Nasional

Ketua PA 212 Minta Megawati Introspeksi Diri  Singgung Selalu Dibilang PKI

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mempertanyakan nalar pihak pihak yang selalu menuding dirinya dan Presiden Joko Widodo sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI) saat berpidato dalam sekolah partai calon kepala daerah PDIP secara daring, Rabu (26/8). Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustadz Slamet Maarif mengaku tak merasa pernyataan Megawati diarahkan kepada pihaknya. Slamet justru berbalik mempertanyakan mengapa Megawati tidak berkaca lantaran tudingan itu selalu disematkan kepadanya.

Apalagi menurutnyaindikasi kebangkitan PKI gaya baru atau Neo PKI dimulai dari reformasi dan sangat kuat indikasinya ketika masuk tahun 2014 hingga saat ini. "Terakhir adanya RUU HIP siapa inisiatornya? Bu Mega introspeksi dan ngaca diri dengan kebijakan dan langkah partai maupun pemerintah era Jokowi, nanti tahu jawabannya. Dan semoga bisa menyadarinya ya bu," kata Slamet. Slamet juga mengimbau jika tidak ingin dianggap komunis, maka perlu menyingkirkan orang orang yang berorientasi ke sana di dalam partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Justru kalau Bu Mega tidak ingin dianggap komunis ya bersih bersih diri dong partainya dari tokoh tokoh haluan kiri yang pernyataan dan sikapnya membuka ruang kebangkitan PKI," tandasnya. Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku heran dengan tudingan antek Partai Komunis Indonesia (PKI) yang senantiasa dialamatkan pada dirinya dan Presiden Joko Widodo. Ia pun mempertanyakan nalar dari tudingan yang kerap dilayangkan oleh orang orang yang tidak menyukai dirinya tersebut.

"Orang yang enggak senang, selalu bilang saya PKI, Pak Jokowi dibilang PKI. Nalarnya itu ke mana?" kata Mega saat memberi pidato dalam sekolah partai calon kepala daerah PDIP secara daring, Rabu (26/8). Mega berkata dirinya pernah menduduki sejumlah jabatan dari anggota legislatif, wakil presiden, hingga presiden. Menurutnya, jabatan jabatan tersebut tidak akan bisa diduduki bila dirinya merupakan partai atau organisasi terlarang itu.

"Saya ini dijadikan anggota DPR tiga kali, berarti 15 tahun, dipotong dua tahun karena saya jadi wakil presiden. Saya pertama kali jadi itu zaman Soeharto, jadi saya kena screening tentara. Kenapa saya bisa lewat? Jadi entengnya, yang screening saya itu dong yang PKI, kalau saya PKI, karena dia yang meloloskan, bukan saya minta," ucap Mega. Mega meminta seluruh calon kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada Serentak 2020 untuk melandaskan perjuangan politik pada ideologi Pancasila. Menurutnya, calon kepala daerah dari PDIP tak punya cara lain dan harus menjadi nasionalis yang berideologikan Pancasila.

"Jadi kalo masih mau ikut PDIP enggak ada cara lain ya harus jadi nasionalis, ikut ideologi Pancasila," kata Mega.

Berita Terkait

Tommy Soeharto Akan Gugat SK Kepengurusan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nurofia Fauziah

Singgung Wartawan sambil Lihat Sekitarnya Prabowo Subianto Sampaikan Kelemahan Pertahanan Indonesia

Nurofia Fauziah

Kami bukan PKI Bendera PDIP Dibakar Kami Orang Beragama Ganjar Pranowo

Nurofia Fauziah

857 Anak Dapat Remisi Sekaligus Ikut Program Sekolah Mandiri Merdeka Belajar

Nurofia Fauziah

Mereka Sudah Ambil Ancang-ancang buat Pilpres 2024 Kata PDIP soal Manuver NasDem

Nurofia Fauziah

Uang Calon Jemaah Akan Dikembalikan Jika Ibadah Haji Tahun Ini Batal

Nurofia Fauziah

Mahfud MD Sebut Idul Fitri Momen Tepat Prabowo Bertemu Jokowi, Tak Harus Bicara Politik

Nurofia Fauziah

Kata Sherina Munaf Tanggapan Menkes hingga Respons Kementan Polemik Kalung Antivirus Corona

Nurofia Fauziah

16 Persen Didominasi Kejahatan Jalanan Kriminalitas Meningkat 4 ‎Pasca Lebaran

Nurofia Fauziah

Serahkan 3 Dokumen Mahfud Datang menuju DPR Bahas RUU HIP Mewakili Presiden Jokowi

Nurofia Fauziah

22 Wilayah Waspada Hujan Disertai Angin Kencang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 23 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Presiden Jokowi dan Agus Rahardjo Cs Diminta Duduk Bersama Bahas Nasib KPK

Nurofia Fauziah

Leave a Comment