Nasional

Rangga Sasana Sekjen Sunda Empire Ajukan Penangguhan Penahanan Sempat Masuk Rumah Sakit

Kuasa hukum terdakwa dalam kasus kerajaan fiktif Sunda Empire, Misbahul Huda mengungkapkan akan mengajukan penangguhan penahanan untuk Rangga Sasana. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Kamis (18/6/2020). Misbahul menjelaskan, penangguhan penahanan terkait dengan alasan kesehatan terdakwa.

Permohonan ini diajukan atas dasar hak dari semua terdakwa untuk mendapatkan penangguhan. Dari tiga terdakwa kasus kerajaan fiktif Sunda Empire, hanya satu yang akan mengajukan permohonan. Kuasa hukum menuturkan, yang mengajukan penangguhan adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) kerajaan fiktif Sunda Empire, Rangga Sasana.

Misbahul mengatakan sudah menyampaikan permohonan beserta alasan penangguhan di dalam sidang perdana tersebut. Keputusan ini diambil mengingat Rangga sempat masuk rumah sakit beberapa waktu lalu saat berada di tahanan. Disebutkan Rangga mengalami gangguan kesehatan pada organ paru parunya.

"Penangguhannya itu karena alasan kesehatan 'kan semua orang punya hak untuk ditangguhkan sudah kita sampaikan tadi," ungkap Misbahul. "Yang satu aja, Rangga aja 'kan sempat masuk rumah sakit, paru parunya," lanjutnya. Tiga petinggi kerajaan fiktif Sunda Empire menjalani sidang perdana mereka, pada Kamis (18/6/2020).

Sidang tersebut dijalani di PengadilanNegeri kelas 1A Kota Bandung, Jawa Barat. Ketiga petinggi menjadi terdakwa dalam kasus penyebaran berita bohong dan membuat keonaran. Dengan adanya pandemi Covid 19, sidang dilakukan dengan menggunakan metode teleconference .

Di mana ketiga terdakwa dihadirkan melalui teleconference dari tempat penahanan mereka di Polda Jawa Barat. Sidang pertama kali ini, beragendakan pembacaan dakwaan bagi ketiga tersangka. Dipimpin oleh Majelis Hakim T. Benny Eko Supriyadi, sidang dilakukan mulai pukul 16.30 WIB.

Selain Rangga Sasana, terdakwa lain adalah Nasri Bank yang mengaku sebagai perdana menteri. Kemudian juga ada Raden Ratna Ningrum yang berperan sebagai kaisar Sunda Empire. Para terdakwa dikenakan pasal berlapis mengenai penyebaran berita bohong yang diatur dalam Undang undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sehingga ketiga petinggi dari kerajaan fiktif Sunda Empire terancam hukuman 10 tahun penjara. Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini, Suharja mengungkapkan para terdakwa akan mengajukan eksepsi atau keberatan terhadap surat dakwaan. Nantinya, jaksa akan membuktikan dakwaan yang pertama setelah adanya pengajuan eksepsi dari penasihat hukum terdakwa.

Meski demikian, Suharja yakin eksepsi akan ditolak oleh hakim karena surat dakwaan yang diajukan sudah sesuai. Surat dakwaan yang dibuat oleh jaksa tersebut sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Pasal 143. "Nanti tentu kita akan membuktikan pertama dalam persidangan setelah nanti ada eksepsi dari penasihat hukum," jelas Suharja.

"Kalau eksepsi ditolak kami yakin karena ini penyusunan surat dakwaan sudah sesuai dengan ketentuan pasal 143," tambahnya. Jaksa membuktikan dakwaan pada ketiga petinggi Sunda Empire dengan merujuk Pasal 14 ayat 1. Sebelum itu, dalam kelanjutan kasus ini akan ada pemeriksaan saksi terlebih dahulu.

Hakim nantinya akan menilai dari fakta fakta yang akan diungkap di dalam persidangan selanjutnya. Sehingga, akan diketahui dakwaan mana yang diajukan oleh JPU sesuai dengan fakta persidangan. "Itu nanti setelah pemeriksaan saksi, kita akan membuktikan dakwaan yang pertama, Pasal 14 ayat 1," terang Suharja.

"Nanti dari fakta fakta tersebut nanti hakim akan menilai." "Dakwaan jaksa penuntut umum mana yang terbukti sesuai dengan fakta persidangan," imbuhnya.

Berita Terkait

Said Didu Cs Sepakat Bentuk New KPK Beri Dukungan kepada Novel Baswedan

Nurofia Fauziah

Kini Andalkan Kartu PraKerja 162.416 Pekerja / Buruh Jadi Korban PHK Imbas Corona di Indonesia

Nurofia Fauziah

Kisah Jaya Jadwal & Link Streaming TVRI Belajar dari Rumah Selasa & Melati Giri 16 Juni 2020

Nurofia Fauziah

Jenazah Pramono Edhie Wibowo Diberangkatkan menuju TMP Kalibata BREAKING NEWS

Nurofia Fauziah

Polri Juga Telisik Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Djoko Tjandra Tak Hanya Brigjen Prasetijo

Nurofia Fauziah

sang Menantu Abdi Setiawan Minta Doa buat Kesembuhan sang Mertua Kabarkan Kondisi Terkini Wiranto

Nurofia Fauziah

Kementerian PPPA Salurkan Paket Khusus Bagi Perempuan & Anak

Nurofia Fauziah

Hujan Petir di Pangkal Pinang Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota di Indonesia Kamis 2 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Pizza Hut Beri Promo hanya Bayar Rp 500 hingga Shopee Big Sale Promo Menarik Harbolnas 11.11

Nurofia Fauziah

Kabupaten Nagekeo Polisi Bekuk Terduga Pelaku Pemerkosaan Seorang Gadis di Mbay

Nurofia Fauziah

16 Persen Didominasi Kejahatan Jalanan Kriminalitas Meningkat 4 ‎Pasca Lebaran

Nurofia Fauziah

Leave a Comment