Corona

Kini Total Positif Covid-19 di Indonesia Sebanyak 49.009 Kasus Bertambah 1.113

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 kembali melaporkan penambahan kasus pasien positif corona di Indonesia, Rabu (24/6/2020) Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid 19 Achmad Yurianto mengatakan hari ini bertambah 1.113 kasus baru. "Covid 19 terkonfirmasi sebanyak 1.113 orang sehingga menjadi total kasus positif sebanyak 49.009 orang," ujar Achmad Yurianto dalam siaran BNPB, Rabu (24/6/2020)

Angka penambahan tersebut diketahui meningkat ketimbang kasus penambahan positif Covid 19 pada Senin kemarin sebanyak 1.051 orang. Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 19.658 pasien dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 417 orang. "Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 2.573 rang setelah penambahan 38 orang," katanya.

Seperti diketahui, pada Selasa (23/6/2020) kemarin, kasus positif Covid 19 total ada sebanyak 47.896 kasus. Sementara, jumlah pasien sudah sembuh 19.241 menjadi orang. Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 2.535 orang. Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet protokol jaga jarak atau physical distancing dapat menurunkan risiko penularan Covid 19 hingga 85 persen.

Dalam jurnal tersebut menurut dokter Reisa disebutkan bahwa jarak yang aman adalah 1 meter dari satu orang dengan orang lain. "Ini merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai dengan 85 persen," kata Dokter Reisa di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020). Menurutnya, protokol jaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 paling efektif menurunkan transmission rate atau angka penularan.

Terutama, ketika berada di ruang publik, seperti transportasi umum. Sebagaimana diketahui virus SARS CoV 2 menular atau ditularkan melalui droplet atau percikan air liur. Maka dalam hal ini, dokter Reisa juga menyarankan agar masyarakat tetap menggunakan masker saat harus keluar rumah, terutama apabila menggunakan layanan transportasi publik.

"Virus corona jenis baru penyebab Covid 19 menular melalui droplet atau percikkan air liur, maka wajib semua orang menggunakan masker, terutama ketika menggunakan transportasi," jelasnya. Selanjutnya apabila terpaksa menggunakan transportasi umum, dokter Reisa mengimbau masyarakat agar menghindari memegang gagang pintu, tombol lift, pegangan tangga, atau barang barang yang disentuh orang banyak. Kalau terpaksa, maka harus langsung cuci tangan.

"Apabila tidak memungkinkan, menggunakan air dan sabun, maka dapat menggunakan hand rub dengan kadar alkohol minimal 70 persen," katanya. Kemudian, dia juga mengingatkan agar masyarakat tidak meletakkan barang barang bawaan atau tas di kursi atau lantai transportasi umum. Selain itu, mengkonsumsi makanan atau minuman di transportasi umum juga sebaiknya tidak dilakukan, sebab dapat terkontaminasi.

"Hindari menggunakan telepon genggam di tempat umum, terutama apabila berdesakan dengan orang lain, sehingga tidak bisa menjaga jarak aman," jelasnya. "Hindari makan dan minum, ketika berada di dalam transportasi umum. Hal ini bertujuan untuk menghindari kontaminasi, apalagi kalau menggunakan tangan yang tidak bersih," tambah dokter Reisa.

Berita Terkait

Ahli Kesehatan Sebut Protokol yang wajib Dilakukan Jika Sekolah Kembali Buka di Tengah Pandemi

Nurofia Fauziah

Pastikan Bansos Tidak Dipakai Rebutan Ganjar Pranowo

Nurofia Fauziah

PDIP Yakin Anies Tak Mampu Kembalikan Ibu Kota menuju Masa Pembatasan Ekstrem Lagi Emang Duitnya Ada

Nurofia Fauziah

Afrika Selatan Laporkan 311.049 Infeksi 6 Juta Update Corona Global 16 Juli 2020 Tembus 13

Nurofia Fauziah

Pembangunan Kamar Isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang Dikebut

Nurofia Fauziah

Anies Baswedan Jelaskan Langkah Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus di Masa Transisi

Nurofia Fauziah

Ini Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

Dari ASN BKKBN Pasien Positif Covid-19 di RS Pulau Galang Bertambah Dua Orang

Nurofia Fauziah

MUI DKI Jakarta Akui Salat Jumat Dua Gelombang Tidak Memungkinan di Indonesia

Nurofia Fauziah

Ini Reaksi Yunarto Wijaya Menurut Survey Reisa Broto Asmoro Disebut Dapat Turunkan Kecemasan Warga

Nurofia Fauziah

Ini Jawaban Dokter Reisa Broto Asmoro Apakah Virus Corona Benar-benar Ada

Nurofia Fauziah

Bappenas Buat Dashboard buat Analisis Penyebaran Virus Corona di Indonesia

Nurofia Fauziah

Leave a Comment