Internasional

Malaysia Larang Warganya Gelar Kunjungan di Hari Kedua Idul Fitri

Tidak boleh lagi ada tradisi kunjungan Idul Fitri pada hari kedua bulan Syawal, Senin (25/5/2020) di Malaysia. Karena hari kedua Syawal sudah kembali pada perintah pembatasan pergerakan (MCO) atau lockdown tanpa pelonggaran. Demikian Kantor Berita Malaysia Bernama melaporkan, Senin (25/5/2020).

Pemerintah Malaysia hanya memungkinkan kunjungan Idul Fitri pada hari pertama, Minggu (24/5/2020). Tapi tetap di bawah prosedur operasional standar (SOP) pemberlakuan MCO. Diantaranya membatasi pengunjung hanya 20 orang, social distancing dan menjaga kebersihan.

Ada beberapa orang keras kepala yang menolak untuk mematuhi SOP dan berusaha untuk pulang ke kampung halaman. Tetapi mayoritas warga menjalani lebaran Idul Fitri secara normal baru. Sebagai contoh, mesjid, Surau dan kuburan yang biasanya ramai dikunjungi pada hari pertama Syawal setiap tahun, kini sunyi dan tanpa orang.

Sebaliknya, banyak umat Muslim salat Idul Fitri di rumah bersama anggota keluarga. Selain itu, banyak juga melakukan 'kunjungan virtual' melalui teknologi dengan membuat panggilan video untuk bisa terhubung dengan orang yang mereka cintai. Menteri Luar Negeri Hishammuddin Tun Hussein mendesak umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dalam cara normal baru dengan hati yang terbuka.

"Meskipun 1 Syawal tahun ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya, setelah penyebaran Covid 19, setidaknya kita masih bisa menikmati dan memiliki kesempatan untuk merayakan di lingkungan yang aman dan damai," ujarnya dalam video yang upload di halaman Instagram, Minggu (24/5/2020). "Saya mengerti, banyak yang sedih tidak dapat kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Idul Fitri bersama orang tua, tapi saya harap kita bisa latihan kesabaran dalam menerima direktif ini dengan hati yang terbuka." "Tetapi pada saat yang sama, ini tidak berarti bahwa kita tidak dapat membina ikatan yang lebih dekat dengan keluarga, kerabat, dan teman kita. Kita juga dapat merayakannya secara normal baru dengan melakukan doa dengan anggota keluarga di rumah dan membuat panggilan video dengan keluarga dan teman yang jauh, "katanya.

Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin mengingatkan warga Malaysia untuk menghindari pemborosan makanan dan mempraktikkan budaya manajemen yang lebih berkelanjutan untuk mencegah dan meminimalkan pemborosan ketika beradaptasi dengan gaya hidup normal baru selama dan setelah Covid 19. Menteri Komunikasi dan Multimedia Saifuddin Abdullah juga menyampaikan selamat Hhari Raya yang diunggah di akun Facebook dan Twitter miliknya. "Selamat Hari Raya 1441H. Minal ' Aidin Wal Faizin. Maaf lahir dan batin. Jangan lupa untuk berlatih hidup normal baru, mengurus diri sendiri dan menjalani social distancing. Bersama sama, mari kita hentikan penyebaran wabah Covid 19, "tulis Saifuddin, yang juga mengunggah gambar keluarganya.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad dan istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali dalam video ucapan hari Raya Idul Fitri menyarankan masyarakat untuk mematuhi MCO selama pandemi Covid 19 selama perayaan lebaran. "Idul Fitri tahun ini tidak seperti biasa, kita tidak bisa berkeliling mengunjungi teman dan anggota keluarga, tetapi harus merayakan di rumah masing masing karena wabah Covid 19 yang telah menyebar ke seluruh negeri." "Kami menyadari, penting untuk mematuhi MCO, jika tidak infeksi akan menyebar. Jadi meskipun kita kecewa tahun ini Hari Raya tidak seperti biasanya, insya Allah jika kita mampu mengurangi kurva Covid 19, kita mungkin bisa merayakan seperti biasa tahun depan," tambahnya.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan kerjasama publik dalam mematuhi SOP pada 1 Syawal sangat diperlukan untuk membantu memutuskan mata rantai Covid 19. Kesadaran masyarakat pada kebutuhan untuk mematahkan rantai infeksi jelas terlihat dari survei National Security Council (NSC) yang dilakukan pada 18 Mei, yang menunjukkan bahwa 74 persen dari 215.712 responden memilih untuk tidak menerima tamu selama perayaan Idul Fitri. Bahkan, hanya 20 persen memilih untuk merayakan Idul Fitri dengan kerabat terdekat, tidak dari rumah yang sama.

Sementara hanya enam persen memilih untuk merayakannya dengan kerabat yang jauh serta dengan tetangga mereka. Meskipun survei menunjukkan masyarakat lebih suka untuk merayakan Idul Fitri dalam cara yang aman, masyarakat perlu diingatkan untuk merayakan 1 Syawal tidak berlebihan, supaya pihak berwenang setempat tidak datang ke rumah mereka karena melanggar SOP. Karena polisi kerajaan Malaysia (PDRM) dan angkatan bersenjata Malaysia (MAF) akan terus melakukan patroli.

Jika ada banyak kendaraan di luar rumah, maka mereka akan memeriksa lokasi untuk melihat berapa banyak orang yang ada di dalam.(BERNAMA )

Berita Terkait

Hampir Tembus 8 Juta Pasien Meksiko Catat 4.147 Kasus Baru Update Corona Global 15 Juni 2020 Siang

Nurofia Fauziah

Wuhan Bersiap Buka RS Khusus Virus Corona yang Dikerjakan Kilat 8 Hari

Nurofia Fauziah

Terekam CCTV Pejabat Korsel yang Bertugas Menangani Virus Corona Dilaporkan Bunuh Diri

Nurofia Fauziah

Viral Pemilik Butik Terancam Dipenjara Setahun karena Pemotretan Gaun Pengantin di Pemakaman

Nurofia Fauziah

Hampir 800 Orang Meninggal di Italia

Nurofia Fauziah

Politisi Ukraina Tertangkap Kamera Berkomunikasi Dengan PSK Saat Sidang Parlemen Berlangsung

Nurofia Fauziah

Satu Demonstran Tewas Ditembak Gelombang Protes Kematian George Floyd Meluas & Berujung Rusuh

Nurofia Fauziah

Pria Ini Lakukan Sesi Foto dengan ‘Arwah’ Istrinya, Ternyata Ini Tujuannya

Nurofia Fauziah

Dr Aqua Dwipayana ‘Hipnotis’ Ratusan PMI Profesional Qatar dan Pegawai KBRI Doha

Nurofia Fauziah

VIRAL Video Ibu Pukul hingga Seret Anak Kandung karena Ingin Goda Mantan Suami yang Nikah Lagi

Nurofia Fauziah

Dibintangi Ashley Judd Tayang di Bioskop Trans TV Pukul 23.00 Sinopsis Film Double Jeopardy

Nurofia Fauziah

Yuk Bermain Trick n Treat di Google Doodle Hari Ini Rayakan Halloween

Nurofia Fauziah

Leave a Comment