Nasional

Rebutan Senjata Contohkan Kengerian yang Terjadi karena Lockdown Mahfud MD

Lockdown hingga kini belum diambil secara resmi oleh pemerintah, Senin (30/3/2020). Banyak pertimbangan yang dirapatkan oleh pemerintah terkait kebijakan lockdown di tengah pandemi Virus Corona. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan contohkengerian yang terjadi di sejumlah negara akibat kebijakan lockdown.

Diketahui, sejumlah negara mengambil kebijakan lockdown untuk mengurangi persebaran Virus Corona. Namun, menurut Mahfud MD kebijakan lockdown untuk menangani Virus Corona tak tepat jika dilakukan di Indonesia. Melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne , Sabtu (28/3/2020), Mahfud MD mulanya mengungkap kewenangan setiap daerah untuk membuat kebijakan penanganan Virus Corona.

"Sekarang kan daerah sudah mengambil tindakan sendiri sendiri ya, sudah boleh berdasarkan kewenangannya sekarang gubernur itu adalah kepala gugus tugas percepatan penanggulangan Corona," kata Mahfud. "Itu semua kepala daerah begitu (tugasnya)." Meksipun diberikan kewenangan, setiap kepala daerah memerlukan izin pemerintah pusat untuk melakukan lockdown. Karena itu, Mahfud MD menyebut semua daerah belum disarankan melakukan lockdown meski jumlah korban Virus Corona semakin bertambah.

"Cuma untuk melakukan karantina wilayah itu memang menurut undang undang harus melalui izin pemerintah pusat," ujar Mahfud. "Itu ketentuannya, diatur dalam Pasal 60 Undang undang Nomor 6 tahun 2018." Namun, menurutnya kini banyak daerah yang sudah mulai giat melakukan pencegahan persebaran Virus Corona.

Menurut Mahfud, pemerintah pusat selalu memantau perkembangan pencagahan Virus Corona dengan menjalin komunikasi intensif dengan kepala daerah. "Jadi kita harus mengaturnya, dan menurut saya daerah daerah sekarang sudah mulai giat kok," kata Mahfud. "Kita setiap hari koordinasi dengan daerah melalui teleconference, melalui macam macam saluran kita bangun," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan penanganan Virus Corona dengan karantina wilayah ataupun lockdown tidak tepat dilakukan di Indonesia. Terkait hal itu, Mahfud mengungkap kengerian yang terjadi di sejumlah negara setelah memberlakukan lockdown. "Cuma masalah karantina wilayah, masalah lockdown dan sebagainya yang sebenarnya istilah itu tidak tepat untuk Indonesia," terang dia.

"Karena bagi saya lockdown kalau contohnya seperti yang sekarang terjadi di berbagai negara kan mengerikan." Bahkan, Mahfud menceritakan di Amerika sudah warga bahkan membawa senjata hanya untuk berebut makanan dengan orang lain. "Di Amerika kan sekarang sudah borong senjata, kalau lockdown mereka akan berebutan senjata dengan siapa yang kuat dia yang dapat ambil makanan," tukasnya.

Pada kesempatan lain, Influencer muda, dr Tirta Mandiri Hudhi mengatakan karantina wilayah adalah hal yang harus dilakukan demi mencegah meluasnya persebaran Virus Corona (Covid 19). Dikutip dari YouTube Kompastv, Jumat (27/3/2020), awalnya presenter SAPA INDONESIA MALAM menanyakan pendapat dr Tirta terkait angka kematian pasien Covid 19. Dr Tirta menjelaskan bahwa jumlah pasien Covid 19 yang semakin membengkak adalah penyebab utama naiknya angka kematian pasien Covid 19.

"Ketidakcukupan tempat pelayanan, membludak," kata dr Tirta. "Jadi sekarang itu adalah rujukannya cukup, tapi banyak pasien yang ketolak, karena banyak orang yang datang ke sini kondisinya sudah memburuk," sambungnya. Dr Tirta mengusulkan sebuah solusi untuk mengurangi angka kematian pasien Covid 19.

