Nasional

Singgung Nama Karni Ilyas Rocky Gerung Ungkap Jawaban Mengapa Tidak Pernah Muncul Lagi di ILC

Dapat banyak pertanyaan, Rocky Gerung akhirnya mengurai jawaban soal kenapa dirinya jarang muncul di acara Indonesia Lawyers Club (ILC). Menurut Rocky Gerung ia tidak tahu apa alasan ILC yang kini jarang mengundang dirinya untuk hadir di acara tersebut lagi. Satu di antara pertanyaan tersebut yakni soal kemunculannya di ILC yang belakangan ini jarang terlihat.

Sebelumnya, ia mendapat kritik dari netizen yang menganggap Rocky Gerung tukang nyinyir. "Oke ini ada pertanyaan yang sangat cerdas ; yang galau itu bukan Surya Paloh.. yg jelas yg stres itu TG digadang gadang jadi menteri Prabowo ga jadi. Makanya mulutnya nyinyir melulu. Mestinya si RG itu berenti mulutnya soalnya kacau balau, udh selesai pemilu. Mentri disebut nyi blorong atau nyi roro kidul… Si RG jurig jarian," kata Rocky Gerung membacakan komentar tersebut. Kemudian Rocky Gerung pun langsung menanggapi komentar tersebut.

Menurutnya ia tidak peduli dengan kabinet pemerintahan. "Karena dari awal saya hanya mau memberi kritik, tapi saya juga sudah jadi anggota kabinet, namanya kabinet manusia merdeka di bawah pimpinan teman saya Said Didu," ujarnya sambil tertawa. Pertanyaan selanjutnya yakni soal kemunculannya yang jarang terlihat di ILC.

"Om Rocky kenapa gak pernah nongol di ILC?? Om Rocky nya sibuk atau ada pencegahan agar om Rocky tidak hadir dalam diskusi di ILC!?," kata Rocky Gerung membacakan pertanyaan dari netizennya. Kemudian Rocky Gerung pun tampak tertawa membaca pertanyaan tersebut.

Menurutnya, itu bukan pertama kalinya Rocky Gerung mendapat pertanyaan serupa. "Ya banyak orang yang bertanya itu, dan jangan tanya ke saya itu, karena saya hanya diundang, silahkan tanya pada Pak Karni Ilyas," katanya sambil tersenyum. Kemudian pada pertanyaan ketiga, ada netizen yang menunggu Rocky Gerung terjun ke dunia politik.

"Ini ada pertanyaan menarik, nunggu Rocky turun langsung ke dunia politik, dari Zulian Wahyudi," katanya membacakan pertanyaan. Kemudian Rocky Gerung memberikan jawaban di mana dirinya belum tertarik untuk itu. "Dunia politik itu ada yang di darat, ada yang di angkasa, saya memilih di angkasa untuk menilai politik, jadi tidak perlu turun langsung, karena menilai dari angkasa semacam helikopter view, juga bisa menemukan di mana sebetulnya kekacauan politik terjadi," jelas Rocky Gerung.

Ia pun mengatakan kalau dirinya lebih memilih melihat politik dari mata elang. "Nah orang yang ada di atas itu semacam elang, elang itu karena dia di atas dia bisa melihat membedakan mana gerak ular mana gerak kodok di semak semak, jadi dengan mata elang saya memilih untuk menilai politik dari angkasa, Satu waktu kita ketemu di darat ya, terimakasih," tuturnya. Pengamat politikRocky Gerungmenanggapi masuknya Ketua Umum Partai Gerindra,Prabowo Subiantoke Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sedangkan sebagaimana diketahuiPrabowo Subiantomerupakan rival Jokowi sejak 2014. Hal itu diketahui melalui video channel YouTubeRocky Gerung Officialpada Jumat (1/11/2019). Awalnya,Rocky Gerungmenilai Prabowo memiliki kualifikasi teknis yang pas sebagai Menteri Pertahanan.

Namun, lanjutnya, hal ini menimbulkan spekulasi politik di masyarakat yang menyebutkan Prabowo akan mengambil alih kekuasaan. Dijelaskan Rocky, hal ini tidak mungkin karena jika benar terjadi maka orang pertama yang akan di reshuffle adalah Prabowo. "Apapun yang dilakukan Prabowo di dalam, tetap dia adalah pembantu presiden. Hanya itu," jelasRocky Gerung.

