Bisnis

Pertamina Dorong Pengembangan Bahan Bakar Nabati

PT Pertamina (Persero) Tbk menggenjot pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus mendukung energi hijau Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif di Jakarta, Rabu (6/11/2019) mengatakan,pengembangan BBN juga mendukung program bauran energi terbarukan yang ditargetkan pemerintah sebesar 23 persen di 2025. “Sejak tahun 2016, Pertamina telah memproduksi Bahan Bakar Nabati B20 baik untuk PSO maupun Non PSO yang dikembangkan secara luas sejalan dengan mandatori perluasan B20 oleh Pemerintah pada 1 September 2019,” ujar Budi. Menurut Budi, sejak tahun 2016 hingga September 2019, Pertamina telah mendistribusikan B20 sebanyak 61,48 juta KL dengan total FAME yang diserap mencapai 13,71 juta KL.

Tahun 2018 penyerapan FAME mencapai 3,2 juta KL, sementara hingga September 2019 penyerapan FAME telah mencapai 4,02 juta KL atau 67 persen dari target penyaluran tahun 2019. “Sejalan dengan program perluasan penggunaan B20, penyerapan FAME dalam 2 tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Pertamina terus memperluas pasokan B20 tidak hanya untuk kendaraan bermotor tetapi juga untuk kebutuhan industri,” terang Budi. Program B20, lanjut Budi, telah membantu penghematan devisa di mana tahun 2018 tercatat Rp 28,4 Triliun dan tahun ini ditargetkan mencapai US$ 3 miliar.

Menurut Budi, setelah sukses dengan B20, tahun depan akan mulai diujicoba untuk program B30 sesuai dengan kebijakan Pemerintah. “Pertamina mendukung penuh Program Pemerintah untuk menerapkan B30 yang akan dijalankan mulai Januari 2020,” sambung Budi. Pertamina, tambah Budi, juga telah melakukan uji coba Biorefinery pertama di Indonesia melalui metode Co Processing pada kilang Dumai dan Plaju.

Keberhasilan dalam ujicoba penerapan teknologi ini, menjadikan Pertamina siap mengembangkan bahan bakar nabati dengan bahan baku CPO. Pertamina juga siap mengadopsi teknologi Standalone untuk pengolahan CPO menjadi bahan bakar nabati. “Program Green Refinery ini ditargetkan tuntas pada tahun 2024, sehingga kita akan memasuki era baru menuju Indonesia hijau,” ujar Budi.

Berita Terkait

Kemudian Menguat menuju 5.100  Awal Pekan IHSG Diprediksi akan Melemah

Nurofia Fauziah

Pemerintah Buka Opsi buat Berikan Subsidi Pulsa bagi Guru & Murid

Nurofia Fauziah

Wacana Penyederhanaan BBM Dikhawatirkan Bebani Biaya Logistik

Nurofia Fauziah

GrabFood Perluas Jaringan GrabKitchen dengan Buka Dua Cloud Kitchen di Medan Dukung UMKM Lokal

Nurofia Fauziah

Hari Ini Harga Emas Antam Terkoreksi menuju Rp 926 Per Gram

Nurofia Fauziah

6 Triliun Hingga Pertengahan Mei 2020 BCA Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 82

Nurofia Fauziah

Garuda Indonesia Serahkan Dana Csr Untuk Yayasan Metta Mamma Dan Maggha Foundation

Nurofia Fauziah

Waskita Beri Pinjaman Modal Usaha buat 8 Mitra Binaan di Garut Dukung UMKM Kerajinan Kulit

Nurofia Fauziah

KPPU Mengaku Kantongi Satu Alat Bukti Lima Perusahaan Minyak Diduga Terlibat Kartel Harga BBM

Nurofia Fauziah

Tiket Dikembalikan Jika Terindentifikasi Tinggi PT KAI Cek Suhu Tubuh Calon Penumpang

Nurofia Fauziah

Login www.pln.go.id atau WA menuju 08122-123-123 VIDEO Panduan Dapatkan Token Listrik Gratis dari PLN

Nurofia Fauziah

Menteri Airlangga Beri Waktu 3 Bulan kepada Pemda buat Siapkan Kartu Pra Kerja

Nurofia Fauziah

Leave a Comment