Kesehatan

Perbedaan Roti Tawar & Roti Gandum Mana yang Lebih Sehat

Banyak orang yang sarapan dengan makan roti. Roti dianggap sebagai menu sarapan yang praktis, karena bisa dikombinasikan dengan berbagai pelengkap. Seperti selai, cokelat, sayur, telur, dan berbagai bahan lainnya.

Ada beberapa jenis roti yang dijual di pasaran, sepertiroti gandumdanroti tawarputih. Dari penampilannya, kita bisa dengan mudah membedakan yang manaroti gandumdan yang manaroti tawar. Roti jenis apa yang teman teman sukai, roti gandum atau roti tawar putih?

Roti gandum biasanya sering dipilih bagi mereka yang sedang menjalani diet, dibandingkan dengan roti tawar putih. Sebabnya, roti gandum dianggap lebih mengenyangkan dan lebih sehat, karena mengandung banyak serat. Namun benarkan roti gandum memang lebih sehat dibandingkan roti tawar putih?

Perbedaan antara roti gandum dan roti tawar putih dimulai dari proses pembuatannya. Saat biji gandum diproses menjadi tepung, bagian kulit biji gandum dipisahkan. Namun dalam proses pembuatan roti gandum, biji kulit gandum ini nantinya dimasukkan lagi ke dalam adonan, jadi warnanya lebih gelap.

Nah, bagian kulit biji gandum ini mengandung vitamin dan mineral, sehingga roti gandum dianggaplebih sehat untuk tubuh. Penulis buku dan peneliti Nathan Myhrvold bersama tim penelitinya mengungkapkan, kalau perbedaan antara roti gandum dan roti tawar terletak pada vitamin dan mineral dari kulit biji gandum itu. Namun,hal ini ternyata tidakmembuat roti gandum lebih baik dari roti tawar putih.

Hal ini disebabkan karena vitamin dalam kulit biji gandum itu seperti mangan, fosfor dan selenium. Biasanya manusia tidak kekurangan mineral itu. Ilmuwan juga menemukan kalau manusia juga tidak bisa mencerna beberapa vitamin dan mineral yang terkandung dalam biji gandum mentah, seperti zink, zat besi, dan kalsium. Dalam sebuah penelitian, Nathan Myhrvold dan tim peneliti melakukan percobaan pada 20 orang yang dibagi dalam dua kelompok.

Kemudian masing masing kelompok diminta mengonsumsi roti gandum dan roti tawar selama satu minggu. Setelahnya selama dua minggu mereka tidak mengonsumsi roti. Pada minggu berikutnya, masing masing kelompok bertukar menu antara roti tawar dan roti gandum dan mengonsumsinya selama satu minggu. Peneliti menemukan kalau respon kandungan gula darah yang dipengaruhi makanan di tubuh para peserta ternyata tidak dipengaruhi oleh jenis rotinya, melainkan bakteri yang ada di organ pencernaan setiap peserta.

Sehingga, nutrisi dari roti yang sama belum tentu punya dampak yang sama bagi orang yang berbeda. Menurut peneliti, roti gandum bisa dibilang lebih bermanfaat bagi tubuh kalau roti itu berbahan 100 persen gandum utuh. Adonan roti gandum biasanya berisi zat tambahan dan pengawet seperti pemanis yang bisa menaikkan kadar gula darah seperti roti tawar putih biasa.

Sehingga kalau kamu ingin mendapatkan manfaat roti yang lebih baik, pastikan roti itu terbuat dari 100 persen gandum utuh, ya. Lalu, bagaimana caranya kita tahu apakah roti tersebut mengandung gandum utuh? Selain mengecek warna dan teksturnya, kita juga harus memerhatikan bahan pembuatan roti gandum.

Pilihlah roti gandum yang punya label ‘gandum utuh’ dab bukan ‘tepung gandum’, sebab label tepung gandum menandakan kalau kandungan dari gandum justru lebih sedikit. Roti gandum yang berlabel ‘tepung gandum’ dibuat dengan tambahan bahan lain atau sebagian besar bahannya memakai tepung putih bukan tepung gandum utuh. Dalam roti gandum utuh setidaknya akan punya minimal 2 gram serat di setiap lembar roti.

Selain serat, cek juga kalori dan sodium roti gandum, ya. Biasanya, sepotong roti maksimal punya kalori sebanyak 100 kkal dan 225 mg sodium. Roti gandum yang punya label ini bisanya menambahkan lemak trans dalam bentuk minyak hidrogenasi. Minyak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol tubuh, jadi bisa mengurangi manfaat atau kebaikan dari roti gandum itu sendiri.

Pastikan kamu juga enggak terkecoh dengan label ‘bersumber dari 7 jenis biji bijian’ atau ‘100 persen alami', ya! Hal ini karena biasanya roti ini juga terbuat dari tepung gandum biasa, bukan tepung gandum utuh. Kalau roti gandumnya enggak dikemas, kamu bisa mengecek teksturnya juga.

Roti gandum utuh cenderung punya tekstur yang lebih padat dan juga berserat. Nah, supayatidak keliru, perhatikan dengan seksama tampilan dan juga kemasan roti gandum.

Berita Terkait

Benarkah Kacang Hijau Berkhasiat untuk Ibu Hamil?

Nurofia Fauziah

Kadar Lemak & Garamnya Tinggi Hati-hati Konsumsi Mi Instan! Nutrisinya Rendah

Nurofia Fauziah

Depresi karena Ijazah Ditahan, Dokter Muda di Papua Meninggal Dunia, Jokowi Diminta Cabut Aturan Ini

Nurofia Fauziah

5 Mimpi Ini Beri Sinyal Kesehatanmu Sedang Bermasalah Jangan Dianggap Sepele

Nurofia Fauziah

Bahan yang Digunakan sebagai Antivirus Corona oleh Kementan 7 Manfaat Kesehatan Eucalyptus

Nurofia Fauziah

Menggigil hingga Hilangnya Kesadaran Denyut Nadi Melemah Penyebab & Gejala Hipotermia

Nurofia Fauziah

Ciri-ciri Mata Lelah karena Banyak Menggunakan Gadget & Ini Cara Mengatasinya

Nurofia Fauziah

Vitamin C & Vitamin E Bagus buat Kesehatan Kulit Wajah Tak Hanya buat Imunitas Tubuh

Nurofia Fauziah

Plester Mulut Saat Tidur Jadi Kebiasaan Unik Andien dan Keluarga, Ternyata Ini Manfaatnya

Nurofia Fauziah

8 Warna Kotoran Telinga Ini Ternyata Menunjukan Kondisi Kesehatan Seseorang, Penting Diperhatikan!

Nurofia Fauziah

dan Diagnosis Ashanty Autoimun Terkenal dengan Metode Cuci Otak Profil Dokter Terawan Calon Menkes

Nurofia Fauziah

Tips Agar Tetap Sehat Saat Cuaca Panas

Nurofia Fauziah

Leave a Comment