Regional

Lurah Benda Baru Ditetapkan Jadi Tersangka Mengamuk di SMAN 3 Tangsel

Kepolisian menetapkan Lurah Benda Baru, Saidun, sebagai tersangka kasus perbuatan tidak menyenangan dan perusakan barang. Sebelumnya Saidun diketahui mengamuk di ruang Kepala SMAN 3 Tangerang Selatan (Tangsel) karena siswa titipannya ditolak. "Hasil dari gelar perkara tersebut telah ditemukan alat bukti dua alat bukti sehingga terlapor kita tingkatkan menjadi tersangka," ujar Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, di Mapolsek Pamulang,Tangerang Selatan, Rabu (19/8/2020).

Supiyanto mengatakan, setelah olah tempat kejadian perkara, pihaknya mendapat sejumlah bukti dan keterangan saksi. Bukti dan keterangan itupun dikonfrontasi dengan keterangan Saidun yang dipanggil beberapa kali ke kantor polisi. Setelah itu, polisi melakukan gelar perkara untuk memastikan kronologi kejadian.

"Yang mana berdasarkan hasil penyidikan, berdasarkan keterangan saksi saksi dan alat bukti lainnya kita lakukan gelar perkara," ujarnya. Usai gelar perkara, polisi pun menetapkan status Lurah Saidun sebagai tersangka dengan jeratan pasal 335 ayat (1) dan 406 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan pengerusakan barang. "Ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara," jelasnya.

Beberapa toples yang berjejer di meja ditendang hingga pecah berantakan. Aksi Saidun tersebut terkam kamera pengawas dan viral di media sosial. Pihak sekolah pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Pamulang.

Lurah Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, Saidun mengaku baru pertama kali merekomendasikan calon murid agar bisa masuk ke sekolah negeri. Hal itu diungkapkan Saidun usai menjalani pemeriksaan di Polsek Pamulang terkait kasus perusakan yang dilakukannya di SMAN 3 Tangsel karena kesal murid titipannya ditolak pihak sekolah. "Sebelumnya enggak pernah. Baru pertama kali," ujar Saidun Selasa (28/7/2020).

Saidun menjelaskan, hal itu dilakukannya demi menyampaikan aspirasi warga yang ingin anak mereka masuk ke sekolah tersebut. "Kalau bicara titipan tidak ada titipan. Enggak ada, saya cuma menyampaikan aspirasi masyarakat saya, itu saja," ungkapnya. "Walaupun jawaban saya sudah tidak bisa untuk menolong itu, saya berusaha memenuhi, membuktikan bahwa kita sudah berbuat," sambungnya.

Untuk diketahui, Saidun dilaporkan ke polisi oleh pihak SMAN 3 Tangsel karena mengamuk dengan merusak sejumlah barang di ruang kepala sekolah tersebut. Menurut Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto, Saidun melakukan itu karena merasa kesal akibat calon siswa yang direkomendasinya ditolak pihak sekolah. "Terlapor ( lurah) langsung menendang stoples yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah," ujar Supiyanto saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2020).

Supiyanto mengatakan, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Tangsel Aan Sri Analiah tidak bisa menyanggupi permintaan Saidun. Alasannya karena sudah ada beberapa nama calon siswa yang sebelumnya mengaku direkomendasikan oleh Lurah. "Sebelumnya ada tiga calon siswa baru yang mengatasnamakan Lurah Benda Baru, (tapi) masih berstatus cadangan," ungkapnya.

Tidak senang dengan sikap Lurah, pihak sekolah pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pamulang. Saidun dilaporkan dengan tuduhan Pasal 335 Ayat 1 dan 406 KHUP tentang Kekerasan atau Ancaman Kekerasan dan Perusakan Barang.

Berita Terkait

Begini Pengakuan Teman Ferdian Paleka Setelah Jadi Tersangka Bikin Prank Berujung Kecaman

Nurofia Fauziah

Waspada Potensi Tinggi Gelombang Capai 2 Meter Info BMKG Peringatan Dini Rabu 3 Juni 2020 di Lombok

Nurofia Fauziah

Ibu Rumah Tangga di Banjarbaru Dandan Mirip Kuntilanak di Jalan Raya Demi Konten YouTube

Nurofia Fauziah

Pelaku Awalnya Cari Paranormal Pengubah Uang Kronologi Penangkapan 4 Orang Pembawa Uang Palsu

Nurofia Fauziah

Abdullah Buka Tenda Berkemah di Pinggir Sungai Cara Unik Pemudik Isolasi Diri

Nurofia Fauziah

Seorang Dokter RSUD Soetomo Surabaya Meninggal dengan Indikasi Covid-19 IDI kembali Berduka

Nurofia Fauziah

Viral Video Anak Kecil Tunjukkan Rumah Keluarganya yang Terletak di Sebuah Kebun di Solo

Nurofia Fauziah

Kakek 82 Tahun Merasa Salah Sasaran & Kembalikan Uang Tak Bisa Tidur setelah Dapat Bantuan 2 Kali

Nurofia Fauziah

Sepucuk Surat Cinta Jadi Tabir Pembuka Pembunuhan Elvina

Nurofia Fauziah

Yuli Diduga Meninggal akibat Serangan Jantung Bukan karena Kelaparan Tak Makan 2 Hari

Nurofia Fauziah

Kapolda Sumut Perintahkan Kapolres Pelabuhan Belawan Segera Tangkap Pelaku Pembacokan Aipda Daely

Nurofia Fauziah

Riwayat Penyakit hingga Jalani Rapid Test 2 Kali Perawat Meninggal di Surabaya karena Covid-19

Nurofia Fauziah

Leave a Comment