Nasional

Saeful Bahri Akui Beri Uang menuju Wahyu Setiawan Terkait PAW Harun Masiku

Anggota PDI Perjuangan, Saeful Bahri, menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa pada kasus suap permohonan Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019 2024 dari fraksi PDI Perjuangan. Saeful Bahri mengungkap ada biaya operasional Rp 1,5 Miliar untuk mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan yang dipergunakan untuk melobi komisioner KPU RI lainnya. Upaya lobi itu dilakukan agar komisioner di lembaga penyelenggara pemilu itu menyetujui PAW atas nama Harun Masiku menggantikan Riezky Aprilia, caleg terpilih dari Partai PDIP, Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1.

"Saya sampaikan uang itu untuk kebutuhan semua, sejauh sepengetahuan saya dana lobi Pak Wahyu untuk semua komisioner," ujar Saeful di rumah tahanan (rutan) KPK Jakarta, Kamis (30/4/2020). Mengacu pada surat dakwaan atas nama Saeful Bahri, Harun Masiku telah mempersiapkan uang Rp 1,5 Miliar itu. Uang itu dipersiapkan atas permintaan uang dari Wahyu yang dilaporkan oleh Saeful Bahri dan Donny Tri Istiqomah kepada Harun Masiku di sebuah Restoran di Hotel Grand Hyatt Jakarta, pada tanggal 13 Desember 2019. Belakangan, Saeful mengetahui pemberian dana operasional itu tidak diperbolehkan.

Dia mengaku berada dalam keadaan terjepit hingga akhirnya menggunakan dana operasional yang disebut berasal dari Harun Masiku. "Saat itu saya, dalam keadaan terjepit. Memang di satu sisi partai melarang memberi dana operasional, di sisi lain KPU tak bergeming dengan pemintaan kita dan ada gestur permintaan uang," kata dia. Dia mengklaim Wahyu sanggup mengurus PAW atas nama Harun Masiku. Wahyu sempat menyampaikan uang Rp 1,5 Miliar itu bukan untuk dipergunakan sendiri.

"Pemahaman kami akan didistribusikan, tetapi terakhir ketika tanya ke Pak Wahyu melalui Bu Tio jawaban Wahyu, belum sempat didistribusikan ke semua komisioner karena banyak libur. Jadi belum sempat lobi lobi konkrit dengan komisioner lainnya dan dana juga belum didistribusikan," ujarnya. Namun menurut laporan Agustiani Tio Fridelina, mantan anggota Bawaslu RI, Wahyu kesulitan meyakinkan para komisioner KPU RI lainnya. "Di satu rapat dia digebuk oleh seluruh komisioner makanya saya minta Bu Tio untuk mengirim Pak Donny ke KPU untuk menjelaskan tafsirkan," ungkap Saeful.

Untuk diketahui, Saeful Bahri, anggota PDI Perjuangan, didakwa menyuap mantan Komisioner KPU RI, Wahyu Setiawan secara bertahap sejumlah SGD19 Ribu dan SGD38,3 Ribu yang seluruhnya setara jumlah Rp600 Juta. "Telah melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu Terdakwa telah memberi uang secara bertahap sejumlah SGD 19 ribu, dan SGD38,3 ribu yang seluruhnya setara Rp600 juta kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara yaitu Wahyu Setiawan," kata JPU pada KPK saat membacakan surat dakwaan. JPU pada KPK mengungkapkan uang diterima Wahyu melalui Agustiani Tio Fridelina, orang kepercayaannya, yang pernah menjadi anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.

Upaya memberikan uang itu dengan maksud agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU RI menyetujui permohonan Penggantian Antar Waktu (PAW) Partai PDI Perjuangan (PDIP) dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan 1 (Sumsel 1) kepada Harun Masiku. "Yang bertentangan dengan kewajiban Wahyu Setiawan selaku anggota KPU periode tahun 2017 2022," ujarnya.

Berita Terkait

3.000 Personel TNI-Polri Berkumpul di Tembagapura Masih Ada 6 KKB

Nurofia Fauziah

Hingga Superindo Alfamart PROMO JSM! 24 26 Januari 2020 Di Berbagai Minimarket Indonesia Indomaret

Nurofia Fauziah

Wiranto: Kasus di Sibolga Tidak Terkait Pemilu

Nurofia Fauziah

Aksi Penggelapan Mobil Pria Tasikmalaya Ini berhasil Gasak 7 Kendaraan Dikenal Tukang Tipu

Nurofia Fauziah

9 Wilayah Waspada Potensi Hujan Lebat Peringatan Dini BMKG Sabtu 16 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Cerita Indonesia dari Pukul 10.03 WIB Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Sabtu 16 Mei 2020

Nurofia Fauziah

7.785 Calon Avokat Mengikuti Ujian Serentak

Nurofia Fauziah

PKAKN DPR Bahas Akuntabilitas Dana Desa dengan Civitas Akademika UNS

Nurofia Fauziah

Nurul Arifin Tidak Menyangka Bakal Jadi Mitra Kerja Prabowo Subianto

Nurofia Fauziah

Andi Gani Tekankan Soliditas Sandang & Kulit Tutup Munas Federasi Serikat Pekerja Tekstil

Nurofia Fauziah

Petani Sumenep Menyambut Baik Instalasi Pengering UV dari Kementan

Nurofia Fauziah

Prima Intisari Perkasa Hadirkan Secara Eksklusif Puente Austral menuju Indonesia

Nurofia Fauziah

Leave a Comment