Travel

Kuliner Legendaris di Menteng Jakarta Sejarah Pempek Megaria

Di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, tepatnya di area pujasera kompleks bioskopMetropole, terdapatPempekMegariayang sudah ada sejak tahun 1989. Kepopuleran pempekMegariabermula dari hasil coba coba Rudianto (55) dalam berwirausaha di kala bangku mahasiswa. Sebab, ia tak tertarik berkarir di dunia kerja.

Meski pilihannya itu membuatnya molor kuliah tetapi kenekatannya malah bikin Rudi sukses. Mahasiswa UI Fakultas Ekonomi tingkat akhir itu memilih merintis usaha kuliner pempek di tengah skripsi pada tahun 1989. Rudi juga berasal dari keluarga dengan latar belakang bisnis. Ayahnya, membuka bisnis percetakan foto film. Sepulang sekolah, Rudi suka membantu ayahnya di toko.

Pempek dipilih karena menurutnya mudah dibuat. Ada keinginan Rudi mengenalkan makanan asli daerahnya di Ibu Kota. Lokasi usaha dipilih di area bioskopMegariaberawal dari hasil pengamatan sepintas di jalan. Kala itu, Rudi, mahasiswa jurusan manajemen yang "tembak langsung" dari Palembang seringkali pergi ke kawasan Blok M, Melawai, Jakarta Selatan dari indekosnya di Kramat, Kwitang, Jakarta Pusat.

Dalam perjalanan di dalam bis kota, ia melihat sejumlah kios kosong di area gedung bioskopMegaria, yang kini sudah berganti namaMetropole. Jiwa bisnisnya membuncah ketika melihat kios kosong di sana karena berada di pinggir Jalan Raya Diponegoro. Saat itu juga jalan itu masih dua arah sehingga gampang dilihat orang. Harga sewanya juga tak begitu tinggi untuk ukuran mahasiswa. Ia mulai merintis usaha pempeknya di sana dengan namaPempekMegariadibantu modal ibunya.

Dalam merintis usahanya, ia awalnya mengajak seorang pedagang pempek dariPalembang. Namun, tak bertahan lama karena pedagang itu tak bisa meninggalkan keluarganya di kampung. "Saya ajak pedagang pempek asliPalembangke Jakarta. Tapi enggak berlangsung lama karena dia punya keluarga bukan jomblo. Sekitar 2 sampai 3 bulan saja kerjanya,"lanjut Rudi.

Baru awal buka, Rudi malah sudah banyak kedatangan pembeli. Pembeli kebanyakan berasal dari mahasiswa, pengunjung bioskop dan pegawai rumah sakit Cipto Mangunkusumo yang tak jauh dari gedung bioskop. PempekMegariakian populer dari mulut ke mulut. Rudi menjual aneka pempek mulai dari pempek kapal selam, lenjer, kulit, kriting, dan adaan. KiniPempekMegariamemiliki banyak menu tambahan di antaranya pindang patin, laksan dan mie celor. Minumannya juga beraneka macam ada es cendol, es teh susu, es kopi susu, es campur dan es kacang merah.

Bila anda ingin ke sana, letak posisi sudah pindah tak lagi menghadap jalan Diponegoro, Pempek Megaria agak menjorok ke belakang Bioskop Metropole menyatu dengan pujasera. Ia juga membuka layanan secara daring dengan tiga tempat pick up point. Ada di area BioskopMetropole, Kwitang, dan Pondok Labu. Rudi bersyukur seorang perantau seperti dia bisa mempertahankan usaha pempek sampai saat ini. Bahkan, disukai pelanggan secara turun temurun.

Pernah suatu ketika, pelanggannya bernostalgia masa muda kepada anaknya diPempekMegaria. "Dia cerita ke anaknya "Bapak dulu jadian di sini", itu cerita cerita yang saya suka dengarnya. Ada rasa bersyukur kita bisa survive sampai sekarang," pungkasnya.

Berita Terkait

Mantan Pembersih Pesawat Ini Akhirnya Jadi Pilot Kerja Keras Selama 24 Tahun

Nurofia Fauziah

Alami Sejumlah Luka di Kepala Penumpang Penyandang Cacat Jatuh Saat Transfer Penerbangan di Bandara

Nurofia Fauziah

Benteng Belgica

Nurofia Fauziah

12 Hal Tidak Biasa yang Kamu Tidak Tahu Tentang Bunga Sakura di Jepang

Nurofia Fauziah

6 Spot Snorkeling dan Menyelam Favorit Turis di Bali

Nurofia Fauziah

10 Kuliner Khas yang Biasa Disajikan saat Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia

Nurofia Fauziah

Info Lengkap Jakarta Fair 2019 Beserta Tiket Masuk, Jadwal Konser dan Rute Bus Transjakarta

Nurofia Fauziah

Kejutan GrabFood dan Geprek Bensu Sambut Bulan Ramadan

Nurofia Fauziah

Rute & Waktu Terbaik Kunjungi Wisata Ranu Manduro Mojokerto

Nurofia Fauziah

Cocok Dijadikan Spot Foto Instagramable Pemandangan Gunung Merapi dari Ketep Pass

Nurofia Fauziah

Sehat dan Porsinya Pas, 7 Kuliner Khas Indonesia Ini Cocok untuk Sarapan

Nurofia Fauziah

Kisah Dua Wisatawan Indonesia yang Terjebak di Nepal Saat Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

Leave a Comment