Bisnis

Penambang Khawatir Ore Nikel Kadar Rendah susah Diserap Smelter Lokal

Larangan ekspor nikel yang akan berlaku pada 1 Januari 2020, membuat beberapa penambang khawatir terjadi penumpukan ore kadar rendah yang tidak dapat diserap smelter lokal. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 11 Tahun 2019, yang dilarang ekspor adalah ore nikel yang memiliki kadar di bawah 1,7%. Penambang asal Sulawesi Tenggara, Zaldy Layata, mengungkapkan jika kadar ore nikel mininum yang biasanya dapat diolah industri smelter Indonesia adalah 1,8%, sedangkan kadar 1,7% terkadang diterima oleh smelter, meskipun seringnya ditolak.

“Menghadapi 1 Januari 2020, ore nikel kadar rendah 1,4 1,5% hanya bisa ditumpuk. Apabila ada smelter domestik yang mau menerima kadar tersebut, kami selaku penambang sangat bersyukur,” papar Zaldy Layata, Direktur PT Tujuh Dua Dua Internasional, dalam keterangannya, Jumat (22/11/2019). Senada juga dikatakan penambang lain nikel, Andi Nurbaso, Kuasa Direksi PT Darma Bumi Kendari, yang mengatakan ore nikel kadar tinggi lebih diminati oleh smelter domestik. “Kadar rendah belum bisa. Di bawah 1,6% belum ada yang temukan teknologi untuk ekstraksinya. Smelter domestik maunya diatas 1,8% aja. Itupun yang dihasilkan hanya 30% nikelnya,” kata Andi.

Andi mengaku jika pihaknya sudah menemukan smelter lokal yang mungkin sesuai untuk 'makan' ore kadar rendah yang dimilikinya. "Pas liat teknologi TMM, di Indonesia belum ada teknologi seperti itu. Jika benar TMM bisa olah sampai 99,99% nikelnya, ngapain kita harus jauh jauh ekspor ke Tiongkok," ujar Andi. Menanggapi hal tersebut, Deputy Director PT Trinitan Metals and Minerals, Tbk (PURE), Andika Vidiarsa, membenarkan jika pihaknya memiliki teknologi yang mampu mengolah ore nikel kadar rendah, bahkan hingga kadar 1% sekalipun.

Menurut Andika, teknologinya memiliki proses yang ramah lingkungan dan mampu mengolah ore nikel kadar rendah secara efisien.

Berita Terkait

Rumah.com ‘Property Market Outlook 2020’ Prediksi Pasar Properti Nasional 2020 Lebih Menggeliat

Nurofia Fauziah

BEI Hentikan Perdagangan 6 Kali Bulan Ini Gara-gara IHSG Turun 5 Persen

Nurofia Fauziah

Kemenhub Bakal Poles Bandara Sibisa Buat Tunjang Wisata Di Danau Toba

Nurofia Fauziah

Tingginya Pertumbuhan PDB akan Berimbas pada Industri Makanan & Minuman

Nurofia Fauziah

Menteri Airlangga Beri Waktu 3 Bulan kepada Pemda buat Siapkan Kartu Pra Kerja

Nurofia Fauziah

5.412 Bus Tak Lulus Ramp Check buat Angkutan Nataru

Nurofia Fauziah

Survei Bank Indonesia: Penjualan Eceran Bulan Maret 2019 Tumbuh 10,1 Persen

Nurofia Fauziah

Berikut Respons Jokowi Bank Dunia Laporkan 115 Juta Penduduk RI Terbebas dari Kemiskinan

Nurofia Fauziah

JNE Bagikan 30 Motor & 2 Rumah buat Karyawan Rayakan HUT Ke-29

Nurofia Fauziah

Tanpa Reformulasi Kebijakan Ekonomi Indonesia akan Tertinggal dari Negara Lain Akademisi

Nurofia Fauziah

Pertamina Dorong Pengembangan Bahan Bakar Nabati

Nurofia Fauziah

Terapkan Bagasi Gratis, Penumpang Pelni Naik 28 Persen

Nurofia Fauziah

Leave a Comment