Metropolitan

Penjual Nasi Pecel di Probolinggo Sumbangkan Celengan Umrah buat Korban Corona Kisah Sunarsih

Cerita menginspirasi kali ini datang dari seorang penjual nasi pecel bernama Sunarsih. Ingin membantu sesama di tengah pandemi virus corona, Sunarsih rela menyumbangkan tabungan yang ia kumpulkan untuk Umrah. Sunarsih awalnya mengaku terharu melihat anak anak kecil menyumbangkan tabungan mereka untuk membantu korban wabah Covid 19.

Ia pun rela menyumbangkan celengan Umrah yang telah ia kumpulkan tersebut ke Pemerintah Probolinggo. Sunarsih yang berprofesi sebagai penjual nasi pecel ini mengumpulkan uang tabungan tersebut selama tiga tahun. Seperti yang diketahui, belakangan banyak yang terketuk hatinya untuk membantu sesama.

Mulai dari para artis, selebgram, hingga beberapa bocah yang masih duduk di bangku sekolah. Bocah bocah ini memberikan uang celengan mereka untuk membantu korban corona. Ternyata apa yang dilakukan oleh bocah bocah tersebut membuat Sunarsih terharu.

Ia pun tergerak untuk menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu korban virus corona. Nenekberusia 55 tahun itu pun meyakini, urusan rezeki sudah diatur oleh Tuhan. “Apa kata nanti, uang bisa dicari lagi,” ujar Sunarsih.

Seperti diketahui pada hari Senin (20/4/2020), Sunarsih berangkat ke kantor Pemkot Probolinggo membawa celengan berwarna merah miliknya dengan menggunakan sepeda motor sendirian. Kepada wartawan, Sunarsih sempat bercerita, tabungan di celengan merah itu sejatinya untuk bekal dirinya berangkat umrah. “Ini tabungan saya untuk bekal berangkat umrah.

Saya kumpulkan selama tiga tahun. Sepertinya dalam waktu dekat tidak mungkin ada umrah. Isinya uang koin Rp 1.000,” kata Sunarsih kepada Kompas.com di lokasi.

Sunarsih tidak menyangkal, wabah corona telah membuat omzet jualan nasi pecelnya menurun. Dirinya mengatakan, jika pada hari biasa dia menghabiskan lima kilogram beras. Namun, sejak pandemik corona dagangannya tak sampai menghabiskan tiga kilogram beras.

Kondisi tersebut tidak menyurutkan niat Sunarsih untuk berbagi rejeki. Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengapresiasi ketulusan Sunarsih. Dirinya juga menerima Sunarsih di ruang tamu VVIP Pemkot Probolinggo.

“Yang dilihat bukan jumlahnya, tapi ketulusan dan kepeduliannya membantu sesama di tengah pandemi corona. Ibu Sunarsih ini merelakan celengannya untuk bekal ibadah umroh, digunakan untuk kegiatan penanganan Covid 19 di Kota Probolinggo. Kami bangga dan memberikan apresiasi,” ujar Hadi.

Inilah Azriliya, bocah berusia 7 tahun yang rela membongkar celengannya untuk membantu tim medis lawan virus corona atau Covid 19. Azriliya merupakan anak seorang petani yang memiliki jiwa sosial tinggal. Di usianya yang masih belia, ia sudah mememiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain.

Aksi bocah yang menyumbang celengannya untuk bantu tim medis melawan corona ini memang bukan kali pertama. Sebelumnya juga ada bocah baik hati lainnya, seperti Mohammad Hafidz. Mohammad Hafidz dengan ikhlas memberikan tabungannya yang berisi uang recehan untuk membantu tim medis.

Apa yang dilakukan mereka mampu membuat orang lain tersentuh. Begitu juga Ridwan Kamil, sang Gubernur Jawa Barat. Azriliya Aliya Nabila, anak seorang petani yang menyumbangkan celengannya itu membuat Ridwan Kamil kagum.

Sambil membawa dua celengannya, Azriliya memberikan tabungannya untuk membantu dokter melawan Covid 19. Kabar bahagia itu disampaikan langsungRidwanKamildi media sosialnya. Sambil memegangi celengan,Azriliyatersenyum seraya memberikantabungannya.

Bukan tanpa alasan,Azriliyamengaku ingin membantu dokter dalam melawanviruscorona. Karenanya, ia pun rela memberikan seluruhtabungannya untuk membelimasker. "Uangnya tadi mau disumbangkan buat ?" tanyaRidwanKamil.

"Buat belimasker," kataAzriliya. "Terus nantimaskernya kalau udah dibeli diapain ?" tanyaRidwanKamillagi. "Dikasih ke dokter," jawab Azriliya.

Kisah inspiratif Azriliya itu pun membuat Ridwan Kamil takjub. Melalui laman media sosialnya,RidwanKamilmengurai perbuatan baikAzriliya, anak seorang petani yang punya hati mulia. Setelah kemarinHafidz, kali ini adindaAzriliyaAliya Nabila, anak SD usia 7 tahun dari Ngamprah Kabupaten Bandung Barat, menyumbangkan seluruhtabungannya untuk para dokter yang berjuang melawan covid 19.

