Corona

KSAD Perintahkan Jajarannya Cepat Rampungkan Gelombang Pertama Pembangunan Lab PCR di 15 RS TNI AD

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memerintahkan jajarannya untuk menyelesaikan gelombang pertama pembangunan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak 15 unit di 15 rumah sakit TNI AD dengan cepat. Andika Perkasa memerintahkan Asisten Logistik KSAD Mayjen TNI Jani Iswanto untuk segera menyelesaikan proses pembangunan laboratorium PCR tersebut hingga bisa segera dioperasikan. Andika mengatakan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) secara bangunan fisik di 15 RS TNI AD di masing masing Kodam telah 100 persen dan tinggal melengkapi alat pendukung dan alat kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Andika saat teleconference berkala bersama RSPAD dan Kakesdam dalam tayangan TNI AD 60 Detik yang diunggah dalam akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Jumat (17/7/2020). "Aslog, sekarang juga hubungi mitra. Jangan satu tim yang bergilir 15. Mau sampai kapan itu? Siapkan tim lain. Jadi harus simultan dong. Kalau satu Kodam dia muter giliran masih bisa diterima. Tapi jangan brrlainan Kodam kemudian dia giliran lagi," tegas Andika. Diberitakan sebelumnya Andika juga telah memerintahkan jajarannya untuk memulai gelombang kedua pembangunan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di 20 Rumah Sakit TNI AD.

Andika menekankan kepala Kepala Zeni Kodam dan Kepala Rumah Sakit agar dapat menyelesaikannya dalam waktu tujuh hari. Namun Andika juga mengatakan jika dalam prosesnya terjadi dinamika maka tenggat waktu tersebut tidak perlu dipaksakan. Ia juga menekankan agar proses pengerjaan laboratorium PCR tersebut dapat dikerjakan secara sempurna tanpa ada proses yang di by pass.

Hal tersebut disampaikan Andika kepada jajarannya dalam tayangan TNI AD 60 Detik yang diunggah lewat akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Kamis (16/7/2020). "Kepala Zeni Kodam, Kepala Rumah Sakit, ekseskusi, approve. Kalau dalam pelaksanaannya ada dinamika yang menyebabkan tidak bisa disempurnakan dalam tujuh hari, tidak perlu dipaksakan yang penting pengerjaannya sempurna dan tidak ada proses yang di by pass," kata Andika. Asisten Logistik KSAD Mayjen TNI Jani Iswanto mengatakan pembangunan lab tersebut terus dimonitor, berkoordinasi dengan pihak mitra dan sudah diberikan pengarahan.

"Untuk yang 20 tambahan prinsipnya pihak mitra sudah monitor dan sudah kami berikan bayangan. Intinya tidak ada masalah," kata Jani. Diketahui rencananya terdapat 15 laboratorium PCR yang akan dibangun di 15 rumah sakit TNI AD pada gelombang pertama. Sebanyak 15 laboratorium PCR tersebut rencananya akan dibangun selama sembilan hari.

Diketahui hari ini laboratorium PCR di RS TNI AD Sariningsih Bandung Jawa Barat yang merupakan laboratorium PCR kedua yang dimiliki TNI AD telah resmi beroperasi. Laboratorium tersebut ditujukan untuk mempercepat pelayanan pemeriksaan spesimen hasil swab di Bandung dan sekitarnya.

Berita Terkait

696 Positif & 45 Sembuh 59 Meninggal UPDATE Kasus Virus Corona di Jawa Barat 20 April 2020

Nurofia Fauziah

KJRI Jeddah Imbau Jemaah Umrah Manfaatkan Fasilitas Pemulangan dari Arab Saudi

Nurofia Fauziah

Menkop Akui Akses Pembiayaan KUR Tidak Mudah

Nurofia Fauziah

50 Penghuni Dikarantina Nasib Panti Asuhan di Padang Setelah Pemiliknya Meninggal Akibat Covid-19

Nurofia Fauziah

Doni Monardo Persilakan KPK Sadap Teleponnya 

Nurofia Fauziah

dan Jepang Korsel Wishnutama Luruskan Pernyataan Luhut yang Akan Tarik Wisatawan China

Nurofia Fauziah

Gugus Tugas Luncurkan Aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 Apa Saja Keunggulan & Fitur dari BLC

Nurofia Fauziah

4 Tips Melewati Masa Pandemi Corona dalam Kehidupan Rumah Tangga

Nurofia Fauziah

Polisi Sesalkan Masih Ada Pemudik yang ”Kucing-kucingan” dengan Petugas

Nurofia Fauziah

Total 9.771 Kasus Pasien Sembuh Jadi 1.391 Update Kasus Corona di Indonesia per 29 April 2020

Nurofia Fauziah

Mensos Ajak RT & RW Bantu Proses Penyerahan Bansos kepada Warga Terdampak yang Belum Terima

Nurofia Fauziah

Ini Kata Akademisi UGM Kalung Eucalyptus Disebut sebagai Antivirus Covid-19

Nurofia Fauziah

Leave a Comment