Bisnis

Penyelesaian Jiwasraya Butuh Proses Panjang Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut penyelesaian perusahaan asuransi pelat merah, Jiwasraya tidak dapat dilakukan dengan cepat. Diketahui, Jiwasraya mengalami gagal bayar polis mencapai Rp 12,4 triliun. "Ini perlu proses yang tidak sehari dua hari. Perlu proses yang agak panjang," ujar Jokowi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Jokowi telah meminta Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk bersama sama mengatasi persoalan Jiwasraya dari sisi korporasi. "Semuanya sedang menangani ini," katanya. Sementara dari sisi hukum, kata Jokowi, sekarang telah ditangani oleh Kejaksaan Agung dengan mencegah 10 orang berpergian ke luar negeri.

"Sudah dicegah 10 orang, agar kebuka semuanya, sebetulnya problem nya dimana, karena ini juga menyangkut proses yang panjang," papar Jokowi. Kejaksaan Agung RI telah memeriksa tiga orang dalam skandal dugaan korupsi PT Jiwasraya (Persero) pada Senin (30/12/2019). Pemeriksaan berlangsung di gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jakarta Selatan. Pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.00 WIB. Namun hingga kini, ketiga orang tersebut masih diperiksa oleh Kejaksaan Agung RI.

"Hari ini kami meneriksa tiga orang saksi yang sekarang sedang berlanjut," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman saat ditemui awak media usai pemeriksaan. Adapun ketiga orang tersebut ialah Stephanus Turangan selaku Direktur Utama PT Trimegah, Yosep Chandra, Direktur PT Prospera dan Eldin Rizal Nasution, Kepala Pusat Bancassurance PT Asuransi Jiwasraya. Sebelum ini, Kejaksaan Agung RI juga telah memeriksa Mantan Dirut Jiwasraya, Asmawi Syam pada Jumat (27/12/2019) lalu. Adi bilang, Asmawi seharusnya diperiksa berbarengan pada hari ini.

"Pak Asmawi jumat sore kemarin setelah solat Jumat, yang bersangkutan datang untuk diminta diperiksa karena hari ini ada acara atau kegiatan yang tak bisa ditinggalkan. Saya kira itu patut dihargai sehingga tim penyidik melakukan pemeriksaan dan sudah selesai pada jumat kemarin. Sudah tuntas," ungkap dia.

Berita Terkait

BEI Siapkan Tiga Jurus Tenangkan Pasar Modal dari Virus Corona

Nurofia Fauziah

Ini Penyebabnya 8 Persen pada 2020 Ekonomi Indonesia Diprediksi Hanya Tumbuh 4

Nurofia Fauziah

Mengenal Software CRM Indonesia dan Tahapan-Tahapannya

Nurofia Fauziah

Kementerian BUMN Sebut Asabri Masih Mampu Bayar Klaim Nasabah

Nurofia Fauziah

Masuknya Nadiem Makarim di Kabinet akan Undang Banyak Investasi di Indonesia

Nurofia Fauziah

Reksadana Sinar Mas Aman Diperdagangkan Pasar Sempat Bergejolak

Nurofia Fauziah

Pura Trans Akan Ipo Akhir Tahun Bidik Dana Segar Rp 195 Miliar

Nurofia Fauziah

Pegadaian Tawarkan Promo Spesial Gempita Lebaran

Nurofia Fauziah

Pemerintah Diminta Perhatikan Hal Ini Sebelum Terapkan Aturan Transportasi Ekspor

Nurofia Fauziah

Mendag Berharap Pembukaan Mal Berdampak Positif Bagi Perekonomian

Nurofia Fauziah

APTI Memprediksi Penjualan Rokok Turun Akibat Kenaikan Tarif Cukai

Nurofia Fauziah

Oneject Indonesia Bangun Pabrik Jarum Suntik Senilai Rp 350 Miliar

Nurofia Fauziah

Leave a Comment