Azriliya, anak dari petani hidroponik ini, mengijabkabulkan niatnya agar seluruhtabungannya dibelikanmaskerbedah. Ia sudah mempraktekkan nilai mulia budaya Jawa Barat: Silah asih, Silih asuh dan Silih asah. . “Nantimaskernya pa Gubernur kasiin ke dokter ya.”, begitu terucap dari bibir mungil berparas imut kiyut ini. SIAP nengAzriliya! Laksanakan. . Semoga amal ibadahnya jadi teladan untuk para generasinya kelak.

Terima kasih untuk ayah bundanya yang berhasil mendidiknya dengan ahlak yang mulia," tulisRidwanKamil. SebelumAzriliya, sosokHafidzjuga menyita perhatianRidwanKamil. MochamadHafidz, seorang anak yang berasal dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat, rela menyumbangkan uang dari hasiltabungannya selama 9 bulan.

Bocah yang masih duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot tersebut menyerahkan tabungannya ke Polsek Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4/2020). Tersentuh oleh perbuatan Hafidz tersebut, Emil, sapaan akrabRidwan Kamil, kemudian menyebarkan informasi itu di akun instagramnya, @ridwankamil pada Jumat (17/4/2020). Emil menuliskan mengenai kisahHafidzyang menyisihkan uang jajannya selama sekolah untuk ditabung.

Namun akhirnya,Hafidzlebih memilih menyumbangkan uangtabungantersebut untuk membantu pemerintah menghadapi pandemi Virus Corona. Orang tuaHafidzyang berprofesi sebagai pedagang bakso, juga terdampak secara ekonomi selama pandemi ini berlangsung. Tapi hal ini tidak menjadi halangan bagiHafidz, ia lebih memilih menyumbangkan uangnya untuk sesama daripada untuk kepentingannya sendiri.

Dalam tulisan yang diunggahnya, Emil mengharapkan bahwa perbuatanHafidztersebut bukan hanya dapat diteladani oleh anak anak seusianya, namun juga dapat menginspirasi orang dewasa lainnya. Hafidz, anak SD usia 9 tahun, berinisiatif menyumbangkan uang jajannya selama sekolah di rumah untuk membantu pemerintah melawan covid. Sumbangan ia serahkan ke Polsek Dayeuhkolot, Kab Bandung. Hafidz, anak pedagang bakso yang juga terdampak ekonomi karena covid ini, memilih menjadi individu tangan di atas, ketimbang tangan di bawah. Ia paham, masalah covid adalah urusan dan tanggung jawab bersama bukan hanya pemerintah. Semoga keteladanannya, menjadi inspirasi anak anak seusianya yang lebih mampu dan menginspirasi para dewasa lebih peduli. Sungguh, ahlaknya benar benar mencerminkan namanya. Ia sudah hafidz dalam ukhuwah insaniyah. Karena hari ini PEMBATASAN SOSIAL harus bergeser menjadi SOLIDARITAS SOSIAL.

Berita Terkait

Dipaksa Tengkurap 4 Jam & Ditodong Gunting kisah Wanita Korban Perampokan di Angkot

Nurofia Fauziah

10 Warga Disebut Pernah Jadi Korban Keganasan Anjing yang Gigit ART Hingga Tewas di Cilangkap

Nurofia Fauziah

Buronan FBI Russ Albert Medlin Ternyata Residivis Kasus Pedofilia di Amerika Serikat

Nurofia Fauziah

Polresta Depok Apresiasi Sistem & Teknologi Gojek Bongkar Kejahatan Order Fiktif

Nurofia Fauziah

AK Sempat Ajak Suaminya Berhubungan Badan Sebelum Membunuh, 2 Eksekutor Gagal Ikut, 1 Alami Ayan

Nurofia Fauziah

Pengakuan Aulia Kesuma terkait kasus Pembunuhan Suami dan Anak Tiri, Menyesal dan Ingin Bunuh Diri

Nurofia Fauziah

Mengawinkan Konsep Naturalisasi & Normalisasi Dua Cawagub DKI Sepakat Solusi Atasi Banjir

Nurofia Fauziah

Polda Metro Jaya Turunkan Tim Khusus Viral Video Diduga Ormas Minta Jatah Parkir di Bekasi

Nurofia Fauziah

Tukang Bakso Mengaku Ludahi Mangkuk Pelanggan Kepada Polisi

Nurofia Fauziah

Mayat Wanita Ditemukan Terkubur di Taman Kota Tol Jagorawi, Diduga Korban Pembunuhan

Nurofia Fauziah

Cerita ART di Tangerang Selatan yang Viral Jual Sembako Bansos di Medsos Demi Kirimi Uang Ibunya

Nurofia Fauziah

Mobil Dilepas Tabrak Gardu Gerbang Tol Halim 2 Aksi Heroik Sopir Truk Selamatkan Bocah

Nurofia Fauziah

Leave a Comment