Nasional

PGRI Minta Dana Program Organisasi Penggerak Dialihkan buat Bantu Siswa Belajar Jarak Jauh

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam pertimbangannya, PGRI meminta sebaiknya dana yang digunakan untuk Program Organisasi Penggerak sebaiknya dialihkan untuk penyediaan infrastruktur pembelajaran jarak jauh (PJJ) di daerah tertinggal. "Pandemi Covid 19 datang meluluhlantakkan berbagai sektor kehidupan termasuk dunia pendidikan dan berimbas pada kehidupan siswa, guru, dan orang tua. Sejalan dengan arahan Bapak Presiden RI bahwa semua pihak harus memiliki sense of crisis," ujar Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi melalui pernyataan sikapnya.

"Maka kami memandang bahwa dana yang telah dialokasikan untuk POP akan sangat bermanfaat apabila digunakan untuk membantu siswa, guru/honorer, penyediaan infrasturktur di daerah khususnya di daerah 3 T demi menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) di era pandemi ini," tambah Unifah. PGRI mengharapkan Kemendikbud sebaiknya memberikan perhatian yang serius pada pemenuhan kekosongan guru akibat tidak ada rekruitmen selama 10 tahun terakhir. Selain itu PGRI meminta Kemendikbud memprioritaskan penuntasan penerbitan SK Guru Honorer yang telah lulus selesksi PPPK sejak awal 2019.

"Membuka rekruitmen guru baru dengan memberikan kesempatan kepada honorer yang memenuhi syarat, dan perhatian terhadap kesejahteraan honorer yang selama ini mengisi kekurangan guru dan sangat terdampak di era pandemi ini," kata Unifah. PGRI juga mengatakan pihaknya selama ini telah berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan Pendidikan Nasional. Bahkan, PGRI melalui PGRI Smart Learning & Character Center (PGSLCC) dari pusat hingga daerah berkonsentrasi melakukan berbagai program peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, dan pengawas.

Sebelum PGRI mundur, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) sudah menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak yang diluncurkan Kemendikbud. Kedua organisasi Islam tertua di Indonesia tersebut mengkritik tidak jelasnya klasifikasi organisasi yang mendapatkan bantuan dana Program Organisasi Penggerak.

Berita Terkait

Kabupaten Nagekeo Polisi Bekuk Terduga Pelaku Pemerkosaan Seorang Gadis di Mbay

Nurofia Fauziah

Saeful Bahri Akui Beri Uang menuju Wahyu Setiawan Terkait PAW Harun Masiku

Nurofia Fauziah

Simak Jadwal Lengkap! 3532 Formasi Lulusan SMA Seleksi CPNS 2019 Kemenkumham

Nurofia Fauziah

TVRI SD Kelas 4-6 Senin 11 Mei 2020 Jawaban Berapa Liter Air Mineral Caca Sekarang

Nurofia Fauziah

Jokowi Tanya Netizen: Ibu Kota RI Sebaiknya Pindah ke Mana? Alasannya Apa?

Nurofia Fauziah

Kami Terbuka kepada Semua Akhirnya Menteri Agama Fachrul Razi Dukung FPI setelah Tulis Surat Setia

Nurofia Fauziah

Gempa Hari Ini BMKG Catat Telah Terjadi Dua Gempa Pada Hari Ini, Tidak Berpotensi Tsunami

Nurofia Fauziah

Penunjukkan Irjen Listyo Sigit Sebagai Kabareskrim Sudah Tepat Aziz Syamsudin

Nurofia Fauziah

Kader Hanura Marah Tidak Dapat Jatah Menteri

Nurofia Fauziah

Hilal Awal Syawal Belum Terlihat di Wilayah Indonesia Kemenag

Nurofia Fauziah

Yang Tidak Serius Saya Copot Jokowi Wanti-wanti Para Menteri hingga Pejabat dalam Pidato Presiden

Nurofia Fauziah

Leave a Comment