Kesehatan

Khofifah Canangkan Gerakan Bayi Jatim Pakai Popok Kain Gel Diaper Tertinggi Cemari Sungai

Gubernur Jawa Timur mencanangkan para orang tua Jawa Timur memakaikan popok kain untuk bayinya hingga bayi di bawa tiga tahun (batita). Gerakan pencanangan tersebut dilakukan dalam rangka agar masyarakat lebih memilih penggunaan produk yang lebih ramah lingkungan. Terlebih hingga kini masyarakat Jawa Timur juga masih banyak yang menganut mitos dilarang membakar diaper bayi karena akan membuat kulit bayi berasa panas.

Sehingga memilih untuk membuang popok sekali pakai ke sungai. Padahal hal tersebut lebih berbahaya bagi lingkungan. Pencanangan penggunaan popok kain untuk bayi dilakukan tepat bersamaan dengan pelepasan mahasiswa program kolaborasi KKN Brantas Tuntas yang dilakukan Pemprov Jatim dengan menggandeng 16 perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, Kamis (26/12/2019). Dalam pencanangan itu, Gubernur Khofifah secara simbolis memakaikan langsung popok kain pada bayi anggota Muslimat NU Jawa Timur.

"Hari ini kita ada pemberian pokok yang nonplastik pada bayi, jadi popok ini tidak mengandung gel tapi menggunakan kain. Sehingga setelah dipakai bisa dicuci dan dipakai lagi, dengan begitu akan mengurangi kemungkinan masyarakat membuang popok ke sungai," kata Khofifah. Meski begitu pihaknya menegaskan bahwa Pemprov Jatim tetap menyediakan kontainer khusus untuk tempat pembuangan popok bayi di spot spot tertentu. Seperti dekat sungai, dekat jembatan dan juga di sejumlah tempat pembuangan sampah.

Diharapkan Khofifah masyarakat bisa teredukasi agar bersama sama menjaga lingkungan sungai dan habitat di dalamnya. Pasalnya gel dalam diaper terkategori pencemar sungai Jawa Timur yang paling besar. Bahkan berdasarkan penelitian yang sempat dilakukan oleh salah satu NGO menyebutkan gel diaper menyebabkan mutasi genetika pada ikan sehingga menyebabkan ikan sungai berkelamin ganda.

"Kita tetap akan menyiapkan kontainer untuk tempat pembuangan popok bayi. Semua tentu tau bahwa yang diharapkan seiring dengan program Brantas Tuntas masyarakat bisa teredukasi, terpersuasi untuk menjaga sungai bersih dan sehat," tegasnya. Program Brantas Tuntas sendiri merupakan program yang diinisiasi Pemprov Jatim dengan menggandeng 16 perguruan tinggi negeri di Jawa Timur untuk membersihkan daerah Sungai Brantas dari hulu hingga hilir. Selama setahun setidaknya lebih dari 5.000 mahasiswa akan terjun langsung ke DAS Brantas melakukan penyisiran dan rehabilitasi sungai Brantas serta meningkatman awarness masyarakat di pinggiran sungai.

"Tentu diharapkan Sungai Brantas ini sehat, Sungai Brantas bersih, habitat sungainya bisa hidup secara baik, dan nantinya kita tidak lagi mendengar ada ikan yang kemudian ngambang di sungai," kata Khofifah.

Berita Terkait

Makanan Terbaik untuk Hindari Sakit Kepala Saat Ibadah Puasa

Nurofia Fauziah

Lindungi Kesehatan Si Buah Hati dengan 5 Nutrisi Ini!

Nurofia Fauziah

Kebanyakan Makan Pisang Bisa Picu Masalah Kesehatan

Nurofia Fauziah

Penggunaan Hand Sanitizer Ternyata Bisa Timbulkan Efek Samping ini Efektif Matikan Virus Corona

Nurofia Fauziah

Yuk Buatkan Si Kecil Bubur Apel Pir yang Kaya Vitamin Ini MPASI Bergizi Bayi 7 Bulan

Nurofia Fauziah

Kenali Gangguan Irama Jantung dan Penanganannya

Nurofia Fauziah

Suhu Udara Lagi Panas Panasnya, Trik Agar Tetap Sehat, Minum Cukup Dan Makan Buah

Nurofia Fauziah

Gizi Seimbang dapat Membantu Hadapi Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

VIRAL Pria Gunakan Bra sebagai Pengganti Masker Pelindung dari Kabut Asap, Masker Apa yang Tepat?

Nurofia Fauziah

Begini Penjelasan Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Perempuan Bisa Hamil Saat Berada di Kolam Renang

Nurofia Fauziah

Kenali Penyakit Gagal Jantung yang Membunuh Aktor Taiwan Godfrey Gao Saat Syuting Reality Show

Nurofia Fauziah

Hindari Kelaparan Berlebih & Kenali Waktu Tepat buat Makan 5 Cara Diet Mudah & Aman Bagi Tubuh

Nurofia Fauziah

Leave a Comment