Otomotif

Ruas Tol Layang Japek Belum Bisa Dilalui Truk & Bus

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa tol Jakarta Cikampek II Elevated atau Tol Layang Japek II belum bisa dilalui oleh Bus dan Truk. Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, hal ini sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kemenhub, dimana tol Japek II adalah kendaraan golongan 1 non bus non truk. Menurut Budi, masih ada pengemudi bus dan truk yang belum mengetahui aturan ini sehingga ketika ingin memasuki tol layang, truk atau bus tersebut mundur kembali.

Budi juga mengatakan, keputusan untuk membuka Tol Japek II untuk bus dan truk tak berada di Kemenhub, namun melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Jasa Marga. "Sementara kita masih berpegangan dangan regulasi yang kita buat, dengan berkoordinasi dengan Jasa Marga dan PUPR. Untuk saat ini baru golongan satu non bus dan non truk." "Sementara demikian. Kalau ada perkembangan selanjutnya, itu tergantung PUPR dan Jasa Marga," kata dia, Kamis (19/12/2019).

Sementara itu, tol Japek II ini sudah beroperasi sejak Minggu (15/12/2019). Selain hanya bisa digunakan oleh kendaraan ukuran kecil, kecepatan kendaraan juga dibatasi antara 60 80 km per jam dengan pengawasan Electronic Traffic Law Enforcement. Dari hasil evaluasi pada 15 Desember tersebut, Budi mengungkap terdapat 4 kendaraan yang mengakami pecah ban, serta terdapat 1 kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Menurut Budi, hal hal ini berpotensi terjadi lebih besar pada tahun baru.

Karena itu, Budi pun mengimbau pengendara untuk memastikan tekanan ban sesuai dengan petunjuk sebelum memasuki tol. Budi menjelaksan, kasus ban yang pecah di jalan tol banyak diakibatkan karena tekanan ban yang tak sesuai. Tak hanya itu, dia juga meminta pengemudi untuk mengisi bahan bakarnya terlebih dahulu mengingat begitu masuk tol Japek II, tidak akan ada rest area yang dilewati. "Begitu kita naik [Tol layang] rest area terlewati. Nanti keluar di Km 57 baru ketemu pengisian BBM di sana. Memang ada 1 rest area, tetapi itu kecil dan tidak ada BBM nya."

"Jadi saya mohon masyarakat yang menggunakan tol elevated isilah BBMnya sebelum masuk ke tol," ujar Budi.

Berita Terkait

Inspirasi Warna Interior Giorgio

Nurofia Fauziah

DFSK Rayakan Kemerdekaan RI Lewat Konvoi Bareng ke Sukabumi

Nurofia Fauziah

Ratusan Mobil Antik Asal Perancis Berkumpul di Jakarta Bawa Misi Khusus

Nurofia Fauziah

4 Jutaan Harganya Rp 5 Lego Lamborghini Sian Meluncur Hari Ini

Nurofia Fauziah

Yamaha Aerox 155 Milik Wirawan Sabet Predikat ‘King of MAXI Yamaha Modification’

Nurofia Fauziah

Begini Kesan Dari Konsumen Pertama Pemilik Honda CB650R yang Berkonsep Neo Sport Cafe

Nurofia Fauziah

Ajang Bergengsi Modifikator Borneo HMC 2019 Seri Pontianak

Nurofia Fauziah

Gigi Cucunya Juga Rontok Ditabrak Moge Harley Davidson B 4754 NFE Neneknya Tewas

Nurofia Fauziah

Avanza & Xenia Jadi Mobil Paling Dicari Jelang Nataru

Nurofia Fauziah

Builder Italia-Jepang Berbagi Pengalaman Bangun Motor Custom di Suryanation Motorland 2019 Show Off

Nurofia Fauziah

Mobil TOGG Turki Mirip Prototipe Mobil Tiongkok yang Dipamerkan di Shanghai Auto Show 2017

Nurofia Fauziah

Strategi Cepat Ubah Konsumsi Mobil Berbahan Bakar Fosil menuju Listrik

Nurofia Fauziah

Leave a Comment