Rocky menjelaskan, terlalu berlebihan jika Prabowo dianggap sebagai tokoh oposisi atau tokoh alternatif di dalam kabinet. Rocky Gerung mengakui bahwa orang orangPrabowo Subiantomerupakan sosok yang yang cukup menonjol dibanding menteri menteri lain. Namun, ungkapnya, hal itu hanya dalam sisi kepopuleranPrabowo Subiantosaja.

MenurutRocky Gerung, tidak akan ada kuasa yang berlebih dari jajaran menteri Jokowi, termasukPrabowo Subianto. "(Status Prabowo) sama (dengan menteri lain, yaitu sebagai) pembantu presiden. Cuma orang merasa dia bahwa lebih bercahaya di publik. Karena apa? Ya karena penampilan pribadi. Bukan karena kekuasaan yang berlebih," kataRocky Gerung. Meski demikian, pria asal Manado itu menilaiPrabowo Subiantoakan menjadi seperti perdana menteri.

"jadi ya kalau dibilang dia jadi perdana menteri ya karena dia lebih fasih mengucapkan pikiran rezim misalnya, atau membaca pikiran Jokowi lebih awal, atau membaca pikiran publik. Prabowo punya keahlian itu," jelasnya. "Jadi dia akan menjadi perdana menteri dari pers. Bukan perdana menteri dari Jokowi," lanjutRocky Gerung. Lebih lanjut,Rocky Gerungmenilai, tidak adaperubahan signifikan dalam kabinet Jokowi dengan masuknyaPrabowo Subianto.

"Enggak ada yang signifikan. Karena keputusannya pasti keputusan sidang kabinet kan." "Jadi apapun yang diusulkan oleh Prabowo, kalkulasi ekonominya akan diperiksa oleh Menteri Keuangan,sehatenggak secara anggaran," lanjutnya. Misalnya sajaPrabowo Subiantoakan mendatangkan alat tempur seperti yang diisukan mungkin hal itu juga tak begitu saja terjadi.

Pasalnya, APBN Kementerian Pertahanan juga terbatas. "Anggaran proposal pertahanan yang sekarang diagungkan publik bahwa ada usulan untuk mendatangkan beberapa alat tempur mutakhir. Ya boleh saja tapi APBN kan ada batasnya," ujarRocky Gerung. (*)

Berita Terkait

9 Wilayah Waspada Potensi Hujan Lebat Peringatan Dini BMKG Sabtu 16 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Jokowi Tidak Kesusahan Cari Menteri

Nurofia Fauziah

Kisah Mahfud MD Jadi Saksi Nikahan Anak Sujiwo Tejo: Mahar Hampir Diutang hingga Ditegur Penghulu

Nurofia Fauziah

Warna-warni Pisang Ijo Jadwal TVRI Belajar dari Rumah SMA Blogger Putih Abu-abu Kamis 28 Mei

Nurofia Fauziah

Ini Kata dr Risky Akaputra Alasan Tenaga Medis Tetap Tertular Covid-19 meski Pakai APD Lengkap

Nurofia Fauziah

Kemen PPPA Gelar Penghargaan Inovasi Perempuan dan Anak, Pendaftaran Gratis

Nurofia Fauziah

Tokoh-tokoh Indonesia SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah buat SMP

Nurofia Fauziah

Terima Suap 5,6 Miliar, Bupati Bengkalis Amril Mukminin Jadi Tersangka KPK

Nurofia Fauziah

Bodoh Jika Kita Tinggalkan Jokowi Diisukan Jadi Oposisi Nasdem

Nurofia Fauziah

Isu Geng Solo Tidak Usah Direspon Kontroversi Irjen Nana Jadi Kapolda Metro Pengamat

Nurofia Fauziah

75 WNI di Mesir yang Dipulangkan KBRI Kairo Sebagian Besar Para Peserta Kursus Bahasa Arab

Nurofia Fauziah

Jokowi Tetap Hadiri Video Conference Terkait Penanganan Covid-19 dari Istana Bogor Nanti Malam

Nurofia Fauziah

Leave a Comment