Nasional

Singgung Wartawan sambil Lihat Sekitarnya Prabowo Subianto Sampaikan Kelemahan Pertahanan Indonesia

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sempat menyinggung wartawan dalam Rapat Perdana dengan anggota Komisi I DPR pada Senin (11/11/2019). Prabowo Subianto menyinggung wartawan terkait keadaan pertahanan bangsa Indonesia saat ini. Mulanya, Prabowo Subianto ingin menjelaskan visi dan misinya sebagai Menteri Pertahanan.

Namun, visi dan misi itu harus seuai dengan visi dan misi Undang undang Dasar 1945. "Tentunya semua bertumpu pada pemahaman kita kepada tujuan negara yang pertama dan menurut saya dan yang sangat penting sesuai amanah Undang undang Dasar 1945," jelas Prabowo. Satu di antara visi Undang undang Dasar 1945 yakni melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

"Tujuan pertama negara adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia," lanjutnya. Sehingga, menteri berpangkat Letnan Jenderal ini menilai bahwa bidang pertahanan tidak boleh dianggap remeh. "Karena itu pertahanan keamanan negara tidak boleh dianggap sebagai sesuatu tambahan atau suatu adendum atau sesuatu keikutsertaan," jelas Prabowo.

Lantas, ia turut menyinggung bahwa bukan hanya masalah pembangunan negara saja yang penting. Namun, pertahanan wilayah Indonesia juga demikian pentingnya. "Ini adalah tujuan negara yang pertama, kita boleh membangun infrastruktur yang banyak yang hebat tetapi kalau kita tidak mampu menjaga wilayah laut kita, udara kita, darat, saya kira kita akan hilang kedaulatan kita dan kemampuan kita bertahan sebagai suatu negara," ungkap dia.

Ia mengungkapkan bahwa masalah pertahanan itu adalah tangungg jawab segenap bangsa Indonesia. "Dan terus terang saja pertahanan kita selama ini selama sejarah dan saya kira sampai saat sekarang berlaku dan mungkin kita akan teruskan adalah bahwa petahanan kita dan menggunakan pertahanan rakyat semesta," jelas dia. Pada kesempatan itu, Prabowo mulai menyinggung keberadaan wartawan yang turut hadir meliput rapat.

"Jadi saudara saudara banyak wartawan ini kita tidak usah apa terlalu istilahnya membuka diri dan memahami," katanya. Saat mengatakan hal tersebut, terlihat Prabowo sambil melihat sekitarnya. Prabowo mengatakan bahwa Indonesia ketinggalan dalam ketersediaan teknologi pertahanan Indonesia.

"Bahwa mungkin saat ini secara teknologi kita mungkin tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain," ucap dia. "Tetapi pertahanan kita yang berdasarkan pemikiran, konsep pertahanan rakyat semesta, perang yang kalau terpaksa kita terlibat di dalam perang, perang yang akan kita laksanakan adalah perang rakyat semesta," sambung Prabowo. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjalani rapat perdana dengan Komisi I DPR RI, di Gedung Senayan Jakarta, Senin (11/11/2019).

Dalam rapat tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan visi misinya sebagai Menhan. Namun, saat selesai menyampaikan pemaparannya, rapat diwarnai interupsi dari anggota yang hadir. "Baik, terima kasih Pak Menhan, perlindungan bagi segenap bangsa Indonesia yang tadi bapak sampaikan bukan lah hal yang mudah, memberikan rasa aman pada seluruh warga adalah tugas yang tidak mudah," terang Meutya.

"Namun paparan Pak Menhan paling tidak bagi kita yang berada di ruangan ini dan mendengarkan mudah mudahan saya tidak salah kalau mengatakan bapak membawa harapan baru bagi perbaikan perbaikan, PR PR (Pekerjaan rumah) yang selama ini ada dalam sistem pertahanan kita." Namun, seusai Meutya menyampaikan apresiasi, anggota Komisi 1 DPR RI Fraksi PDIP, Effendi Simbolon memberikan interupsi. "Pimpinan, interupsi," ucap Effendi.

