yang baru, pak mahfud. Tapi sama juga omongannya kafar kafir kafar kafir. Apa apaan sih ini. Jadi pada zaman Bung Karno, kelompok sempit pikiran itu sudah ada, sampai saya nenek nenek masih ada. Jadi oh ini loh yang dimaksud pemimpin saya atau bapak saya ya bung Karno, kelompok sempit pikiran yang suka royal dengan kata kata kafar kafir kafar kafir. (Bedanya) dulu bukan bom tapi dulu granat tapi mereka modus operandinya suka sama bom. Kalau untuk merekrut yang namanya hijrah kek atau calon radikalis, katanya infonya, itu ditanya mana lebih bagus Pancasila sama Alquran. Sekarang saya mau tanya, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad atau insinyur Soekarno? untuk kemerdekaan Indonesia. Saya mau tanya, jangan perempuan, kan kaum radikalisme kebanyakan laki laki ya.

Ketika itu salah mahasiswa UIN, Jakarta bernama Maulana berusaha menjawab. "Memang benar pada saat awal abad ke 20 itu yang berjuang adalah insinyur Soekarno..," kata Maulana Belum sempat melanjutkan, Sukmawati langsung memberhentikan pernyataan mahasiswa tersebut.

"Oke, setop. Hanya itu yang Ibu mau tanya," potongnya. Sukmawati kemudian meminta audiens lain untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ia pun meminta salah satu mahasiswa asal Papua. Mahasiswa terbut malah menjawab 'Soeharto' dan seluruh audiens yang hadir pun tertawa. Ia pun kemudian melanjutkan kalimat penutupnya.

Memangnya kita tidak boleh menghargai, menghormati, orang orang mulia di awal awal atau di abad modern. apakah yang selalu menjadi suri tauladan itu hanya nabi nabi? Ya oke nabi nabi, tapi perjalanan sejarah seperti revolusi industri, apakah kita tidak boleh menghargai seperti Thomas Jefferson, Thomas Alfaedison. Orang orang mulia untuk kesejahteraan manusia. hitung saya pikir pikir Anda tidak benar kalau untuk tidak menghargai dan menghormati mereka mereka yang berbudi mulia.'

Berita Terkait

8.406 Sembuh 1.698 Meninggal DATA TERKINI Pasien Positif Corona Bertambah 684 Menjadi 28.233 Orang

Nurofia Fauziah

Cek Nama Anda Disini! BIN Rilis Nama-Nama yang Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2019

Nurofia Fauziah

FSGI Minta KPK ‘Pelototi’ Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nurofia Fauziah

Belajar dari Rumah TVRI SMA/SMK Jawaban Soal Koordinat Titik Balik Minimum Fungsi y = x²-4x+3

Nurofia Fauziah

Jokowi Mengaku 4,5 Tahun Dituduh PKI Tapi Diam Saja Karena Tak Mau Ikut Ikutan Menghujat

Nurofia Fauziah

Prajurit TNI AD Kapten Cpn Vira Yudha Korban Kecelakaan Helikopter MI-17 Meninggal BREAKING NEWS

Nurofia Fauziah

Anak Buah John Kei Positif Narkoba Nus Kei Sempat Beri Pesan Update Kasus Penyerangan di Tangerang

Nurofia Fauziah

Hujan Lebat di Banda Aceh & Bengkulu Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota di Besok Kamis 5 Maret 2020

Nurofia Fauziah

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia! Kumpulan Ucapan HUT ke-75 RI yang Mengena di Hati dari Para Tokoh

Nurofia Fauziah

Jaksa Pinangki Tolak Diperiksa Bareskrim Polri

Nurofia Fauziah

Kini Andalkan Kartu PraKerja 162.416 Pekerja / Buruh Jadi Korban PHK Imbas Corona di Indonesia

Nurofia Fauziah

Hujan Petir di Pangkal Pinang Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota di Indonesia Kamis 2 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Leave a Comment