Bisnis

Oneject Indonesia Bangun Pabrik Jarum Suntik Senilai Rp 350 Miliar

PT Oneject Indonesia berfokus pada pembangunan pabrik jarum suntik dengan nilai investasi mencapai Rp 350 miliar. Direktur PT Oneject Jahja Tear Tjahjanamengungkapkan, pembangunan ini akan terdiri dari dua tahapan dengan total selama lima tahun. Kendati demikian, dirinya cukup optimistis pabrik dapat beroperasi pada Mei 2020 mendatang. "Dengan perkiraan jumlah penduduk yang terus meningkat, diiringi kebutuhan akan jarum suntik, kami menargetkan produksi untuk tahap pertama sebanyak 300 juta jarum suntik per tahun," sebut Jahja, Senin (7/10).

Adapun, dalam lima tahun kedepan, pabrik yang baru diharapkan mampu memenuhi kebutuhan produksi sebanyak 1,2 miliar jarum suntik. Bahkan Jahja menjelaskan, bukan tidak mungkin kedepannya perusahaan akan berfokus pada pengembangan pabrik kedua. Menurutnya, lahan yang terbatas pada pabrik pertama di kawasan Sentul membuat manajemen berpikir untuk memindahkan semua proses produksi ke pabrik baru. Mengenai sumber pendanaan, Jahja menjelaskan, dana yang diperoleh merupakan komposisi antara dana internal perusahaan dan pinjaman perbankan. "30% internal dan sisanya perbankan," sebut Jahja.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nina Moeloek yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Oneject. "Jarum suntik sekalipun terlihat kecil tapi sangat penting, selain itu inovasi untuk keamanan petugas medis juga penting," ujar Nila. Kendati demikian, Nila menilai perlu ada sejumlah hal yang patut diperhatikan oleh PT Oneject. Nila menilai sudah saatnya Oneject melihat peluang untuk masuk ke pasar ekspor khususnya di Asia Tenggara. Selain itu, penggunaan bahan plastik perlu menjadi perhatian khususnya dampak yang dihasilkan bagi lingkungan. Menanggapi hal tersebut, Jahja mengungkapkan kesiapan perusahaan untuk masuk ke pasar ekspor. "Kami menargetkan 40% hasil produksi untuk di ekspor, namun kami mengincar pasar Amerika sebab market di sana sudah jelas," sebut Jahja.

Mengenai pengolahan limbah plastik, Jahja mengungkapkan, pihaknya pun terus mengupayakan hal tersebut. Salah satu hal yang menjadi tantangan yakni mensterilkan sisa produk yang telah berisi cairan vaksin. Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul:

Berita Terkait

Rangsang Minat Beli Konsumen, Aqua Japan Gelar Event Mall to Mall

Nurofia Fauziah

Beli Tiket Bioskop dapat Diskon 50% Cashback 10% Promo Spesial Natal 2019 & Tahun Baru 2020 di CGV

Nurofia Fauziah

Rumah.com ‘Property Market Outlook 2020’ Prediksi Pasar Properti Nasional 2020 Lebih Menggeliat

Nurofia Fauziah

Menteri Airlangga Sebut Ekonomi Tiga Negara Ini Masih Tumbuh di Tengah Covid-19

Nurofia Fauziah

Penerbangan Dialihkan menuju Soekarno-Hatta Bandara Halim Tergenang 30 Cm

Nurofia Fauziah

karyawan Daihatsu Bergantian menuju Pabrik & Persingkat Waktu Produksi Respon Keputusan Pemerintah

Nurofia Fauziah

6 Triliun Hingga Pertengahan Mei 2020 BCA Restrukturisasi Kredit Senilai Rp 82

Nurofia Fauziah

Bendung Kamijoro Jadi Proyek Terakhir 2019 yang Diresmikan Jokowi

Nurofia Fauziah

Kebanyakan Grabwheels Dipakai buat Gaya-gayaan Kemenhub

Nurofia Fauziah

Jadi Proyek Strategis Nasional, PT KCN Minta Kepastian Invetasi di Proyek Pelabuhan Marunda

Nurofia Fauziah

Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun hingga 16 Persen, Garuda Mengaku Semakin Tertekan

Nurofia Fauziah

Direktur Krakratau Steel Dikabarkan Kena OTT, Dirut Silmy Karim: Kinerja Perusahaan Tak Terganggu

Nurofia Fauziah

Leave a Comment