"Silakan singkat Pak Effendi ya," kata Meutya. Dalam interupsinya, Effendi meminta Prabowo memaparkan anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan visi dan misi sebagai Menhan RI. "Saya ingin meminta sekaligus dipaparkan karena di sini ada dukungan anggaran, tadi saudara Menhan tidak menyinggung," ucap Effendi.

"Hanya visi misi dan itu masih visisoner, dukungan anggaranya seperti apa? Karena di sini ada, tolong disampaikan jadi ini menjadi bahasan rapat kita pagi ini." Prabowo pun berusaha menangapi permintaan Effendi tersebut. "Saya, itu termasuk," ucap Prabowo.

Namun, belum selesai menjawab, ucapan Prabowo dipotong oleh Syaifullah Tamliha, anggota DPR RI Fraksi PPP. "Pimpinan pimpinan," ucap Tamliha menginterupsi. "Pak Menhan tahan sebentar, Pak Tamliha silakan," ucap Meutya.

Menurut Tamliha, sebaiknya pembicaraan mengenai anggarakan diselenggarakan secara tertutup. "Sesuai dengan kespakatan rapat pimpinan kapoksi (ketua kelompok komisi) untuk hal anggaran nantinya dalam sesi yang tertutup, terimakasih," terang Tamliha. Mendengar pernyataan tersebut, Prabowo lantas memberikan tanggapannya.

"Saya kira demikian, saya katakan mengenai hal yang rinci yang bersifat teknis dan anggaran saya mohon tertutup, kita akan sampaikan, kita akan bahas," ucap Prabowo. "Terima kasih Pak Menhan," ucap Meutya. Namun, Effendi kembali menyampaikan interupsi.

Menurutnya, terkait anggaran dapat disampaikan dalam rapat terbuka. "Tapi ininya terbuka, bagaimana mau tertutup?," ucap Effendi. Ia lantas memberikan kritikan kepada Prabowo.

"Sebentar, Menhan itu lazimnya menyampaikan apa yang menjadi program kerjanya termasuk dukungan anggarannya bahwa nanti misalnya kita ingin bahas ini tertutup ya ini kesepakatan kita, tapi di bahan ini sudah terbuka saudara Menhan," ucap Effendi. Namun, Prabowo menyebut soal anggaran tersebut akan ia bahas secara terbuka tapi hanya dengan anggota Komisi 1 DPR RI. "Terbuka kepada komisi 1 tetapi kita tidak terbuka kepada umum," ucap Prabowo

Berita Terkait

Belajar dari Rumah TVRI SMA/SMK Jawaban Soal Koordinat Titik Balik Minimum Fungsi y = x²-4x+3

Nurofia Fauziah

Wilayah Jabodetabek Hujan Lebat hingga Angin BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin 8 Juni 2020

Nurofia Fauziah

Ini Klarifikasi Guru SD di Sukabumi yang Dituding Sebagai Perekam Pemuda Ancam Penggal Jokowi

Nurofia Fauziah

Jokowi Minta Pembangunan Rumah Terdampak Gempa di Maluku Seperti di NTB

Nurofia Fauziah

Penampakan Rumah yang Diduga Jadi Lokasi Persembunyian Nurhadi Saat Ditangkap KPK

Nurofia Fauziah

Perhatikan Cara Ambil Foto Portrait Bukan Landscape Panduan Swafoto buat Daftar Kartu Pra Kerja

Nurofia Fauziah

Kader Hanura Marah Tidak Dapat Jatah Menteri

Nurofia Fauziah

Amnesty Internasional Desak Pemerintah Cabut Larangan LGBT Daftar CPNS

Nurofia Fauziah

Hilang Fungsi Etika DPR Jika RUU Cipta Kerja Dibahas Saat Pandemi Corona Wasekjen Demokrat

Nurofia Fauziah

Janji Kapolri Baru Novel Baswedan Pesimis Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Penyidik KPK

Nurofia Fauziah

Begini Nasib Mereka Sekarang 2 Preman di Depok Peras Sopir Angkot Lalu Videonya Viral

Nurofia Fauziah

Leave a Comment