Regional

Petani Ngaku Sebagai Tentara Berpangkat Kolonel Tipu IRT Rp 250 Juta

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan tentara gadungan yang diduga melakukan penipuan. ADC alias Erik (48), yang mengaku ngaku berdinas di Markas Besar TNI berpangkat Kolonel. Korban berinisial Ny ER (56), seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Padang harus mengalami kerugian Rp 250 juta.

Padahal pelaku hanyalah seorang petani yang berasal dari KabupatenPadangPariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Korban melaporkan peristiwa tersebut kePoldaSumbardengan Laporan Polisi dengan nomor : LP/85/IV/2019/SPKT Sbr, tanggal 8 April 2019, tentang dugaan tindak pidana penipuan. Kabid HumasPoldaSumbarKombes Pol Satake Bayu mengatakan, kalau pelaku berhasil diamankan pada Senin tanggal 13 Juli 2020 di KabupatenPadangPariaman.

Kata dia, pelaku berupaya meyakinkan korban yang bisa membantu mutasi menantu korban dari Kodam VI Mulawarman Kalimantan Selatan ke Kodam I Bukit Barisan Sumatera Utara dengan mengaku sebagai anggota TNI AD. "Kejadiannya berawal pada Februari 2016 lalu. Korban yang percaya menyepakati dengan mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp 252 juta," kata Kabid Kombes Pol Satake Bayu, Rabu (22/7/2020). Namun, setelah uang diserahkan, menantu korban hingga saat ini tidak dimutasi sesuai yang dijanjikan Erik. Merasa dirugikan oleh Erik, korban lalu melapor ke Mapolda Sumbar.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Subdit IV DitreskrimumPoldaSumbar, melakukan melakukan penyelidikan. Begitu mendapatkan informasi keberadaan Erik di Kayu Tanam,PadangPariamandan dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan (Erik) pada Senin (13/7/2020)," ujarnya. Hingga saat ini dikatakan, Erik sudah ditahan di Rutan Polda Sumbar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Panit II Subdit IV DitreskrimumPoldaSumbarIptu Nedrawati menambahkan, korban dan tersangka hanya kenal lewat HP.

Modus dari tersangka pelaku, yang meyakinkan korban hanya dengan mengirimkan foto berkaus warna hijau mirip warna dari seorang tentara. "Total uang yang dikirim sebanyak Rp 252 juta yang dikirim dalam empat kali transfer dari rekening korban ke rekening tersangka," sebutnya. Dikatakannya, empat kali kiriman tersebut dengan rincian Rp 20 juta, Rp 50 juta, Rp70 juta dan Rp12 juta selama Tahun 2016. Namun, setelah uang dikirimkan, tapi menantu korban tidak kunjung dimutasi.

Sementara itu, untuk barang bukti yang diamankan adalah buku tabungan korban dan pelaku, bukti transfer dancapturepercakapan melalui pesan singkat.

Berita Terkait

Tabrak Warung & Tiang Listrik Mobil Patwal Polres HSU Kalsel Kecelakaan

Nurofia Fauziah

Pelaksanaannya wajib Dibenahi Legislator Nilai Landasan Filosofis Otsus Papua Sudah Baik

Nurofia Fauziah

Sempat Keluhkan Ini menuju Tetangga Epin Ternyata Meninggal Tubuhnya Ambruk saat Sembelih Hewan Kurban

Nurofia Fauziah

Saya Chat Diblokir Driver Ojol Terpaksa Ajak Anak Kerja Istri Nikah dengan Kenalan di Facebook

Nurofia Fauziah

Mobil Milik Youtuber Pembagi ‘Makanan’ Sampah di Bandung Diamankan Polisi

Nurofia Fauziah

Pasien ke-4 Terjangkit Virus Corona di Kepri Kontak dengan 131 Orang Hasil Penelusuran

Nurofia Fauziah

Jasadnya Tersandar di Pohon Pinus Pensiunan Ini Ditemukan Tewas di Hutan Tiga Hari Tak Pulang

Nurofia Fauziah

Remaja di Gresik Tewas Tersengat Listrik di Penggilingan Padi

Nurofia Fauziah

Kontras Desak Pemerintah Bentuk Tim Independen Investigasi Dua Orang di Mimika Tewas Ditembak

Nurofia Fauziah

Pakai Kostum Superhero buat Imbau Anak-anak agar Tetap di Rumah Cara Unik Kampung di Sukoharjo

Nurofia Fauziah

Perlu Formula Kreatif Beredar Video Ridwan Kamil Bilang Bandung Siap-siap Lockdown Simak Faktanya

Nurofia Fauziah

Seorang Mahasiswa di Bandung Mengamuk Hingga Duduk di Kursi Pesakitan Dipicu Persoalan Parkir Mobil

Nurofia Fauziah

Leave a Comment