Metropolitan

Masyarakat Kurang Sadar Bahaya Corona Penutupan McDonald’s Sarinah Buat Kerumunan Massa Psikolog

Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hudaniah, S Psi M Psi, menyoroti ramainya kerumunan warga saat menghadiri seremoni penutupan McDonald's Sarinah. Aksi tersebut menuaikecaman karena mendatangkan kerumunan massa di sekitar Jalan M.H. Thamrin, Menteng, Jakarta Pusatpada Minggu (10/5/2020) malam. Kecaman tersebut disebabkan Provinsi DKI Jakarta masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terkait aksi tersebut, Psikolog Hudan pun memberikan analisisnya. Ia menilai aksi yang dilakukan sejumlah warga merupakan respons dari branding image McDonald's itu sendiri. "Dari sudut psikologi, kita bicara tentang perilaku konsumen, hal ini tentu tidak lepas dari image product McDonald's yang sudah ada di ratusan negara."

MenurutKepala UPT Bimbingan dan Konseling UMM itu, faktor berkumpulnya massa juga bisa dipengaruhi sejarah dari McDonald's Sarinah di Indonesia. "Istimewanya di Sarinah itu McDonald's pertama di Indonesia dan 30 tahun beroperasi." "Tentu sudah menjangkau banyak sekali pelanggan dan terjadi (transaksi, red) berulang ulang," paparnya.

Hudan menuturkan, hal ini lah yang membuat McDonald's Sarinah melekat di hati para pelanggannya. "Jadi sudah membentuk kecintaan masyarakat terhadap produknya, kalau di McDonald's lain yang tidak menjadi sejarah, konsumennya barangkali tidak akan seheboh itu," jelas Hudan. Atas alasan inilah, Hudan menerangkan, sebagian masyarakat tentu merasa kehilangan.

Kendati demikian,Hudan mengaku tidak heran terkait para warga yang melanggar aturan PSBB. Pasalnya, penerapan PSBB adalah hal yang tidak disukai masyarakat, berbanding terbalik dengan penutupan McDonald's Sarinah. "Sementara ini lawannya McDonald's Sarinah yang sudah 30 tahun beroperasi dan mau tutup untuk selamanya."

"Jadi lebih menarik melihat seremoni penutupannya, karena mereka berpikirnya tidak akan punya kesempatan untuk melihat lagi," ungkap Hudan. Disamping itu, lanjut Hudan, efek dari melanggar aturan PSBB ini tidak langsung terlihat. Selain itu, Ia mengatakan masyarakat yang abai pada aturan PSBB, bisa terjadi karena ketidaksadarannya akan bahaya virus corona.

"Meski dilakukan PSBB, evaluasi masyarakat akan bahaya corona tidak tampak pada diri mereka, seperti merasa buktinya aku tidak apa apa," kata dia. Terlebih, aturan PSBB juga dirasa menghambat kebutuhan diri masing masing orang. Di antaranya seperti kebutuhan fisiologis dan sosial yang tidak terpenuhi.

Untuk itu, Hudan mengatakan, kesadaran masyarakat belum tinggi terhadap aturan PSBB. "Jadi kesadaran masyarakat belum tinggi terkait PSBB." "Mereka merasa lebih tertarik dengan seremoni penutupan McDonald's Sarinah karena tidak akan ada lagi," pungkasnya.

Berita Terkait

Peringati Hari Kartini, Polwan Gelar Atraksi Kolone Senjata di Arena Car Free Day

Nurofia Fauziah

Kali Sunter Berubah Jadi Warna Biru Pekat, Pemprov DKI Cari Pelakunya

Nurofia Fauziah

Kejagung Siap Hadapi Gugatan Korban Semanggi I-II menuju PTUN

Nurofia Fauziah

Pengelola AEON Mall JGC Ingin Rangkul Warga Pasca Didemo Banjir yang Genangi Pemukiman

Nurofia Fauziah

Optimalkan Pelayanan Publik PT. Transjakarta Renovasi 6 Halte Terdampak Aksi Mahasiswa

Nurofia Fauziah

Korsleting Kipas Angin Diduga Picu Kebakaran Yang Melahap 3 Rumah Kontrakan di Tanjung Priok

Nurofia Fauziah

Polisi Ringkus Komplotan Rampok & Penadah Barang Curian Minimarket di Duren Sawit

Nurofia Fauziah

Kecelakaan Tunggal Di Tol BSD Jakarta, Pengemudi Minibus Alami Luka Berat

Nurofia Fauziah

Pegawai Restoran Yang Dirumahkan Kini Pilih Pulang Kampung Karena Corona kisah Lenia

Nurofia Fauziah

3 Kali Dikasih Hadiah Yunarto Wijaya Komentari Banjir Jakarta Beri Ucapan menuju Anies Baswedan

Nurofia Fauziah

Pengoperasian Skuter Listrik Sebaiknya Dihentikan Hingga Terbit Aturan Demi Keamanan

Nurofia Fauziah

Menyesatkan Soal Anggaran Komputer DKI Jakarta Rp 128 Miliar Cinta Mega Sayangkan Tagline Anthony

Nurofia Fauziah

Leave a Comment