Regional

Pakai Kostum Superhero buat Imbau Anak-anak agar Tetap di Rumah Cara Unik Kampung di Sukoharjo

Pengurus Rukun Tetangga (RT) serta anggota karang taruna di Kampung Larangan RT 3 RW 1, Gayam, Sukoharjo, Jawa Tengah memiliki cara unik dalam melakukan sosialisasi physical distancing pada warganya. Turut menyasar anak anak, empat oranganggota karang tarunamengenakan kostum superhero untuk mengimbau anak anak agar tetap berada di rumah, Sabtu (11/4/2020). Empat tokoh superhero seperti Batman, Spiderman, Gatot Kaca, hingga Gundala, berhasil membuat anak anak mau mendengarkan arahan agar tak pergi pergi keluar rumah.

Satu di antara warga yang mengenakan kostum superhero, sekaligus pencetus ide, Danar mengatakan pemakaian kostum superhero memang sengaja dilakukan agar pesan pesan untuk tetap tinggal di rumah dan menjalankan protokol kesehatan dapat tersampaikan. Menurut Danar, awalnya anak anak sempat berhamburan keluar rumah. Namun, para superhero langsung menghentikannya dan meminta mereka untuk tidak mendekat.

"Terus anak anak kecil itu kita kasih cerita dikit yaitu wujudnya 'Siapa yang suka Gatot Kaca? Siapa yang suka spiderman?', mereka pasti jawab suka," cerita Danar. "Terus (kami sampaikan) 'kalau suka berarti nurut ya dengan omongan superhero, yaitu satu, rajin cuci tangan pakai sabun,dua,dilarang berpergian atau bermain keluar kampung atau keluar rumah, terus pakai masker kalau di luar rumah' ," sambungnya. Setelah itu, Danar menambahkan, anak anak langsung menurut ketika diperintahkan untuk segera masuk ke rumah.

"Bahkan ada yang hormat, terus dari dalam rumah mereka dadah (melambaikan tangan) sama superhero," lanjut Danar. "Terbukti, selain mereka nurut sama orang tua, nurut sama guru ngajinya, mereka ternyata punya idola yang bisa dituruti juga yaitusuperhero," kata dia. Sebagai pencetus ide, Danar mengungkapkan idenya ini terinspirasi dari sebuah desain yang ia lihat di media sosial.

Ia menceritakan, pihaknya sempat melihat desain yang menunjukkan tokoh superhero membawa tulisan 'stay at home' . Anak anak tersebut kemudian memberi hormat dan segera masuk rumah. Melihat sejumlah anak di kampungnya masih kerapkali keluar rumah dan tidak melakukan protokol kesehatan dengan baik, Danar pun menyampaikan idenya tersebut pada Ketua RT.

"Ini sebenarnya sudah kita rencanakan sejak dulu, kalau sosialisasi ke jalan kan sudah, terus kita kepikiran ke kampung sendiri karena anak anak kecil banyak yang masih keluar rumah, masih banyak yang nggak menaati protap cuci tangan, pakai masker," ujarnya. "Ya untuk anak anak yang paling tepat untuk mengingatkan ya pakai kostum superhero," tambah Danar. Seorang warga, Harni Kurniati, mengaku senang sekali dengan adanya sosialisasi pada anak anak dengan menggunakan kostum superhero.

Hal itu disampaikan langsung oleh Danar. "Anak anaknya adalah penggemar superhero, langsung heboh keluar tapi akhirnya nurut apa yang disampaikan superhero supaya masuk rumah dan rajin mencuci tangab serta mengenakan masker," ungkap Danar. Danar menambahkan, dalam kegiatan ini, mereka juga melakukan sosialisasi mengenai protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona pada warga di kampungnya.

Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua RT, Supardi. Supardi mengimbau warganya agar tidak keluar rumah kecuali sangat mendesak. Ia juga mengimbau warga untuk tidak berkerumun, harus menjaga jarak, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, hinggamenunda mudik.

Bila ada anggota keluarganya yang mudik dari perantauan, Supardi pun memerintahkan warga untuk melapor. Selain itu, ia juga mensosialisasikan apa yang harus dilakukan saat kembali ke rumah setelah berpergian. Bukan itu saja, mereka juga berkeliling untuk menyemprot disinfektan di area pemukiman serta membagikan sembako pada sejumlah warga yang dianggap membutuhkan.

"PakRTbikin kegiatan keliling untuk bagi sembakopada warga yang perekonomiannya terganggu karena corona," kata Danar. Adapun pembagian 200 masker serta 100 hand sanitizer untuk warga dalam kegiatan tersebut. Danar menambahkan, Pak RT serta lima warga lainnya yang berkeliling juga mensosialisasikan cara cuci tangan yang benar.

Ia juga memastikan, dalam kegiatan tersebut, anjuran untuk menjaga jarak tetap diterapkan. Menurut Danar,warga tampak antusias mendengarkan sosialisasi kali ini. Lebih lanjut, Danar menceritakan kampungnya juga mendirikan sebuah gapura yang dilengkapi dengan imbauan imbauan untuk mencegah penularan virus corona.

Mereka pun menyediakan sebuah tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun. Danar menyebutkan, tempat cuci tangan tersebut setiap harinya disemprot disinfektan. "Jadi warga yang dari luar kampung, masuk ke kampung kita, kita harapkan cuci tangan dulu, di situ ada tulisannya 'silakan cuci tangan dulu'," kata Danar.

Berita Terkait

Ternyata Jenazah Anaknya yang Hilang Pegawai Dinsos Perlakukan Istimewa Makam Korban Pembunuhan

Nurofia Fauziah

Insya Allah Syahid Perawat Hamil yang Meninggal Gubernur Khofifah & Emil Doakan Ari Jokowi

Nurofia Fauziah

Anak Pak RT Tewas Kena Pisau Beracun Sebelum Azan Magrib Bertamu menuju Tetangga

Nurofia Fauziah

Kini Keluarga Lapor Polisi Heboh Syekh Puji Kembali Nikah dengan Anak 7 Tahun

Nurofia Fauziah

Guru Ngeyel Saat Diingatkan Soal Cuaca Siswa Bocorkan ‘Rapat Online’ Sebelum Tragedi Susur Sungai

Nurofia Fauziah

Alasannya karena Tidak Dapat Jatah dari Istri Pria Ini Tega Cabuli Anak Tirinya

Nurofia Fauziah

Gugus Tugas Akan Lacak Riwayatnya Pasien Covid-19 Asal Sungai Pinang Ogan Ilir Meninggal Dunia

Nurofia Fauziah

Jatuh menuju Sungai Tewas saat Jembatan yang Dilewati Putus Perempuan Ini Ditandu Warga buat Berobat

Nurofia Fauziah

Zuraida Hanum Pembunuh Hakim Jamaluddin Terus Menangis Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup

Nurofia Fauziah

Acungkan Pedang saat Ditagih Bayar Uang Bensin Aksi Gangster di SPBU Semarang Terekam CCTV

Nurofia Fauziah

Belum Bisa Disebut Petunjuk Gempa Penjelasan Daryono BMKG soal Cacing Keluar secara Massal di Solo

Nurofia Fauziah

Lurah Benda Baru Ditetapkan Jadi Tersangka Mengamuk di SMAN 3 Tangsel

Nurofia Fauziah

Leave a Comment