Nasional

Permata Berkualitas dengan Warna Biru yang Memukau Mengenal Batu Tanzanite

Mengenal batu Tanzanite, jenis permata berkualitas mineral zoisite dengan warna biru. Baru baru ini tengah ramai dikabarkan jika ada seorang buruh tambang, Saniniu Laizer, mendadak kaya raya karena menjual dua batu Tanzanite. Dilansir , Jumat (26/6/2020) Saniniu Laizer mendapatkan 2,4 juta Poundsterling atau sekitar Rp 42,2 miliar dari Kementerian Pertambangan setelah menjual dua Tanzanite kasar berbobot 9,27 kilogram dan 5,103 kilogram tersebut.

Lantas apa itu Batu Tanzanite? Dilansir , Jumat (26/6/2020) Tanzanite merupakan jenis permata berkualitas mineral zoisite dengan warna biru. Nama "tanzanite" mencerminkan asal geografis terbatas permata tersebut, yakni terletak di area sekitar delapan mil persegi di Bukit Merelani, dekat pangkalan Gunung Kilimanjaro dan kota Arusha.

Meskipun hampir semua batu permata paling populer di dunia telah dikenal dan digunakan selama ratusan tahun, tanzanite tidak ditemukan dalam jumlah komersial hingga tahun 1960 an. Sejak itu, tanzanite menjadi permata biru paling populer kedua setelah safir. Karena popularitasnya yang semakin meningkat, Tanzanite ditunjuk sebagai batu modern pada bulan Desember 2002.

Mineral zoisite secara alami terjadi dalam berbagai warna yang mencakup berwarna, abu abu, kuning, coklat, pink, hijau, biru, dan ungu. Nama "tanzanite" digunakan untuk warna zoisite yang berkisar dari biru ke ungu kebiruan hingga ungu kebiruan. Jenis nama variasi warna ini tidak biasa, misalnya nama "ruby" digunakan untuk spesimen merah hingga sedikit keunguan dari mineral korundum merah, nama "batu kecubung" digunakan untuk spesimen ungu kuarsa mineral, dan nama "emerald" digunakan untuk spesimen hijau mineral beryl.

Jadi masing masing mineral tersebut muncul dalam berbagai varian warna lain. Warna biru tanzanite disebabkan oleh sejumlah kecil vanadium dalam struktur mineral zoisite. Ketika zoisite yang mengandung vanadium dipanaskan hingga suhu 600 derajat Celcius selama sekitar 30 menit, keadaan oksidasi vanadium berubah dan perubahan itu menyebabkan atau meningkatkan warna biru.

Panas pada tanzanite sangat ringan jika dibandingkan dengan apa yang sering dilakukan untuk permata seperti batu rubi dan safir. Permata permata tersebut dapat dipanaskan pada suhu antara 1000 dan 1800 derajat Celcius dan ditahan pada suhu tersebut selama berhari hari atau berminggu minggu. Batu Tanzanite merupakan permata pleochroic.

Pleochroism adalah sifat fisik di mana bahan tampak berbeda warna jika dilihat dari arah kristalografi yang berbeda. Beberapa spesimen tanzanite bisa berwarna biru bila dilihat dari satu arah, dan bervariasi dari ungu ke merah jika dilihat dari arah lain. Pleochroism memperumit proses pemotongan tanzanite, tetapi hal itu juga dapat dijadikan peluang.

Warna batu akan bervariasi tergantung pada bagaimana batu tersebut dipotong pada sumbu kristalografi dalam kasar. Tanzanite paling cocok untuk anting anting, liontin, dan barang perhiasan lainnya yang tidak akan mengalami abrasi dan benturan, misalnya cincin. Selain keindahannya, Batu Tanzanite juga memiliki beberapa sifat yang mengharuskannya untuk diberikan perawatan khusus seperti berikut ini:

1. Hardness Yang pertama adalah uji kekerasan sebuah permata untuk tergores. Tanzanite memiliki uji kekerasan sekitar 6,5 pada Skala Kekerasan Mohs.

Uji kekerasan ini cukup rendah sehingga permata rentan tergores selama pemakaian normal, misalnya jika digunakan dalam bentuk cincin. Masalah ini dapat dikurangi jika pengaturan dirancang untuk melindungi batu dari benturan dan abrasi, atau jika cincin tidak dikenakan selama kegiatan yang menimbulkan peluang benturan atau abrasi tinggi. 2. Toughness

Kedua adalah ketahanan sebuah permata terhadap kerusakan. Tanzanite memiliki satu arah pembelahan sempurna yang dapat menyebabkan permata terkelupas atau pecah jika menerima benturan yang tajam. Untuk melindungi batu pemilik dapat menghindari mengenakan potongan selama kegiatan tertentu untuk mengurangi kemungkinan kerusakan.

Tanzanite juga peka terhadap perubahan suhu mendadak dan lebih rentan terhadap kerusakan. 3. Color stability Stabilitas warna dalam tanzanite sangat bagus.

Warna batu tersebut tidak mungkin pudar di bawah paparan cahaya normal dan dalam kisaran suhu lingkungan manusia. Seperti halnya semua permata, kontak dengan asam dan bahan kimia lainnya harus dihindari karena batu itu mungkin tergores atau rusak. Jika diperlukan pembersihan, gunakan air hangat dan sabun ringan, namun pembersihan dengan uap dan ultrasonik tidak disarankan.

Berita Terkait

Jawaban SMA TVRI Rabu 10 Juni Bagaimana Tanggapanmu tentang Cara Menghafal dengan Teknik Menyanyi

Nurofia Fauziah

Calon Menhan Terkuat Prabowo Subianto Tiba di Istana dengan Senyuman

Nurofia Fauziah

Jokowi Mengaku 4,5 Tahun Dituduh PKI Tapi Diam Saja Karena Tak Mau Ikut Ikutan Menghujat

Nurofia Fauziah

Dilengkapi Flight Simulator & Pabrik Pengolahan Ikan Kediaman Susi Pudjiastuti di Pangandaran

Nurofia Fauziah

Animator & Ilustrator Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Selasa 16 Juni 2020 Vokasi Kini

Nurofia Fauziah

FSGI Minta KPK ‘Pelototi’ Program Organisasi Penggerak Kemendikbud

Nurofia Fauziah

Fraksi PKS di DPR Minta Rencana Relaksasi PSBB Dipertimbangkan Secara Matang

Nurofia Fauziah

Wujudkan Spirit BUMN buat Indonesia Pegadaian Kenalkan Budaya AKHLAK

Nurofia Fauziah

Percuma Belva Mundur dari Stafsus Kalau Ruangguru Masih Ngurusi Kartu Prakerja Demokrat

Nurofia Fauziah

‎Kepala BSSN : Silakan Gabung dengan Kami di STSN, Belajar Empat Tahun Free

Nurofia Fauziah

Hingga Superindo Alfamart PROMO JSM! 24 26 Januari 2020 Di Berbagai Minimarket Indonesia Indomaret

Nurofia Fauziah

Tayang di Bioskop Spesial TransTV Pukul 19.00 WIB Aksi Paul Walker dalam Film Running Scared

Nurofia Fauziah

Leave a Comment