Internasional

Peneliti Telusuri Sumber penting Covid-19 Berhasil Temukan Pasien Pertama Pembawa Virus Corona

Pasien pertama virus corona di Wuhan ditemukan, peneliti telusuri sumber Covid 19. Meski Kota Wuhan, China yang menjadi tempat pertama pembawa virus corona telah kembali pulih, peneliti tak berhenti meneliti tentang sumber corona. Tentu saja, pasien pertama yang membawa virus corona menjadi objek yang paling penting untuk diketahui.

Peneliti terus berusaha untuk mengungkap bagaimana dan dari mana virus SARS CoV 2, yang sekarang menjadi pandemi global ini, menjangkiti manusia. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melacak pasien pertama virus SARS CoV 2. Sebelumnya ilmuwan mencurigai kalau virus tersebut berasal dari kelelawar yang melompat ke hewan lain, selanjutnya menularkan ke manusia. Namun kinivirus coronatelah menyebar di antara orang orang tanpa perantara hewan.

Itu mengapa jika peneliti dapat melacak kasus paling awal, mereka mungkin dapat mengidentifikasi hewan inang tempat virus bersembunyi. Selain itu, peneliti juga butuh memahami bagaimana penyakit ini menyebar dan menentukan kasus yang tak terdokumentasi berkontribusi terhadap penularannya akan sangat meningkatkan pemahaman tentan ancaman virus ini. Dan kini berdasarkan data yang diperoleh South Morning China Post , kasus pertama pertama virus corona berhasil terlacak.

Seorang individu berusia 55 tahun yang berasal dari provinsi Hubei, China disebut menjadi orang pertama yang terjangkit Covid 19. Kasus tersebut menurut data tercatat pada 17 November 2019, atau sebulan lebih awal dari catatan dokter diWuhan. Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada 15 Desember, total infeksi mencapai 27. Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu, dengan jumlah kasus mencapai 60 pada 20 Desember 2019.

Dokter di China baru menyadari jika mereka sedang menghadapi penyakit baru akhir Desember 2019. Pada 27 Desember 2019, Zhang Jixian, seorang dokter dari RS Pengobatan Terpadu China dan Barat China Provinsi Hubei memberi tahu otoritas kesehatan bahwa penyakit disebabkan oleh virus corona baru. Saat itu, lebih dari 180 orang telah terinfeksi.

Meski pasien kasus 17 November 2019 ini telah terindentifikasi, masih ada keraguan benarkan individu tersebut benar menjadi orang pertama yang terjangkit. Masih ada kemungkinan kasus yang lebih awal lagi untuk ditemukan. Gejala awal virus corona yang patut diwaspadai, 2 persen meninggal di hari ke 10.

Seperti diketahui, dunia kini tengah digemparkan denganvirus corona. Di Indonesia sendiri jumlah kasusnya di banyak negara semakin bertambah. Kendati demikian, angka kesembuhan virus corona juga menunjukkan persentase yang tinggi sehingga memberikan optimistis tersendiri.

Edukasi kepada warga dunia mengenai virus ini terus dilakukan. Terutama mengenai gejala yang sebaiknya diketahui sehingga setiap orang bisa membatasi dirinya dan tak menjadi pembawa virus yang baru. Melansir WHO , tanda tanda mereka yang terinfeksivirus coronajenis baru adalah batuk, sesak napas, hingga mengalami kesulitan bernapas.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Business Insider memberitakan, sebagian besar kasus Covid 19 tergolong ringan. Akan tetapi, sekitar 20 persen pasien memiliki bawaan penyakit yang parah sehingga menyebabkan kondisi menjadi sangat kritis.

Sebuah studi yang dilakukan terhadap sekitar 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, mengidentifikasi pola khas gejala terkaitCovid 19. Sekitar 99 persen pasien mengalami demam dengan suhu tinggi, sedangkan lebih dari setengahnya mengalami batuk kering. Adapun sepertiganya mengalami nyeri otot dan kesulitan bernapas.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian Penyakit China menunjukkan, sekitar 80 persen kasusvirus coronaringan. Sementara itu, 15 persen pasien menderita kasus yang parah, dan 5 persen menjadi sakit kritis. Bagaimanagejalavirus coronaberkembang dari hari ke hari?

Pasien mengalami demam. Tubuhnya mungkin juga mengalami semacam kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Ada pula yang mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya. Ada pasien yang mengalami kesulitan bernapas.

Kondisi ini biasanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit lain sebelumnya. Pada hari ke 7, menurut penelitian Universitas Wuhan, ini merupakan waktu rata rata pasien masuk ke rumah sakit. Pada pasien yang mengalami kondisi parah, sekitar 15 persen mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.

