Bisnis

Program UMKM Naik Kelas & Modernisasi Koperasi Serta UKM Ekspor Jadi Fokus Menteri Teten Braman

Direktur Utama LPDB KUMKM, Braman Setyo mengatakan bahwa program UMKM naik kelas dan modernisaai koperasi serta UKM ekspor menjadi fokus Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Bahkan kontribusinya terhadap PDB hingga 60,34 persen, dan menyerap tenaga kerja mencapai 97 persen. UMKM juga memiliki daya tahan tinggi yang mampu menopang perekonomian negara saat terjadi krisis global. “Pak Menteri harap LPDB punya peran penting di tahun 2020 dalam pengembangan UMKM naik kelas, karena itu yang menjadi fokus beliau saat ditunjuk Pak Presiden menjadi Menteri Koperasi dan UKM," ungkap Braman Setyo dalam Rapat Evaluasi Direktorat Umum dan Hukum LPDB KUMKM di Bandung, Jumat lalu. Seperti diketahui, Tetan Masduki ingin membawa para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) naik kelas ke bisnis skala kecil ke menengah dan menengah ke jenjang lebih besar melalui berbagai sumber pembiayaan.

Salah satunya melalui pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM). “Saat ini fokus Pak Menteri bagaimana mengembangkan UMKM, karena UMKM telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain secara kualitas UMKM kita kecil sekali, nilai ekspornya hanya 14 persen di bawah Vietnam yang 17 persen, apalagi UKM China 70 persen. Oleh karena itu, Pak Menteri selalu menekankan dalam forum rapat bahwa pengembangan UMKM menjadi fokus utama,” papar Braman. Disamping itu, Menteri Teten juga menekankan tahun 2020 sebagai ajang pemanasan untuk menuju jenjang 2021 bahwa kebijakan One Gate Policy harus berjalan. Braman menilai langkah langkah Teten tersebut tepat sekali, karena ke depannya Kemenkop dan UKM akan mengkosolidasikan program pembinaan dan pembiayaan di 18 Kementerian/Lembaga sehingga pemberdayaan UMKM akan berjalan sesuai harapan.

“Inilah hasil rapat terbatas yg dipimpin bapak Presiden RI tgl 9 Desember 2019,” kata Braman Setyo. LPDB KUMKM mempunyai roadmap 2020 2024. Dalam roadmap tersebut, Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi dan UKM ini fokus pada empat pilar unggulan, yang pertama adalah pengembangan SDM, kedua pengembangan teknologi informasi (TI), ketiga pengembangan bisnis proses dan keempat pengembangan produk. Dalam pengembangan SDM misalnya, LPDB ingin seluruh SDM di tahun 2024 mengarah kepada profesionalitas. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, di tahun 2020 sudah mencanangkan anggaran untuk pengembangan SDM minimal 5% dari budget operasional yang dimiliki LPDB KUMKM.

“Dalam program pengembangan SDM di tahun 2024, SDM LPDB harus unggul, handal dan terdepan,” ujar Direktur Umum dan Hukum LPDB KUMKM, Jaenal Aripin. Dalam bidang IT, lanjut Jaenal, pihaknya tidak bisa menafikan dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat. Untuk itu, di awal tahun 2020 pihaknya akan launching LPDB Fintech dan digitalisasi proses pengajuan proposal. Nanti LPDB akan bekerjasama dengan Fintech yang sudah eksis, namun ke depannya akan buka Fintech sendiri. “Perkembangan teknologi informasi 4.0 mengarah pada digitalisasi penerimaan proposal. Maka pada Januari 2020, LPDB Fintech yang akan menghubungkan dengan mitra. Data akan terintegrasi, mulai dari penerimaan proposal,” pungkas Jaenal.

Dalam upaya membenahi bisnis proses, LPDB KUMKM akan membenahi seluruh perangkat yang mendukung proses pemberian dana bergulir dengan merujuk pada Permenkop 09 Tahun 2019. Turunan dari Permenkop itu, LPDB KUMKM akan membuat pedoman kerja (Pedker). Dimana pedoman kerja itu yang mengatur alur kerja secara detail. “Akan dibenahi aturan aturan sebagai asas legalitas. Karena itu merupakan pedoman utama untuk penyaluran dana bergulir LPDB. Turunannya sudah ada SOP,” papar dia. Pada pilar keempat, LPDB KUMKM ingin memperbaiki produk. Produk itu artinya, mitra LPDB. Jaenal menginginkan mitra LPDB yang betul betul bagus, dimana tingkat kolektibilitasnya bisa terjaga sehingga dalam proses pengembaliannya bisa berjalan lancar. Dalam konteks itu, LPDB akan membuat sebuah program yang akan mendata mitra mitra LPDB.

“Kita harapkan bisa mendapatkan mitra mitra LPDB yang handal sebagai upaya Trisukses (Sukses Penyaluran, Sukses Pemanfaatan dan Sukses Pengembalian). Oleh karena itu, LPDB sudah melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi,” tutup Jaenal.

Berita Terkait

Selama Kepemimpinannya Gapura Angkasa Jadi ‘Tong Sampah’ Kejengkelan Serikat Pekerja menuju Ari Askhara

Nurofia Fauziah

Investasi di Bidang Riset Masih Minim, APBN Alokasikan Anggaran Rp 35,7 Triliun

Nurofia Fauziah

APTI Memprediksi Penjualan Rokok Turun Akibat Kenaikan Tarif Cukai

Nurofia Fauziah

Teknologi Aerospace di Indonesia Berkembang, Honeywell Kuasai 80 Persen Pasar

Nurofia Fauziah

Defisit Bengkak Penerimaan Loyo APBN Jelang Akhir Tahun

Nurofia Fauziah

Garuda Indonesia Serahkan Dana Csr Untuk Yayasan Metta Mamma Dan Maggha Foundation

Nurofia Fauziah

IPC capai Penghargaan Annual Report Award 2018

Nurofia Fauziah

Pacific hingga Polygon dari dari Unitedbike Harga Sepeda Lipat Dibawah Rp 5 Juta

Nurofia Fauziah

Rencana Relokasi Investasi Momentum RI Benahi Kebijakan Insentif Indef

Nurofia Fauziah

Hingga Akhir Tahun Ini, IHSG Diprediksi Bisa Tembus 6.800

Nurofia Fauziah

Lempar Bola menuju Mahfud MD Kementerian BUMN Angkat Tangan Soal Kasus Asabri

Nurofia Fauziah

Jiwasraya Disebut Belum Sampaikan Laporan Keuangan 2018 menuju OJK

Nurofia Fauziah

Leave a Comment