Pendidikan

SMAN 13 Medan Apresiasi Juknis Kemendikbud Soal Penggunaan Dana BOS di Tengah Pandemi Covid-19

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan penyesuaian petunjuk teknis (juknis) penggunaan BOS Reguler yang diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 19 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler. Dalam juknis tersebut, Kemendikbud memperbolehkan satuan pendidikan menggunakan dana BOS untuk pembelian pulsa atau paket data bagi pendidik dan peserta didik. Selain itu, dana BOS juga dapat digunakan untuk pembelian cairan atau sabun pembersih tangan, cairan pembasmi kuman (disinfektan), masker, maupun penunjang kebersihan lainnya.

Menanggapi juknis tersebut, Kepala Sekolah SMAN 13 Medan Mukhlis menilai kebijakan ini sangat baik karena dapat digunakan untuk membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar dari jarak jauh. Selama ini SMAN 13 Medan melakukan belajar daring menggunakan aplikasi Google Classroom. "Saya pikir cukup bagus karena paket data itu bisa diberikan ke guru, juga bisa diberikan ke siswa terutama siswa yang tidak mampu. Saya pikir cukup bagus karena bisa dibayar untuk guru honorer kemudian bisa dipakai untuk pegawai honorer," ucap Mukhlis.

Mukhlis menilai kebijakan ini juga sangat efektif untuk membantu sekolah dalam langkah pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan sekolah. "Kemudian keperluan keperluan seperti alat kebersihan, cairan untuk Covid 19. Dengan situasi sekarang ini lebih baik," tutur Mukhlis. Mukhlis mengatakan untuk pencairan dana BOS tahap kedua, pihaknya telah menyiapkan penggunaannya untuk membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh.

Pengalokasian dana BOS untuk pembelian paket data kepada siswa dikhususkan untuk yang tidak mampu. Mukhlis mengatakan pihaknya memprioritaskan kepada siswa yang masuk melalui jalur rawan melanjutkan pendidikan (RMP). "Kalau seperti SMAN 13, kalau kita berikan untuk siswa semua yang mampu dengan tidak mampu itu habis dana BOS di situ semua. Jadi kami pilih lah yang dulu dia masuk melalui RMP itu kita wajibkan untuk kita pertimbangkan hal hal yang lain," ungkap Mukhlis.

Mukhlis mengungkapkan di SMAN 13 Medan jumlah siswa kelas 10 dan 11 yang tidak mampu mencapai 100 orang dari total 800 siswa. Seperti diketahui, ketentuan penggunaan dana BOS Reguler serta BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan ini berlaku mulai bulan April 2020 sampai dengan dicabutnya penetapan status kedaruratan kesehatan masyarakat Covid 19 oleh pemerintah pusat. Kemendikbud telah mengimbau agar satuan pendidikan penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggara (BOP) PAUD dan Pendidikan Kesetaraan segera melakukan penyesuaian Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

Berita Terkait

Soal & Jawaban TVRI 23 Juli 2020 Tugas SD Kelas 1-3 & Kelas 4-6 SD Belajar dari Rumah

Nurofia Fauziah

Cara Pendaftaran SBMPTN 2019 di sbmptn.ltmpt.ac.id Lengkap dengan Cetak Kartu Peserta yang Benar

Nurofia Fauziah

Komitmen UNTAR Membangun Pendidikan Indonesia

Nurofia Fauziah

Langkah Awal Menuju Kampus Impian Try Out Masuk Kampus Chapter Bandung

Nurofia Fauziah

Tim FEB UNS Solo Latih Anak-anak Panti Muhammadiyah Sukoharjo Budidaya Sayur Sistem Hidroponik

Nurofia Fauziah

Begini Penentu Kelulusan RESMI! UN 2020 SD-SMA Ditiadakan Karena Wabah Corona

Nurofia Fauziah

Siswa MAN 2 Malang capai Rp 200 Juta dari Lotte Beasiswa Juara 2019

Nurofia Fauziah

JAWABAN & SOAL TVRI 11 Agustus 2020 SMP Belajar dari Rumah Benarkah Pendapat Nanik

Nurofia Fauziah

Gubernur Anies Pastikan Sekolah Terdampak Banjir Bisa Jalankan Aktivitas Belajar Mengajar

Nurofia Fauziah

UN Akan Dipercepat Saat Siswa di Kelas 8 dan 11 Mendikbud

Nurofia Fauziah

Pesan Mahfud MD di Munas IKA UII

Nurofia Fauziah

Tema 2 Subtema 2 – Selalu Berhemat Energi (Halaman 51-55) Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4

Nurofia Fauziah

Leave a Comment