Corona

Peneliti Inggris Sebut Virus Corona Lebih Berbahaya Jika Menyerang Pria & Penderita Obesitas

Virus Corona cenderung lebih mungkin membunuh pria dan orang obesitas, menurut sebuah studi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di medRxiv.org pada Selasa (28/4/2020) lalu, pria atau orangobesitas adalah faktor signifikan yang terkait dengan kematian di rumah sakit Inggris. Faktor ini sebelumnya tidakterindikasi pada kasus Covid 19 di China.

Mereka yang memiliki kondisi yang lebih buruk seringnya adalah yang berusia lanjut, pria, dan orang yang obesitas ," tulis studi. Dilansir , peningkatan keparahan pada pasien pria terlihat di semua usia. Meskipun angka kematian menurut usia banyak terjadi pada orang tua, sebagian besar pasien ini dirawat di rumah sakit dengan gejala Covid 19 dan tidak meninggal ," studi mengatakan.

Para peneliti percaya, angka kematian orangobesitas lebih banyak daripada kelompok lain dalam kasus Covid 19. Sebab, fungsi paru paru mereka berkurang dan terjadi lebih banyak peradangan pada jaringan adiposa. Jaringan adiposa adalah jaringan lemak yang ditemukan di bawah kulit dan di sekitar organ internal.

Kondisi ini menyebabkan reaksi yang berlebihan pada sistem kekebalan tubuh, yang berpotensi mengancam jiwa. Penelitian ini dipimpin oleh para profesor dari Edinburgh University, Liverpool University dan Imperial College London. Riset didasarkan pada data yang diperoleh dari hampir 17.000 pasien Covid 19 di 166 rumah sakit di Inggris, antara 6 Februari 2020 dan 18 April 2020.

Kelompok ini mewakili hampir 15 persen dari semua orang yang telah dites positif virus Corona di Inggris dan 28 persen dari pasien rawat inap di rumah sakit. Lebih dari setengah peserta memiliki komorbiditas, seperti penyakit jantung kronis, diabetes, dan penyakit paru kronis non asma. Sepertiga pasien telah meninggal.

Sementara itu, 17 persen terus menerima perawatan. Setengah dari mereka dipulangkan. "Penelitian kami memberikan gambaran luar biasa tentang penyakit dan faktor risiko, dan akan mendukung sejumlah besar penelitian," kata Peter Openshaw, profesor Kedokteran Eksperimental di Imperial College London.

Meskipun telah diterbitkan, penelitian ini belum ditinjau oleh rekan peneliti lain dan masih memerlukan riset lebih lanjut. Sebuah studi yang meneliti ratusan pasien di pusat kesehatan US Veterans Health Administration, Amerika Serikat, memberi temuan baru mengenai efektivitas hidroksiklorokuin sebagai obat virus Corona. Studi menunjukkan, pasien Covid 19 yang diberi hidroksiklorokuin justru memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak menggunakan obat itu.

Selain itu, hidroksiklorokuin juga tidak mengurangi penggunaan ventilator pada pasien. Dilansir , penelitian telah dirilis di pada Selasa (21/4/2020). Studi didanai oleh National Institutes of Health dan University of Virginia.

Dari 368 pasien yang terlibat, 97 pasien yang menggunakan hidroksiklorokuin memiliki tingkat kematian 27,8 persen. Sementara itu, 158 pasien yang tidak menggunakan obat memiliki tingkat kematian 11,4 persen. "Peningkatan kematian secara keseluruhan diidentifikasi pada pasien yang diobati dengan hidroksiklorokuin saja. Temuan ini menyoroti pentingnya menunggu hasil studi prospektif, acak, dan terkontrol sebelum mengadopsi penggunaan obat secara luas," tulis para peneliti yang bekerja di Columbia VA Health Care System di South Carolina, University of South Carolina, dan University of Virginia.

Para peneliti juga melihat apakah menggunakan hidroksiklorokuin atau kombinasi hidroksiklorokuin dan antibiotik azitromisin dapat menggantikan penggunaan ventilator pada pasien. Hasilnya, tidak berpengaruh apa pun. "Dalam penelitian ini, kami tidak menemukan bukti bahwa penggunaan hidroksiklorokuin, baik dengan atau tanpa azitromisin, mengurangi penggunaan ventilasi mekanik pada pasien Covid 19 yang dirawat di rumah sakit," tulis peneliti.

Dalam lainnya, para peneliti di Perancis memerika rekam medis untuk 181 pasien Corona yang menderita pneumonia dan membutuhkan oksigen tambahan. Sekitar setengah pasien tersebut menggunakan hidroksiklorokuin dalam waktu 48 jam setelah dirawat di rumah sakit. Sementara itu, setengah pasien lainya tidak.

Hasil menunjukkan, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam tingkat kematian kedua kelompok, atau peluang mereka untuk dirawat di ICU. Namun, ditemukan delapan pasien yang menggunakan hidroksiklorokuin mengalami irama jantung yang abnormal. Mereka pun harus berhenti meminumnya.

Penelitian ini juga belum ditinjau oleh rekan peneliti lain atau diterbitkan dalam jurnal medis. Hingga kini, belum ada produk yang disetujui oleh BadanPengawas Obat dan Makanan AS untuk mencegah atau mengobati Covid 19. Meskipun, penelitian global pada banyak obat sedang dilakukan.

Hidroksiklorokuin telah digunakan selama beberapa dekade untuk mengobati pasien dengan penyakit seperti malaria, lupus, dan rheumatoid arthritis. Presiden AS, Donald Trump, telah mempromosikan hidroksiklorokuin sebagai 'penyembuh' Covid 19. Dia mengatakan, efektivitas hidroksiklorokuin 'sangat menjanjikan'.

Berita Terkait

5 Miliar buat Hadapi COVID-19 Tempo Scan Tuntaskan 100% Bantuan Rp 17

Nurofia Fauziah

Pemerintah Disebut Lebih Pilih Selamatkan Ekonomi Ketimbang Kesehatan Masyarakat

Nurofia Fauziah

Afrika Selatan Laporkan 311.049 Infeksi 6 Juta Update Corona Global 16 Juli 2020 Tembus 13

Nurofia Fauziah

Daya Tahan Tubuh Lemah Rawan Tertular COVID-19

Nurofia Fauziah

20.796 Kasus Positif & Total 1.326 Pasien Meninggal Update Corona di Indonesia 22 Mei 2020

Nurofia Fauziah

Sudah 209 Negara Terjangkiti Kasus Baru AS Terus Meningkat UPDATE Corona Dunia 7 April 2020

Nurofia Fauziah

KSAD Perintahkan Jajarannya Cepat Rampungkan Gelombang Pertama Pembangunan Lab PCR di 15 RS TNI AD

Nurofia Fauziah

Hari Ini Pemerintah Periksa 11.970 Spesimen Terkait Covid-19 Lampaui Target Jokowi

Nurofia Fauziah

Penjelasan & ketentuan Darurat Sipil yang Bisa Jadi Dilakukan Jokowi Tangani Corona

Nurofia Fauziah

Lebih dari 50 Persen Pasien Sembuh Keberhasilan Singapura Tangani Covid-19

Nurofia Fauziah

Lebih dari 1 Juta Orang Berhasil Sembuh dari Covid-19 Kabar Baik dari Seluruh Dunia

Nurofia Fauziah

KJRI Jeddah Imbau Jemaah Umrah Manfaatkan Fasilitas Pemulangan dari Arab Saudi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment