Regional

Mobil Milik Youtuber Pembagi ‘Makanan’ Sampah di Bandung Diamankan Polisi

Kepolisian mengamankan mobil Ferdian Paleka, Youtuber yang melakukan prank memberi makanan berisi sampah kepada transpuan di Bandung, Jawa Barat. Personel Satreskrim Polrestabes Bandung membawa mobil jenis sedan berwarna hitam sekitar pukul 21.20 WIB, Selasa (5/5/2020). Polisi belum menjelaskan dari mana asal mobil tersebut dibawa.

Demikian juga ketika disinggung soal keberadaan Ferdian Paleka dan satu kawannya A. Saat ini, mobil dengan nomor polisi D 1030 CW itu sudah terparkir di halaman Satreskrim Polrestabes Bandung. Ferdian Paleka bersama satu rekannya berinisial A masih diburu polisi.

Keduanya imbau agar segera menyerahkan diri, seperti Tubagus Fahddinar, satu rekannya yang sudah lebih dulu menyerahkam diri dan ditetapkan sebagai tersangka. Kronologi Youtuber Bandung Ferdian Paleka memberikan bantuan berisi sampah dan batu terdapat di video Youtubenya dan berdasarkan pengakuan waria yang menjadi korban. Kejadian tersebut memang sengaja dibuat untuk kebutuhan konten prank di Youtube Ferdian Paleka.

Namun, video tersebut telah dihapus. Kendati demikian, tak sedikit akun yang mengunggah ulang video prank tersebut. Ferdian Paleka yang mengenakan baju putih, ditemani dua temannya menaiki mobil dan menuju lokasi di mana waria tengah berkumpul. Sebelumnya, mereka telah menyiapkan lima kardus mi instan yang telah diisi batu dan sampah yang diambil dari tempat sampah.

Saat bertemu dengan waria, Ferdian Paleka menawarkan bantuan mi instan untuk mereka. Tentu saja bantuan tersebut disambut baik oleh mereka. Ferdian Paleka dan satu temannya mengatakan akan memvideokan hal tersebut untuk kebutuhan vlog.

Dua waria yang pertama ditemuinya mengaku tak keberatan asal wajahnya tidak terekam. Setelah masing masing diberi satu kardus, waria itu berterima kasih dengan tulus. "Makasih, jazakumullah ya. Jangan lupa like, comment, and share," katanya sembari tersenyum.

Korban prank bantuan berisi sampah Ferdian Paleka tak hanya mereka berdua. Waria kedua yang mereka temui ada dua orang. Masing masing pun diberikan bantuan yang sama.

Mereka berlarian kecil menuju mobil karena ingin mendapat bantuan. "Bagi.. A (sebutan Aa), makasih, semoga banyak rezeki. Hati hati, ya," ujarnya. Ferdian Paleka dan temannya kembali masuk mobil.

Korban terakhir dalam video tersebut adalah sekelompok anak yang sedang membangunkan sahur untuk warga. Berbeda dengan para waria, anak anak kecil ini langsung membuka kardua bantuan tersebut. Mereka kesal ketika mengetahui bantuan itu berisi batu dan sampah.

Ferdian dan teman temannya langsung tancap gas. Anak anak itu sempat terlihat mencoba mengejar mereka. Atas kejadian tersebut, komunitas transgender atau waria Kota Bandung yang tergabung dalam Srikandi Pasundan mendampingi korban mendatangi Satreskrim Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (4/5/2020) dini hari. "Malam ini kami ke sini (Polrestabes Bandung) untuk melaporkan video yang viral. Korban prank ada empat orang. Kami teman teman waria Bandung support teman teman yang jadi korban. Empat korban itu yang ada di video," ujar Abel, perwakilan empat korban.

Peristiwa pembagian dus itu terjadi di Jalan Ibrahim Adjie pada Kamis (30/5/2020) dini hari. "Kami dari Srikandi Pasundan yang mendampingi dan mendukung empat orang rekan kami yang jadi korban, menerima bingkisan berisi batu dan sampah," kata Abel. Abel mengatakan, beredarnya video itu membuat sakit hati banyak orang termasuk teman teman transgender.

Apalagi, perbuatan itu dilakukan di tengah keprihatinan warga di tengah kesulitan di masa pandemi virus corona. "Mereka sakit hati. Saya yang tidak di TKP merasa sangat sedih karena di saat pandemi virus corona, sebungkus nasi berarti dan setelah dibuka teman teman saya, isinya sampah, batu. Harapan saya segera tertangkap pelakunya dan dia jera bikin konten mendiskriminasi transgender di Indonesia," ‎ujarnya. Empat korban prank itu saat kejadian sedang berada di Jalan Ibrahim Adjie.

Awalnya, mereka enggak menyangka pemberian bantuan prank itu ‎bakal se viral ini. Mereka kemudian berbagi cerita dengan rekan rekannya di komunitas itu. "Untung mereka kenal dengan komunitas. Sebelum mereka share ke yang lain, mereka share ke kami. Bukannya apa apa, dengan gender kami ini, ‎ke mana kami harus ngadu, terkadang bikin aduan pun suka disalahin," ucap dia.

Dari empat korban, dua di antaranya berusia 40 dan 50 tahun yakni Sani dan Dini. Sani sehari hari bekerja di sebuah karaoke namun saat tempat karokenya tutup di tengah pandemi, ia kembali ke jalan. Lalu Dini, sehari hari tidak ada pekerjaan tetap.

Lalu ada Luna dan Pipiw, masing masing berusia 25 dan 30 tahun. Pipiw, sehari hari bekerja sebagai stylish di sebuah salon. (Fidya Alifa Puspafirdausi)

Berita Terkait

Hanya Satu Kata ‘Lawan’ Rektor Uniba Solo Nyatakan Mundur Lepas Baju Lempar menuju Lapangan Kampus

Nurofia Fauziah

Kasus Pencurian Uang di SPBU Mlati Terkuak Berkat Temuan Ceceran Uang di Laci Kasir

Nurofia Fauziah

Anak Pak RT Tewas Kena Pisau Beracun Sebelum Azan Magrib Bertamu menuju Tetangga

Nurofia Fauziah

Seorang Dokter RSUD Soetomo Surabaya Meninggal dengan Indikasi Covid-19 IDI kembali Berduka

Nurofia Fauziah

Polisi Pendiri ‘Sekolah Kuota Gratis’ di Lahan Pemakaman Umum Mengenal Sosok Aiptu Paleweri

Nurofia Fauziah

Perilaku Tak Biasa Made Artana Sebelum Tewas Tertimbun Longsoran Tanah

Nurofia Fauziah

Sempat Berlindung Pakai Sepeda Kesaksian Warga Lihat Pak RT Duel dengan Tetangganya Hingga Tewas

Nurofia Fauziah

Motor Ojol di Surabaya Hilang Saat Ditinggal Ambil Makanan dalam Mall

Nurofia Fauziah

Salah Satu Korban Teman Suranto Mayat yang Ditemukan di Sukoharjo Ternyata 5 Bukan 4 Orang

Nurofia Fauziah

Sulit Ditemukan Hingga Dianggap Mistis oleh Warga Kisah Dingo Anjing yang Bernyanyi di Papua

Nurofia Fauziah

Pasien Covid-19 di Tasikmalaya Ini Diduga Terpapar di Lembang Sehari Dirawat Lalu Meninggal

Nurofia Fauziah

Pakai Kostum Superhero buat Imbau Anak-anak agar Tetap di Rumah Cara Unik Kampung di Sukoharjo

Nurofia Fauziah

Leave a Comment