Saat ini terjadi, cairan telah memenuhi paru paru, dan sering kali berakibat fatal. Ketika gejala memburuk, pasien akan dibawa ke ICU. Biasanya, mereka mengalami gangguan pada bagian perut, dan kehilangan nafsu makan. Pada rentang waktu ini, sebagian kecilmeninggal, yakni 2 persen.

Setelah menjalani perawatan selama lebih kurang 2,5 minggu, pasien yang kondisinya membaik biasanya sembuh dan keluar dari rumah sakit. Ahli epidemiologi University of Texas, Lauren Ancel Meyers, mengatakan, ada pasien yang terinfeksi tanpa menunjukkan gejala selama lima hari atau lebih. Oleh karena itu, gejala gejala awal pada sebagian orang tidak datang tepat setelah mereka terinfeksi.

Namun, ketika gejala muncul, akan terlihat mirip dengan pneumonia. Bagaimana membedakanCovid 19dengan pneumonia? Ahli radiologi Thomas Jefferson University, Paras Lakhani, mengatakan, keduanya dapat dibedakan dari caranya memburuk dari waktu ke waktu. Pneumonia biasanya tidak berkembang dengan cepat. Pasien yang menderita pneumonia di antaranya akan diobati dengan antibiotik dan pasien akan stabil hingga kemudian mulai membaik.

Namun, pasien positifvirus coronakondisinya bisa semakin memburuk, bahkan setelah mereka menerima perawatan. Melansir Live Science , Kamis (12/3/2020), ditemukan bahwa orang yang terinfeksivirus coronaberpotensi besar menyebarkan ketika awal terinfeksi. Hal ini menjawab pertanyaan mengapa virus baru itu menyebar begitu mudah. Potensi penularan terbesar terjadi ketika penderita masih menunjukkan gejala ringan.

Hal itu sangat kontras dari SARS. Pada pasien SARS, pelepasan virus memuncak sekitar tujuh hingga 10 hari. Pada tujuh pasienCovid 19, konsentrasi puncak terjadi sebelum hari ke 5 dan menjadi 1.000 kali lebih tinggi. Penelitian itu dipublikasikan pada 8 Maret 2020 di Medrxiv , tetapi belum melalui peer review dan hanya melibatkan sembilan peserta.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol kesehatan terkaitvirus corona. Jika Anda merasa tidak sehat, dengan gejala demam 38 derajat celsius, dan mengalami batuk atau pilek, maka disarankan melakukan hal berikut: Saat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan, yang perlu Anda lakukan adalah:

Kunci melawan virus corona adalah imunitas atau kekebalan tubuh. Oleh karena itu, penting menjaga kondisi tubuh, di antaranya dengan asupan makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

Berita Terkait

Tiffany Trump Lulus dari Sekolah Hukum Putri Presiden AS Donald Trump

Nurofia Fauziah

Bayi Perempuan Berusia 4 Hari Berhasil Selamat setelah Dikubur Hidup-hidup oleh Orang Tuanya

Nurofia Fauziah

Ini Pernyataan Tim Cadangkan Sejuta Tiket Kampanye Trump Hanya Dihadiri 6.500 Orang

Nurofia Fauziah

Pantai & Kafe di Eropa Dipadati Pengunjung Setelah Lockdown Covid-19 Dilonggarkan

Nurofia Fauziah

Musim Dingin di Rusia Sambut 14 Mahasiswa Indonesia asal Papua

Nurofia Fauziah

Remaja Ini Panik & Tercebur di Sungai Viral! Gara-gara Sibuk Balas Ucapan Selamat Lulus Ujian SIM

Nurofia Fauziah

Carrie Lam Beijing Dikabarkan Akan Copot Pimpinan Hong Kong Terus Didemo

Nurofia Fauziah

Presiden Belarus Positif Corona Sempat Remehkan & Klaim Vodka Obat Covid-19

Nurofia Fauziah

Kim Jong Un Desak Bawahannya Tingkatkan Kewaspadaan Klaim berhasil Cegah Covid-19

Nurofia Fauziah

Rencana China Lakukan Latihan Militer di Laut China Selatan Buat Negara Tetangga Khawatir

Nurofia Fauziah

Tapi Tak Pernah Berhubungan Intim Kisah Pasangan Suami Istri yang Telah 11 Tahun Menikah

Nurofia Fauziah

Kini Idap Kanker Perut Wanita Ini Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Nurofia Fauziah

Leave a Comment