Sport

Libas 1.215 Km, Pesepeda Indonesia Bikin Prestasi di Ajang Bersepeda Jarak Jauh Legendaris di Paris

Tiga belas pesepeda amatir Indonesia berpartisipasi di ajang bersepeda jarak jauh legendaris di Paris. Even yang dikenal dengan sebutan Paris Brest Paris (PBP) ini merupakan ajang empat tahunan yang diselenggarakan oleh Audax Club Parisien (ACP), yang merupakan salah satu klub pesepeda tertua di dunia. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 6.000 peserta dari seluruh dunia.

Setiap peserta PBP diharuskan untuk menyelesaikan kegiatan bersepeda sejauh 1.215 km di rute yang telah ditentukan oleh panitia dalam waktu selambat selambatnya 90 jam. Penyelenggaraan PBP ini bersifat mandiri, dalam artian setiap peserta tidak boleh mendapatkan bantuan atau dukungan apapun selama perjalanan. Indonesia baru berpartisipasi di ajang PBP sejak tahun 2015 di mana pada waktu itu hanya satu peserta Indonesia yang bisa menyelesaikan PBP dalam waktu yang ditentukan oleh panitia.

Pada PBP 2019 ini, tiga peserta dari Indonesia, yaitu, Sandi Adila, Hendriyanto Wijaya dan Vidi Widyastomo berhasil menyelesaikan PBP secara baik. Selain jarak sejauh 1.200 km, berbagai tantangan juga harus dihadapi oleh setiap peserta. Rute yang telah disiapkan panitia banyak melewati kontur perbukitan sehingga total elevasi yang harus diselesaikan oleh setiap peserta adalah kurang lebih 12.000 meter atau 1.5 kali dari puncak Everest.

Selain itu, kondisi cuaca yang dingin di malam hari (dengan temperatur bisa menyentuh 4 derajat celcius) juga merupakan salah satu tantangan terberat bagi peserta Indonesia. Dari tiga peserta Indonesia yang berhasil menyelesaikan PBP, dua di antaranya, yaitu Sandi Adila dan Hendriyanto bahkan berhasil menyelesaikan PBP dengan sepeda lipat sehingga menjadikan mereka sebagai finisher pertama dari Indonesia dengan menggunakan sepeda lipat dengan catatan waktu 82 jam 53 menit. Sandi Adila dan Hendriyanto Wijaya merupakan dua pesepeda dari Klub Brompton Monas Cyclists.

Untuk mempersiapkan diri dalam ajang PBP, Hendriyanto Wijaya, yang kesehariannya merupakan dokter gigi rutin latihan bersepeda sejauh 150 km setiap harinya. Agar tidak mengganggu jadwal praktiknya, latihan kadang dimulai sejak jam 4.30 pagi hari sampai jam 10 pagi. Bagi Sandi Adila, yang merupakan pengacara korporasi di salah satu firma hukum tertua di Indonesia, persiapan PBP sungguh sangat menantang.

Dua bulan sebelum ajang PBP, Sandi Adila mengalami kecelakaan tunggal ketika bersepeda yang mengakibatkan patahnya clavicula dan retak di bagian pelvis. Untuk persiapan PBP, praktis Sandi Adila hanya memiliki waktu selama dua minggu. Suatu mission impossible menurutnya. Salah satu kunci kesuksesan Sandi Adila dan Hendriyanto Wijaya dalam menyelesaikan PBP kali ini adalah persiapan mental dan kerja sama tim yang baik.

Dukungan dari teman teman Brompton Monas Cyclists di Jakarta, yang aktif menanyakan kondisi serta kerap memberikan dukungan dari tanah air juga diakui kedua pesepeda ini sebagai salah rahasia kesuksesan keduanya dalam menyelesaikan PBP.

Berita Terkait

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow Melenggang ke Babak II Tanpa Keluar Keringat

Nurofia Fauziah

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon ke Semifinal Badminton Asia Championships 2019

Nurofia Fauziah

Marc Marquez: Saya Tak Tertarik Berdamai dengan Valentino Rossi, Tak Akan!

Nurofia Fauziah

Eni Nuraini Ungkap Sosok Atlet yang Paling Bandel Hingga Paling Penurut

Nurofia Fauziah

Fabio Quartararo Tercepat di Tes MotoGP Misano Hari Pertama

Nurofia Fauziah

Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow Melaju ke Perempat Final Chinese Taipei Open 2019

Nurofia Fauziah

Daftar Lengkap Pebulutangkis Indonesia di Hyderabad Open 2019

Nurofia Fauziah

tapi Pol Espargaro Belum Selevel dengan Marc Marquez Gaya Balap Boleh Sama

Nurofia Fauziah

All England 2019: Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan Terakhir Juara Lima Tahun Lalu Sekarang Juara lagi

Nurofia Fauziah

Fitriani Berjuang Capai Hasil Maksimal di Badminton Asia Championships 2019

Nurofia Fauziah

Jonatan Christie Sejak Awal Optimis Hendry Saputra Ho Tidak Terjangkit Viovid-19

Nurofia Fauziah

3 Wakil Indonesia Berpotensi Sumbang Medali Emas Jadwal Final Badminton SEA Games 2019

Nurofia Fauziah

Leave a Comment