Nasional

Pakar Epidemiologi Sebut Indonesia Belum dapat Penuhi Seluruh Kriteria dari WHO Soal New Normal

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai saat Indonesia belum dapat memenuhi semua kriteria menuju tranisisi new normal yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seperti diketahui saat ini pemerintah tengah mempersiapkan skenario terkait tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi Covid 19. Hal ini menyusul wacana akan dibukanya kembali aktivitas sosial dan ekonomi di beberapa titik.

Adapun pernyataan Miko ini disampaikan dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi yang dkutip dari YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Rabu (27/5/2020). Sebelumnya Miko menuturkan bahwaWHO telah meminta negara dapat memenuhi enam kriteria untuk dapat memasuki new normal sebelum vaksin Covid 19 ditemukan. "Dalamnew normalWHO itu menuturkan adaenam kriteria," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan terkait kriteria kriteria yang dimaksud tersebut. Pertama yakni pemerintah harus dapat membuktikan tidak ada penambahan kasus baru Covid 19. "Pandemi Covid 19 nya sudah terkendali. Inipunya arti kalau sudah mutlak terkendali berarti kasus barunyanol."

"Namun kalau terkendali relatif maka patokannya adalah jumlah kasus minimal yang ditentukan kemudian ini mendekat atau stabil dalam satu atau dua minggu." "Dan pastinya jumlah minimal itu bisa diisolasi kasusnya dan juga kontaknya," jelas Miko. Kriteria kedua yakniberjalannya fungsi deteksi dan isolasi.

"Dalam artian adanya kasus positif, baik di rumah maupun rumah sakit dapat diisolasi dengan baik." "Nah di Indonesia ini kebanyakan kasus diisolasi di rumah, jadi masih dalam pertanyaan." "Kemudian isolasi kontak baik ODP dan PDP juga belum dapat diisolasi dengan baik."

"Lalu fungsi deteksi Covid 19 kita baru 8 ribuan sehari belum 10 ribu," ungkapnya. Lebih lanjut Miko menjelaskan terkait kriteria ketiga yakni kemampuan mendeteksi outbreak di populasi rentan. "Yang ketiga kalau itu sudah terkontrol maka deteksi outbreak di populasi rentan seperti pasar, mall , atau sekolah dapat dilakukan," imbuhnya.

Sementara untuk kriteria keempat adalah langkah pencegahan di lingkungan kerja. "Upaya pencegahan di tempat kerja atau ditempat yang akan dibuka itu sudah berlaku baik," sambungnya. Yang kelima yakni negara harus memilikikemampuan mendeteksi kasus impor.

Serta Keenam adalah keterlibatan masyarakatdalam transisi new normal. "New normal dapat dilakukan jika keenam kriteria dari WHO dapat terpenuhi," tegas Miko. Akan tetapi untuk Indonesia sendiri, Miko menilai seluruh wilayah di tanah air belum dapat memenuhi seluruh kriteria tersebut.

"Tidak semua kabupaten maupun semua provinsi memenuhi kriteria, jadi untuk seluruh Indonesia belum bisa dibuka (penerapan new normal)," kata Miko. Kalaupun akan di buka new normal, Miko mengatakan dapat dilakukan secara bertahap. "Jadi kabupaten yang tidak ada kasusnya atau nol itu bisa dibuka," ucapnya.

Namun sekali lagi Miko menegaskan semua kriteria itu harus dipenuhi dengan baik di seluruh kabupaten yang sudah nol kasus, baru dapat dilakukan new normal. "Jangan sampai kalau sudah dibuka dengan new normal tapi itu (kriteria) tidak terpenuhi kemudian membludak lagi (kasus positif), minta ampun." "Ini akan justru akan terjadi kepanikan atau kerusuhan," jelasnya.

Sebagi informasi kemarin pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meninjau kesiapan penerapannew normal(hidup baru) di Stasiun MRT Bundaran HI,Jakarta. Dalam kesempatan itu,Jokowimengatakan mulai Selasa (25/5/2020) telah menurunkan aparatsecara masif di titik titik keramaian. Tujuannya untukmengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan PSBB.

Tentunya hal ini untuk dapat menekan penyebaranvirus corona(Covid 19) di tengah masyarakat. "Pagi hari ini saya datang ke stasiun MRT dalam rangka untuk memastikan bahwa mulai hari ini akan digelar olehTNI Polri, pasukan untuk berada di titik titik keramaian." "Ini dalam rangka untuk mendisiplinkan lebih masyarakat agar mengikuti ptotokol kesehatan sesuai dengan PSBB," jelasJokowi.

Lebih lanjut,Jokowimengatakan pendisiplinan akan digelar di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Ia berharap adanya pendisiplinan dengan mengerahkan aparat ini dapat membuat penyebaranvirus coronasemakin menurun. "Sehingga kita harapkan kedisiplinan yang kuat masyarakat akan semakin terjaga."

"Dan diharapkan nantinya dengan dimulainyaTNI Polri ikut secara masif mendisiplinkan, menyadarkan, dan mengingatkan masyarakat kurva dari penyebaran Covid akan semakin menurun." "Kita melihat bahwaR0dari beberapa provinsi sudah di bawah 1 dan kita harapkan semakin hari akan turun dengan adanya digelarnya pasukanTNI Polri di lapangan secara masif," tegasnya.

Berita Terkait

Pontianak Berpotensi Hujan Petir BMKG Prakiraan Cuaca di 33 Kota di Indonesia Selasa 28 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Said Didu Cs Sepakat Bentuk New KPK Beri Dukungan kepada Novel Baswedan

Nurofia Fauziah

Blogger Putih Abu-abu Bisnis Gerabah Jadwal Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA Jumat 22 Mei

Nurofia Fauziah

Inilah Arti Reshuffle & Riwayat Perombakan Kabinet Era Jokowi

Nurofia Fauziah

Uang Calon Jemaah Akan Dikembalikan Jika Ibadah Haji Tahun Ini Batal

Nurofia Fauziah

Ada 31 Instansi Menutup Pendaftaran pada Jumat 29 November 2019 Update CPNS 2019

Nurofia Fauziah

Isu Geng Solo Tidak Usah Direspon Kontroversi Irjen Nana Jadi Kapolda Metro Pengamat

Nurofia Fauziah

Tata Cara Puasa Syawal 1441 H Apakah wajib Dikerjakan Berurutan 6 Hari

Nurofia Fauziah

Kemen PPPA Gelar Penghargaan Inovasi Perempuan dan Anak, Pendaftaran Gratis

Nurofia Fauziah

Ini Alasannya Rocky Gerung Blak-blakan Sebut Presiden Tak Paham Pancasila Di Depan Mahfud MD

Nurofia Fauziah

16 Persen Didominasi Kejahatan Jalanan Kriminalitas Meningkat 4 ‎Pasca Lebaran

Nurofia Fauziah

Tayang Anak Seribu Pulau & Membaca Kitab Kuning Sabtu 9 Mei 2020 Jadwal Belajar dari Rumah TVRI

Nurofia Fauziah

Leave a Comment