Ia menjelaskan hal yang harus dihentikan adalah tingkat persebaran Covid 19. "Saran saya untuk mencegah mortality rate (tingkat kematian) semakin tinggi, itu kita harus mengendalikan infection rate nya (tingkat persebaran virus red), karena garda di depan sudah down ini," ujar pria lulusan Universitas Gadjah Mada tersebut. Dr Tirta menyinggung korban meninggal tenaga medis juga harus dianggap sebagai sesuatu yang darurat.

"Itu 80an (pasien meninggal Covid 19), sepuluh persen di antaranya adalah tenaga medis, itu hal yang paling harus jadi krusial," katanya. Kemudian dr Tirta menjelaskan satu satunya jalan mengatasi Covid 19 adalah karantina wilayah yang menjadi pusat persebaran virus, yakni Jakarta. "Mau enggak mau tutup Jakarta," tegasnya.

Dr Tirta mengatakan hal tersebut harus diambil, meskipun akan ada suara kontra, dan penolakan dari publik. "Kalau nanti ada yang tanya, berarti nanti transportasi gimana? Mau dilanjutin apa enggak, ini tetap hancur," tandasnya. Pada segmen sebelumnya, dr Tirta mengakui ia telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan berdiskusi soal solusi penanganan masalah Covid 19.

Saat bertemu dengan Anies, Tirta mengatkan kondisi perekonomian di Indonesia sudah terlanjur turun, maka mau tidak mau harus segera berani mengambil suatu kebijakan tegas, meskipun tetap akan ada pengorbanan yang harus diambil. "Saya kemarin sudah ketemu Pak Anies juga, saya sudah sarankan kalau bisa banget, ini sama sama buruk, mau kita enggak karantina wilayah, atau pun karantina wilayah, ekonomi itu sudah turun," ujar Tirta. Pria pemilik bisnis perawatan sepatu tersebut juga menceritakan bagaimana rekannya sesama pengusaha mengalami penurunan omset yang drastis, karena adanya Covid 19.

"Jadi saran saya kalau bisa, yang mau ke Jakarta itu ditolak, yang keluar Jakarta ditolak," tegas dr Tirta. Tirta mengatakan ada tiga tempat yang masih diperbolehkan untuk dibuka, apabila karantina telah diberlakukan. "Di rumah saja tetap dilanjutkan, yang nongkrong bubarin semua, mal tutup, hanya tiga hal menurut saya yang boleh buka," katanya.

Ketiga tempat tersebut adalah, pasar, SPBU, dan instansi publik seperti kantor polisi, rumah sakit, dan markas TNI.

Berita Terkait

Simak Jadwal Lengkap! 3532 Formasi Lulusan SMA Seleksi CPNS 2019 Kemenkumham

Nurofia Fauziah

Beredar Surat Tahanan Kepada Pimpinan KPK Minta Disediakan Kompor & Kulkas Agar Makanan Tidak Basi

Nurofia Fauziah

Hujan Lebat di Banda Aceh & Bengkulu Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota di Besok Kamis 5 Maret 2020

Nurofia Fauziah

Tokoh-tokoh Indonesia SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah buat SMP

Nurofia Fauziah

Wilayah Jabodetabek Hujan Lebat hingga Angin BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin 8 Juni 2020

Nurofia Fauziah

Menpan RB Tjahjo Kumolo Klarifikasi Pernyataannya soal ASN Pensiun Dapat Rp 1 Miliar

Nurofia Fauziah

Presiden Jokowi dan Agus Rahardjo Cs Diminta Duduk Bersama Bahas Nasib KPK

Nurofia Fauziah

sang Menantu Abdi Setiawan Minta Doa buat Kesembuhan sang Mertua Kabarkan Kondisi Terkini Wiranto

Nurofia Fauziah

Ida Fauziyah Resmikan Inkubasi Bisnis di BBPPK & PKK Lembang

Nurofia Fauziah

Jawaban Soal TVRI SD Kelas 1-3 Jumat 12 Juni Dongeng Pagi Kak Aio Mengapa Kancil senang Berbagi

Nurofia Fauziah

PKAKN DPR Bahas Akuntabilitas Dana Desa dengan Civitas Akademika UNS

Nurofia Fauziah

Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Tiba di Istana dengan Senyuman

Nurofia Fauziah

Leave a Comment