Regional

Setelah Pemuda Ini Pulang dari Ijtima Ulama Tabligh Gowa Satu Keluarga Positif Virus Corona

Salah satu pemuda positif covid 19 di Kalimantan Timur menulari seluruh anggota keluarganya. Diketahui pemuda ini ikut kegiatan ijtima di Gowa hingga terdeteksi virus corona. Seorang pemuda 18 tahun asal Kabupaten Kutai Barat,Kalimantan Timurdinyatakan positif Covid 19 pada 24 April 2020.

Pemuda tersebut sempat mengikuti kegiatan Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Sebelum dinyatakan positif Covid 19, hasil rapid test pemuda tersebut reaktif. Ia pun dikarantina di Asrama Dispora Kubar pada 30 Maret 2020. Namun sebelum dikarantina, ia melakukan kontak erat dengan keluarganya yakni ayah, ibu, dan adiknya yang berusia 1 tahun delapan bulan.

Anggota keluarga itu pun menjalani tes swab. Rabu (6/5/2020), sang ibu yang berusia 40 tahun, ayah yang berusia 44 tahun, dan adiknya yang berusia 1 tahun 8 bulan terkonfirmasi positif Covid 19. “Ketiganya kontak erat pasien KBR tujuh dari peserta Ijtima Ulama Gowa. Mereka satu keluarga, ibu, ayah dan adiknya,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Andi M Ishak sekaligus Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kaltim saat dihubungi Kompas.com, Rabu (6/5/2020).

Saat ini satu keluarga yang terkonfimasi postif menjalalani perawatan di Rumah Sakit Pratama Kutai Barat. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak mengatakan ada empat klaster penyebaran Covid 19 di wilayahnya yakni klaster Gowa, Sidang Sinode Tahunan Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB), acara komunitas masyarakat tanpa riba di Bogor Jawa Barat, dan klaster KPU di Jakarta. Namun klaster bertambah dari santri Temboro, Magetan, Jawa Timur.

“Ada juga pasien yang terjangkit karena perjalanan sendiri tapi jumlah kasusnya sedikit. Lebih banyak didominasi pasien klaster,” ungkap Andi kepada Kompas.com , Rabu (6/5/2020). Dari beberapa klaster, tingkat positif tertinggi terjadi pada klaster Ijtima Ulama di Gowa yakni sebanyak 122 pasien dari jumlah peserta yang terlacak sebanyak 749 orang.

Sisanya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 184 orang, 17 ODP, 13 OTG, 22 orang hasil negatif. Sedangkan 80 orang masih dalam proses uji laboratorium dan satu orang dinyatakan sembuh. “Itu belum termasuk yang kontak erat dengan mereka (peserta Ijtima Ulama),” ungkap dia.

Sedangkan untuk klaster sidang sinode, masyarakat komunitas anti ribah, dan KPU Jakarta sudah dinyatakan sembuh. "Klaster terbaru yang kini menjadi perhatian yakni santri di Temboro, Magetan, Jawa Timur," ujarnya. Wabah virus corona belum berakhir, namun Presiden Jokowi minta agar rakyat berdamai dengan covid 19.

Hingga kini wabah virus corona yang menyebar masih sangat mengkhawatirkan dan belum tahu kapan akan berakhir. Presiden Joko Widodo masih memberikan berbagai imbauan untuk masyarakat di tengah pandemi yang dihadapi seluruh dunia. Salah satunya ia meminta agar rakyat Indonesia berdamai dengan covid 19 hingga vaksin ditemukan nanti.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah terus berupaya keras dan berharap puncak pandemi Covid 19 akan segera menurun. Selama wabah masih terus ada, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. "Artinya, sampai ditemukannya vaksin yang efektif, kita harus hidup berdamai dengan Covid 19 untuk beberapa waktu ke depan," katanya di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video yang diunggah Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (7/5/2020).

Ia juga mengatakan, beberapa ahli menyebut ada kemungkinan kasus pasien positif Covid 19 menurun angkanya. Tetapi, ketika kasusnya sudah turun tidak berarti langsung landai atau langsung nol, melainkan masih bisa fluktuatif. "Ada kemungkinan masih bisa naik lagi atau turun lagi, naik sedikit lagi, dan turun lagi dan seterusnya," kata Jokowi.

Masyarakat dipersilakan beraktivitas secara terbatas, tetapi harus disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. "Sekali lagi ingin saya tegaskan, yang utama adalah ikuti dengan disiplin protokol kesehatan. Silakan beraktivitas secara terbatas, tetapi sekali lagi ikuti protokol kesehatan," katanya.

"Semua ini membutuhkan kedisiplinan kita semuanya, kedisiplinan warga, serta peran aparat yang bekerja secara tepat dan terukur," tandasnya.

Berita Terkait

Dia Tetap Sabar Kisah di Balik Bocah Penjual Jalangkote Dipukul hingga Tersungkur Sering Dibully

Nurofia Fauziah

Sulit Ditemukan Hingga Dianggap Mistis oleh Warga Kisah Dingo Anjing yang Bernyanyi di Papua

Nurofia Fauziah

5 Polisi Gadungan dan Memeras Korban Pakai Airsoft Gun Culik Seorang Remaja di Bintaro

Nurofia Fauziah

Polda Jatim Temukan Dua Orang Positif Covid-19 Lakukan Rapid Test Dadakan di Beberapa Tongkrongan

Nurofia Fauziah

Petugas Piket Dapat Getah Ada yang Selundupkan Ponsel menuju Tahanan Gambar Ferdian Paleka Cs Diplonco

Nurofia Fauziah

Remaja di Gresik Tewas Tersengat Listrik di Penggilingan Padi

Nurofia Fauziah

ITS Berencana Kosongkan Gedung Kampus Acara Wisuda Ditunda

Nurofia Fauziah

Zuraida Hanum Pembunuh Hakim Jamaluddin Terus Menangis Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Nurofia Fauziah

Anak Pak RT Tewas Kena Pisau Beracun Sebelum Azan Magrib Bertamu menuju Tetangga

Nurofia Fauziah

Belum Bisa Disebut Petunjuk Gempa Penjelasan Daryono BMKG soal Cacing Keluar secara Massal di Solo

Nurofia Fauziah

Kakek 82 Tahun Merasa Salah Sasaran & Kembalikan Uang Tak Bisa Tidur setelah Dapat Bantuan 2 Kali

Nurofia Fauziah

Tinggalkan Surat buat Keluarga yang Tak Beri Restu Sepasang Kekasih Bunuh Diri Diduga Minum Racun

Nurofia Fauziah

Leave a Comment