Nasional

Siapkan & Lengkapi ketentuan Ini Agar Rencana Naik Pesawat Tak Ditolak Petugas

Anda mendadak harus pergi menggunakan pesawat terbang dalam waktu dekat? Meski tak mudah, Anda terlebih dulu harus melengkapi syarat syarat agar tetap bisa terbang tanpa ditolak saat sudah tiba di bandara. PT Angkasa Pura II (AP II) menyebut, tidak semua calon penumpang pesawat, meski sudah mengantongi tiket dapat terbang dari bandara.

Sebagai bukti, lebih dari 100 calon penumpang pesawat ditolak karena membawa dokumen tidak valid serta surat rapid test atau polymerase chain reaction alias PCR kedaluwarsa. Lantas, apa saja syarat agar rencana perjalanan Anda tidak gagal? Anda bisa melihat syarat syarat tersebut dalam Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

Dalam surat itu disebutkan, ada orang orang yang tetap boleh melakukan perjalanan keluar atau masuk wilayah batas negara dan/atau batas wilayah administrasi, baik dengan dengan kendaraan pribadi atau sarana transportasi umum yang ada di seluruh Indonesia. Kriteritanya, pertama, Anda bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan pelayanan percepatan penanganan Covid 19, pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayananan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pedukung layanan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar dan pelayanan fungsi ekonomi penting. Kedua, Anda mengalami musibah dan kemalangan seperti meninggal dan ada keluarga yang sakit keras.

Ketiga, Anda adalah repatriasi Pekerja Migran Indonesia (PMI), warga negara Indonesia, dan pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meski begitu, sejumlah persyaratan harus Anda penuhi jika akan melakukan perjalanan yakni: • Calon penumpang harus membawa seluruh dokumen yang disyaratkan serta mengecek masa berlaku dokumen, yakni surat perjalanan dinas untuk mereka yang bekerja pada lembaga pemerintah/swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan corona atau Covid 19.

Surat izin harus ditandatangani atasan, minimal setara dengan eselon 2, kepala kantor Untuk wirausaha yang tidak memiliki instansi harus membuat surat pernyataan bermaterai dan harus diketahui kepala desa atau lurah. • Anda bisa pergi jika Anda pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau anggota keluarga inti terkena musibah. Namun, Anda harus membawa surat dari instansi terkait, seperti rumah sakit atau surat pengantar RT/RW

• Anda harus membawa surat rapid test atau polymerase chain reaction alias PCR yang masih berlaku. • Anda harus membawa tiket pulang dan pergi sekaligus sebagai tanda Anda memang sedang bertugas. "Para penumpang diizinkan melakukan perjalanan dengan pesawat setelah mendapat klirens dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan termasuk pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan," tutur Executive General Manager Bandara Soekarno Hatta, Agus Haryadi.

Agus menyebut, dalam 10 hari terakhir yakni sejak 10 hingga 19 Mei 2020 atau sejak moda transportasi dibuka kembali pada 7 Mei lalu, ada lonjakan penumpang, Jumlahnya mencapai 60 persen 90 persen dari total kapasitas penumpang. Viral potret Bandara Soekarno Hatta dipenuhi penumpang, ini penjelasan Angkasa Pura II. Semenjak PSBB Jakarta diterapkan, pemerintah sempat menutup semua akses transportasi.

Namun, belum lama ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mulai mengizinkan transportasi beroperasi, termasuk pesawat. PT Angkasa Pura II (Persero) menginformasikan sempat terjadi antrean calon penumpang pesawat di posko pemeriksaan dokumen perjalanan yang terletak di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta,Kamis (14/5/2020). Antrean terjadi mulai pukul 04.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB diklaim sudah tidak terjadi lagi antrean hingga sekarang.

Senior Manager Branch Communications & LegalBandara Soekarno HattaFebri Toga mengatakan, personel AP II berupaya penuh mengatur antrean, namun calon penumpang pesawat yang datang cukup banyak di Terminal 2 Gate 4. “Antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB, di mana calon penumpang memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00 08.00 WIB," kata Febri dalam keterangan pers kepada Kompas.com , Kamis. "Di antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan 2 penerbangan Citilink," lanjutnya.

Seperti diketahui, lanjut Febri, pada masa pengecualian dalam pembatasan penerbangan ini, calon penumpang harus melakukan verifikasi kelengkapan dokumen sebagai syarat untuk bisa memproses check in . "Verifikasi dokumen dilakukan oleh personel gabungan dari sejumlah instansi yang masuk dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19 yang ada di posko pemeriksaan,” jelas Febri Toga. Adapun dokumen yang diverifikasi sebagai syarat agar calon penumpang dapat memproses check in antara lain tiket penerbangan, surat keterangan dinas, surat bebas COVID 19.

Kemudian dokumen lainnya sesuai yang tercantum dalam Surat Edaran No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID 19 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID 19. "Saat ini sudah tidak ada antrean lagi di Terminal 2. Kami selalu berupaya untuk menjaga physical distancing di setiap area," kata Febri. "Penerapan physical distancing di Soekarno Hatta juga akan dievaluasi berkala melihat situasi dan kondisi terkini yang cukup dinamis," lanjutnya.

Febri mengatakan, ke depannya juga dilakukan penataan jadwal keberangkatan penerbangan. “Seluruh stakeholder akan melakukan evaluasi untuk menata jadwal penerbangan supaya tidak ada yang berdekatan,” jelas Febri. Seluruh bandara PT Angkasa Pura II selalu beroperasi dengan merujuk kepada Peraturan Menteri Perhubungan No. 18/2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID 19.

Berita Terkait

Jika Nunggak Pembayaran BPJS Kesehatan Dendanya Juga Bertambah 5 Persen Sudah Iuran per Bulan Naik

Nurofia Fauziah

sang Menantu Abdi Setiawan Minta Doa buat Kesembuhan sang Mertua Kabarkan Kondisi Terkini Wiranto

Nurofia Fauziah

Jawaban Soal Tuliskan Watak Setiap Tokoh ada Drama Kisah Pemulung & Penjual Bakso!

Nurofia Fauziah

JPKP Nasional Cabang Jatim Kawal Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin

Nurofia Fauziah

Haris Azhar Singgung Kasus Semen Kendeng Sebut Rezim Jokowi Kerap Abaikan Putusan MA

Nurofia Fauziah

Jokowi Tetap Hadiri Video Conference Terkait Penanganan Covid-19 dari Istana Bogor Nanti Malam

Nurofia Fauziah

PKB Usul Ambang Batas Parlemen Sebesar 7 Persen

Nurofia Fauziah

Amnesty Internasional Desak Pemerintah Cabut Larangan LGBT Daftar CPNS

Nurofia Fauziah

Serahkan 3 Dokumen Mahfud Datang menuju DPR Bahas RUU HIP Mewakili Presiden Jokowi

Nurofia Fauziah

‘Tak Ada Efek Anak Muda Jangan Ragu’ Pengalaman Warga Bandung Disuntik Vaksin Covid-19 Asal China

Nurofia Fauziah

Najwa Shihab Akan Rilis Buku Biografi Sutopo Purwo Nugroho, Humas BNPB Meninggal Karena Kanker

Nurofia Fauziah

ICW Tidak Sepakat Siapapun Nama Anggota Dewan Pengawas KPK Pilihan Jokowi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment