Nasional

Said Didu Cs Sepakat Bentuk New KPK Beri Dukungan kepada Novel Baswedan

Gelombang dukungan kepada penyidik KPK Novel Baswedan terus mengalir. Kali ini tokoh politik seperti Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Refly Harun daneks pejabat BUMN Said Didu memberikan dukungan. Melansir Wartakotalive.com, Mereka menamakan diri sebagai newKPK(Kawanan Pencari Keadilan).

Diketahui,terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan hanya dituntut 1 tahun Pidanapenjara oleh Jaksa Penuntut Umum. Kembali ke dukungan, Rocky Gerung hingga Said Didu dikabarkan telah mendatangi kediaman Novel Baswedan. Mereka tiba di rumahNovelBaswedandi Jalan Deposito T8 RT 03/10, Kelurahan Kelapa Gading, Kecamatan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Minggu (14/6/2020) pukul 14.30 WIB.

Masuk ke dalam rumahNovelBaswedan, mereka mengadakan pertemuan tertutup di ruang tamu penyidikKPKyang jadi korban penyiraman air keras tiga tahun lalu itu. Pertemuan berlangsung hingga pukul 17.15 WIB. Di sana,SaidDidusebagai salah satu juru bicara mengatakan, pertemuan itu sebagai rasa empati mereka kepada kasusNovelBaswedan.

Mereka kecewa dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut pelaku satu tahun penjara. Menurut Said Didu, dakwaan tersebut jauh dari rasa keadilan yang diterima Novel Baswedan. "Semua sehati bahwa keadilan harus dicari."

"Satu satunya kesepakatan adalah membentuk NewKPK(Kawanan Pencari Keadilan)," kataSaidDidu, ditemui usai pertemuan. Namun saat disinggung dukungan nyata tim tersebut terhadap kasus Novel Baswedan, Said Didu tidak dapat menjawab. "Makanya di sini kami cari keadilan itu bersama anak bangsa," kilahnya.

Novel Baswedan sendiri berterima kasih atas empati dan dukungan yang diberikan oleh para tokoh itu. Ia juga berterima kasih atas keprihatinan masyarakat Indonesia akan kasus penganiayaan yang diterimanya. Meski kecewa dengan dakwaan JPU,NovelBaswedanmasih memiliki harapan keadilan dalam kasusnya masih dapat diselamatkan.

Hal itu guna menyelamatkan wajah hukum Indonesia yang dianggapnya sudah tercoreng karena dakwaan JPU. "Ini bukan hanya untuk diri saya tapi untuk kepentingan bangsa dan negara." "Kami harap semua bisa dapat keadilan dalam proses hukum," ujarNovelBaswedanditemui di depan rumahnya.

Sebelumnya, Ronny Bugis, terdakwa penganiaya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dituntut pidana penjara selama 1 tahun. Dia terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum. Tim Jaksa Penuntut Umum membacakan surat tuntutan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020) siang.

"Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwaRonnyBugisterbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama sama penganiayaan bersama sama mengakibatkan luka berat." "Tindak pidana terhadapRonnyBugis1 tahun dan terdakwa tetap ditahan," kata Tim Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat tuntutan. Jaksa Penuntut Umum menguraikan peran Ronny Bugis membantu terdakwa lainnya, yaitu Rahmat Kadir Mahulete, untuk melakukan penyiraman air keras kepada Novel Baswedan di Jalan Deposito Blok T No 10 RT 003 RW 010, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada Sabtu 8 April 2017,RonnyBugismeminjamkan sepeda motor Yamaha Mio GT miliknya kepada Rahmat Kadir, untuk mengamati kompleks perumahan tempat tinggalNovelBaswedan. Pada Minggu 9 April 2017, Rahmat Kadir kembali meminjam sepeda motorRonnyBugisuntuk kembali mempelajari rute masuk dan keluar kompleks perumahan tempat tinggalNovelBaswedan. Pada Selasa 11 April 2017, Rahmat Kadir meminta Ronny mengantarkannya ke Kelapa Gading Jakarta Utara.

Rahmat Kadir membawa cairan asam sulfat (H2SO4) dalam gelas (Mug) kaleng motif loreng hijau terbungkus plastik warna hitam. Ronny Bugis menggunakan sepeda motor miliknya mengantarkan Rahmat Kadir ke kediamanNovelBaswedan. Berdasarkan arahan Rahmat Kadir itu, Ronny Bugis mengendarai sepeda motornya pelan pelan.

Dan ketika posisi sejajar denganNovelBaswedan, Rahmat Kadir menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) tersebut ke bagian kepala dan badanNovelBaswedan. Selanjutnya, terdakwa atas arahan Rahmat Kadir langsung melarikan diri mengendarai sepeda motornya dengan cepat. "Sebagai anggota Polri seharusnya mencegah dah memberi rasa aman kepada masyarakat."

"(Ronny Bugis) seharusnya mencegah Rahmat Kadir," kata Jaksa. Perbuatan menyiramkan cairan asam sulfat itu mengakibatkan mengalami luka berat. Yakni, mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

Hal ini sebagaimana VISUM ET REPERTUM Nomor: 03/VER/RSMKKG/IV/2017 tertanggal 24 April 2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga. Jaksa menjelaskan, berdasarkan alat bukti yang dimiliki, yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, petunjuk, dan keterangan terdakwa, mempunyai ketersesuaian satu sama lain. Sehingga, membentuk suatu kronologi perbuatan penganiayaan.

"Membentuk rangkaian kejadian yaitu menerangkan dan membenarkan adanya kejadian yang dilakukan terdakwa." "Kami menyimpulkan fakta dari keterangan saksi, keterangan terdakwa dan barang bukti," kata dia. Fakta perbuatan dalam pemeriksaan di persidangan sesuai dengan unsur tindak pidana yang didakwakan.

"Penganiayaan berat dengan perencanaan terlebih dahulu." "Terdakwa tidak pernah memikirkan melakukan tindak penganiayaan berat, tetapi ingin memberi pelajaran namun berakibat di luar dugaan," ujarnya. Selama persidangan, Jaksa mengungkapkan hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, yaitu telah mencederai kehormatan institusi Polri.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatan, terdakwa bersikap kooperatif, dan terdakwa telah mengabdi sebagai anggota Polri selama 10 tahun. Sementara, Rahmat Kadir Mahulete, terdakwa lainnya, juga dituntut hukuman 1 tahun penjara. Perbuatan penganiayaan itu dilakukan bersama sama dengan Ronny Bugis, rekan Rahmat Kadir di institusi Polri.

Rahmat Kadir terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat seperti yang diatur dan diancam pidana Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, sesuai dakwaan subsider Jaksa Penuntut Umum. "Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menyatakan terdakwa Rahmat Kadir Mahulete terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana bersama sama penganiayaan mengakibatkan luka berat. "(Menghukum) Tindak pidana terhadap Rahmat Kadir Mahulete 1 tahun dan terdakwa tetap ditahan," kata Tim Jaksa Penuntut Umum saat membacakan surat tuntutan.

Berita Terkait

Inilah Gejala yang Timbul & Perlu Diperhatikan Masyarakat Virus Corona Jangkit 2 Warga Depok

Nurofia Fauziah

India Punya Kebijakan Beda dari Indonesia Soal Larangan Mudik

Nurofia Fauziah

Pedoman SKD CAT BKN Sekolah Kedinasan 2020 Sesuai Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Nurofia Fauziah

Penampakan Rumah yang Diduga Jadi Lokasi Persembunyian Nurhadi Saat Ditangkap KPK

Nurofia Fauziah

Penyakit Jantung & Operasi Caesar Paling Menyerap Anggaran BPJS Kesehatan Menunggak Terus DPR

Nurofia Fauziah

Jawaban Soal Tuliskan Watak Setiap Tokoh ada Drama Kisah Pemulung & Penjual Bakso!

Nurofia Fauziah

Blogger Putih Abu-abu Bisnis Gerabah Jadwal Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA Jumat 22 Mei

Nurofia Fauziah

dan SMA/SMK SMP SD 8 Juni 2020 buat PAUD Jadwal Lengkap TVRI Belajar dari Rumah Senin

Nurofia Fauziah

KPU Terima Tantangan BPN Prabowo Sandiaga Untuk Diaudit IT Forensik

Nurofia Fauziah

KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti terkait Kasus Nurhadi

Nurofia Fauziah

Akademisi IPB Apresiasi Menteri Pertanian Benahi Data Pangan

Nurofia Fauziah

Akui Sempat Berkali-kali Berobat hingga Putuskan Tes Darah kisah 3 Pasien yang Sembuh dari Corona

Nurofia Fauziah

Leave a Comment