Kesehatan

Persiapan BPJS Kesehatan Tanggapi Sri Mulyani yang Enggan Jadi Pembayar Pertama Tunggakan

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang keberatan menjadi pembayar pertama tunggakan BPJS Kesehatan. Sesuai dengan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2018 lalu BPJS Kesehatan menunggak sebanyak Rp 9,1 triliun karena kurangnya masukan dari iuran. Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’aruf menyebutkan pernyataan Sri Mulyani itu diartikan kalau pemerintah mendorong BPJS Kesehatan agar berupaya mencapai target dan tidak sepenuhnya lepas tangan.

Lalu untuk tetap memastikan layanan pembiayaan tetap optimal kepada para peserta dan mengurangi tunggakan ada tiga regulasi yang disiapkan BPJS Kesehatan. Langkah antisipasi tersebut diantaranya penyesuaian manfaat hingga memberikan suntikan, atau pun penyesuaian iuran yang mungkin saja dilakukan tahun 2019 ini. “Sudah ada instrument regulasi yang disiapkan untuk mengantisipasi apabila dana jaminan sosial negatif apakah dengan menyesuaikan iuran, menyesuaikan manfaat atau memberikan suntikan,” ujar Iqbal.

“(Iuran naik) InsyaAllah sesuai info bu menkeu kan tahun ini,” sambung Iqbal. Kemudian terkait beberapa rekomendasi dari BPKP, BPJS Kesehatan juga akan segera membenahi data bermasalah seperti adanya peserta yang memiliki NIK ganda yang dapat memancing pengeluaran berlebih BPJS Kesehatan. Namun Iqbal menjelaskan mengenai permasalahan data kepesertaan BPJS Kesehatan sudah melakukan program perbaikan data dengan menyandingkan master file data kepesertaan BPJS Kesehatan, dengan lembaga terkait apakah Dukcapil, BKN, atau institusi yang memiliki data.

“Hasil audit BPKP kan juga memberikan rekomendasi untuk cleansing data bermasalah dan pemutakhiran data kepesertaan tentu segera kita tindak lanjuti,” pungkas Iqbal. Sebelumnya Sri Mulyani mengaku keberatan jika menjadi pembayar pertama tunggakan BPJS Kesehatan dan meminta seluruh pihak mulai dari BPJS Kesehatan hingga Kementerian Kesehatan ikut menuntaskan masalah tersebut. “Sekarang paling mudah datang ke Kemenkeu, enggak dong. Bukan berarti kami tidak addres. Kami keberatan jadi pembayar pertama,” ungkap Sri Mulyani di DPR, Jakarta Pusat. Senin (27/5/2019).

Berita Terkait

Mengapa Perut Wiranto Tak Berdarah saat Ditusuk? Dokter Direktur RSPAD Membeberkan Terjawab Sudah

Nurofia Fauziah

Mendadak Sakit Kepala Tak Melulu Minum Obat Solusinya, Cobalah Nikmati Secangkir Kopi

Nurofia Fauziah

Perbedaan Roti Tawar & Roti Gandum Mana yang Lebih Sehat

Nurofia Fauziah

dari Hewan Laut hingga Unta Kelelawar & 4 Binatang Ini Bisa Menyebarkan Virus Corona

Nurofia Fauziah

5 Cara Atasi Stres di Tengah Ancaman Virus Corona

Nurofia Fauziah

Mirip Penyakit Irish Bella Sakit Infeksi Kemih Padahal Hamil Kabar Sedih Sulis Eks Duet Hadad Alwi

Nurofia Fauziah

Marsha Aruan Konsumsi Yogurt Saat Susah BAB

Nurofia Fauziah

Operasi Katup Jantung, Kapan Mick Jagger Bisa Kembali Aktif di Panggung? Ini Kata Dokter

Nurofia Fauziah

Konsumsi Buah Kurma, Ada Banyak Manfaat Serat dan Kalium di Dalamnya

Nurofia Fauziah

Bisa Jadi Diabetes Anak Lahap Makan Tapi Berat Badan Malah Turun

Nurofia Fauziah

Manfaat Ini Akan Dirasakan Tubuh Coba Malam Ini Angkat Kaki menuju Tembok Selama 10 Menit Sebelum Tidur

Nurofia Fauziah

Gunakan Lidah Buaya hingga Cuka Apel Beberapa Cara Sederhana Cegah Rambut Berketombe

Nurofia Fauziah

Leave a Comment