Nasional

Pemerintah Jamin Pasien Ditanggung BPJS Kesehatan 2 WNI di Depok Positif Virus Corona

Dua orang warga Indonesia, ibu dan anak, positif terinfeksi virus corona. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat, berusia 64 tahun dan 31 tahun. Kini dua korban virus corona itu dirawat di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Pusat.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Maruf. Iqbal menyebut virus corona adalah kasus spesifik yang diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Kesehatan. Yang dimaksud adalah Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes.104/2020.

Aturan itu menjelaskan berbagai pembiayaan penanggulangan kasus terkait virus corona yang akan diatur dan dijamin oleh pemerintah. "Memang anggaran diatur, dan semua dijamin oleh pemerintah," ungkap Iqbal. Proses penjaminan dari pemerintah itu juga akan meliputi beberapa persyaratan.

"Misal, mesti rumah sakit dengan syarat tertentu untuk pelayanan pasien corona," kata Iqbal. Adapun di dalam keputusan keempat aturan tersebut disebutkan, "Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan." Aturan tersebut lebih lanjut dijelaskan, pembiayaan yang dimaksud termasuk untuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum keputusan menteri berlaku (4 Februari 2020) dengan mengacu pada pembiayaan pasien penyakit infeksi emerging tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Untuk mengantisipasi mewabahnya virus corona, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membentuk Tim Tanggap Covid 19. Selain itu, Anies dalam video unggahan YouTube KOMPASTV, Senin (2/3/2020), juga mengimbau agar masyarakat tidak menganggap enteng penyebaran virus corona. Dalam pidatonya di Balai Kota itu, Anies mengimbau maysarakat untuk terus menggunakan masker agar tidak tertular.

Selain itu, warga juga harus waspada dan segera datang ke dokter atau fasilitas kesehatan lain jika merasakan gejala menyerupai virus corona. "Gunakan masker, karena etika ini menjadi penting sekali untuk menjaga potensi penularan," ucap Anies. "Yang berikutnya, jangan anggap enteng bila merasakan gejala (virus corona), lebih baik lapor, datangi fasilitas kesehatan."

"Daripada dianggap enteng lalu di kemudian hari ditemukan yang tidak kita inginkan," tegasnya. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona semakin meluas, Anies membentuk Tim Tanggap Covid 19 sejak beberapa hari lalu. "Tim bekerja langsung sejak beberapa hari yang lalu sesungguhnya, tapi resminya hari ini dibentuk, dan semua kebutuhan informasi nanti akan diberikan Tim Tanggap Covid 19," paparnya.

Polri mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait adanya dua WNI yang positif virus corona. Dikutip dari , Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono menyebut pemerintah sudah menangani kasus ini. "Jadi masyarakat tidak usah panik, pemerintah semuanya sudah bekerja untuk menangani kasus ini," ujar Argo di Mabes Polri, Senin.

Selain itu, Argo juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terkait informasi di dunia maya yang belum tentu kebenarannya. Ia mengimbau masyarakat untuk mengecek setiap informasi yang mereka terima. "Kita juga sampaikan masyarakat jangan mudah percaya dengan berita berita yang beredar, tapi di cross check dulu," imbau Argo.

"Ada Dinkes, ke Kemenkes, bisa ditanyakan, apakah pemberitaan atau yang beredar di media sosial di cross check," sambungnya. Untuk mengetahu virus Corona, simak gelaja dan cara pencegahannya: Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, berikut gejala klinis virus Corona:

Demam Batuk, Pilek Gangguan Pernafasan

Sakit Tenggorokan Letih Lesu Sering cuci tangan pakai sabun

Gunakan masker bila batuk atau pilek Hati hati kontak dengan hewan Bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan

Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah Rajin olahraga dan istirahat cukup

Berita Terkait

India Punya Kebijakan Beda dari Indonesia Soal Larangan Mudik

Nurofia Fauziah

KPU Siapkan Alat Mirip Tusuk Gigi buat Coblos Surat Suara

Nurofia Fauziah

Anies Perlu Ditanya Butuh Wagub Atau Mampu Sendiri Djarot

Nurofia Fauziah

Gedung Kemenkumham Ditutup Sementara Sejumlah ASN Terinfeksi Covid-19

Nurofia Fauziah

Annisa Pohan Puji Pidato Jokowi saat Pemakaman Ani Yudhoyono: Jika Ibu Dapat Melihat Pasti Tersenyum

Nurofia Fauziah

Pengamat Berharap Tak Terjadi Miskomunikasi Antara Menteri Dan Wakil Menteri

Nurofia Fauziah

Menteri Luhut Bantah Pemerintah Tidak Konsisten Soal Penanganan Corona

Nurofia Fauziah

Kami bukan PKI Bendera PDIP Dibakar Kami Orang Beragama Ganjar Pranowo

Nurofia Fauziah

Jokowi Tidak Kesusahan Cari Menteri

Nurofia Fauziah

Mengandung Deterjen, Paku, Kaca, Lada, Polisi Sebut Bom Yang Disita Dari Rumah Dosen IPB

Nurofia Fauziah

Animator & Ilustrator Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah Selasa 16 Juni 2020 Vokasi Kini

Nurofia Fauziah

Guru Besar UI Bicara Soal Rangkap Jabatan Pejabat Pemerintah di BUMN

Nurofia Fauziah

Leave a Comment