Bisnis

Napolly Diganjar Penghargaan Ini berhasil Bikin Inovasi Sofa Plastik Knock Down Bermotif Rotan

Perusahaan plastik furniture Napolly, PT Cahaya Buana Intitama, Napolly, berhasil mengembangkan inovasi produk terbaru dengan memproduksi kursi dan lemari dari material plastik dengan motif rotan. Dari pabriknya di Sentul, Bogorm Napolly mampu menghasilkan produk dengan tekstur mirip anyaman rotan yang asli. Hasil cetakan ini menggunakan mesin teknologi tinggi sehingga anyaman plastik yang dihasilkan benar benar bermotif rotan. Produk sofa plastik knock down motif rotan yang dihasilkannya diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, sejak pertama kali diluncurkan pada Juni 2018 di event Jakarta Fair.

General Manager PT Cahaya Buana Intitama, Dede Hasan Senjaya mengatakan, pihaknya menggunakan konsep minimalis pada sofa plastik Napolly mengikuti tren selera konsumen. “Napolly menciptakan sofa plastik yang ukuran besar atau kecilnya sofa dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” kata Dede, Pasar yang dibidik adalah keluarga muda yang bergaya dinamis seperti mereka yang tinggal di perumahan dengan ruangan terbatas atau mereka yang tinggal di apartemen.

“Sofa plastik knock down ini terdiri dari part terpisah seperti dudukan, sandaran kaki dan sandaran tangan yang dapat dipasang atau digabungkan, sehingga membentuk sebuah sofa baik dapat membentuk sofa satu dudukan, sofa dua dudukan ataupun sofa tiga dudukan,” jelasnya. Bahan yang digunakan 100% Polypropylene murni High Impact dan mampu menopang beban dengan berat hingga 250 kg. Kelebihan sofa plastik ini adalah tahan terhadap rayap, tahan air, mudah perawatan serta dapat dibongkar pasang, sehingga praktis untuk pindah tempat. Dalam sehari, Napolly mampu memproduksi 300 sampai 500 seat sofa plastik knock down dan produknya dipasarkan melalui jaringan toko tradisional dan modern market serta pameran di mal. “Kami juga memasarkan sofa plastik knock down ini melalui media market place seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak, Shopee dan Lazada,” ujarnya.

Harganya dibanderol sekitar Rp 2,5 jutaan untuk satu set (2+1+1) sofa dengan berbagai pilihan warna untuk wilayah Jabodetabek. “Harga berbeda di setiap daerah dengan pertimbangan biaya ekspedisi,” katanya. CEO PT Cahaya Buana Group, Simarba Atong Tjia mengatakan bahwa permintaan untuk sofa plastik knock down Napolly ini masih cukup tinggi di masyarakat. Untuk itu, pihaknya kedepannya akan terus menggenjot produksi sofa plastik ini demi bisa memenuhi permintaan para konsumennya. “Tahun ini kita sudah melampai target yang seharusnya 6 juta pcs kini sudah mencapai 7,5 juta pcs. Artinya ada kenaikan sekitar 20 persen."

Atas inovasinya ini Napolly meraih penghargaan Pertama di Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh TRAS N CO Indonesia yang bekerjasama dengan Infobrand.id, yakni “Sofa Plastik Knock Down Motif Rotan Pertama di Indonesia”. “Penghargaan ini menjadi salah satu pencapaian besar bagi Napolly, khususnya dalam hal inovasi. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi Napolly untuk terus berinovasi tiada henti guna memenuhi kebutuhan konsumen kami,” ujar Atong. Chairman Tras N Co Indonesia, Tri Raharjo mengatakan inovasi pertama di kategorinya, mampu menciptakan image positif dan memiliki nilai lebih bagi konsumennya. “Apresiasi Pertama di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan semangat kompetisi yang sehat dan mendorong semangat untuk berprestasi lebih baik di dunia bisnis,” kata Tri.

Berita Terkait

Terapkan Bagasi Gratis, Penumpang Pelni Naik 28 Persen

Nurofia Fauziah

Diskon Hingga 70 Persen dalam Program Perfect 10.10 Sale

Nurofia Fauziah

Mendag Berharap Pembukaan Mal Berdampak Positif Bagi Perekonomian

Nurofia Fauziah

Jadi Proyek Strategis Nasional, PT KCN Minta Kepastian Invetasi di Proyek Pelabuhan Marunda

Nurofia Fauziah

Siap Siap, Tarif Tol Cipali Akan Naik Mulai Oktober 2019

Nurofia Fauziah

BTN Optimistis Bisa Lewati Target Laba di RBB 2020 Kantongi Laba Rp 768 Miliar di Semester I 2020

Nurofia Fauziah

Pembangunan Terminal 4 Bandara Soetta Dimulai Pertengahan 2021

Nurofia Fauziah

Sri Mulyani Butuh Tambahan Utang hingga Rp 45 Triliun Per Pekan Biayai Defisit

Nurofia Fauziah

Menteri Airlangga Sebut Ekonomi Tiga Negara Ini Masih Tumbuh di Tengah Covid-19

Nurofia Fauziah

Sebelum 30 April 2020 Segera Lapor SPT Tahunan Secara Online Login djponline.pajak.go.id

Nurofia Fauziah

DPR Minta Sawit Masuk dalam Perjanjian IEU-CEPA

Nurofia Fauziah

Selama Kepemimpinannya Gapura Angkasa Jadi ‘Tong Sampah’ Kejengkelan Serikat Pekerja menuju Ari Askhara

Nurofia Fauziah

Leave a Comment