Nasional

Kementerian PPPA Salurkan Paket Khusus Bagi Perempuan & Anak

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak kelompok rentan terdampak Covid 19, Jumat (8/5/2020). Pemenuhan kebutuhan spesifik oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahap awal ini didistribusikan melalui 18 lembaga dan 21 kelurahan di wilayah DKI Jakarta. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.134 orang yakni 407 balita dan anak (di bawah usia 18 tahun), 98 anak yang memerlukan perlindungan khusus.

Kemudian bantuan juga diberikan kepada 80 perempuan kepala keluarga, 468 lansia dan 629 penyandang disabilitas. Para penerima tersebut berasal dari keluarga miskin atau pra sejahtera di DKI Jakarta dan sekitarnya. "Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memastikan hak perempuan dan anak terpenuhi," ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Menurut dia, pemberian bantuan tersebut terlaksana atas dukungan para mitra dan jejaring kerja Kemen PPPA. Menurut dia, selama ini pemenuhan bantuan yang sifatnya umum seperti sembako sudah ada. "Nah untuk bantuan sangat spesifik yang kami berikan hari ini fokus dulu di DKI Jakarta. Hari ini baru tahap pertama, menyusul tahap tahap berikutnya juga akan diberikan bagi perempuan dan anak kelompok rentan terdampak lainnya,” ujar Bintang Puspayoga.

Pemberian bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meringankan beban kelompok rentan khususnya para perempuan dan ibu yang terdampak Covid 19 dan kebijakan pembatasan sosial. Penyaluran bantuan ini diserahkan Menteri Bintang setelah pendataan dan verifikasi oleh tim pendataan Kemen PPPA berkoordinasi dengan pemda. Kementerian PPPA juga bekerjasama dengan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 tingkat provinsi serta para mitra dan jejaring kerja Kementerian PPPA.

Distribusi bantuan kepada kelompok perempuan dan anak diprioritaskan untuk mereka yang berada di daerah padat penduduk, dan daerah miskin perkotaan. “Tentunya ini salah satu contoh yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat luas baik pemerintah, dunia usaha, tokoh adat dan agama, bahwa di luar sana yang dibutuhkan masayarakat tidak hanya kebutuhan pokok saja tetapi ada kebutuhan spesifik baik untuk kebutuhan tumbuh kembang anak maupun kebutuhan kesehatan reproduksi bagi perempuan serta kebutuhan spesifik lansia,” kata Bintang. Bintang Puspayoga mengatakan pemenuhan kebutuhan spesifik anak ditujukan bagi 5 kelompok.

Kelompok tersebut yakni anak usia 0 2 tahun, anak usia 3 4 tahun, anak usia 5 10 tahun, 10 17 tahun serta anak yang memerlukan perlindungan khusus. Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk tambahan pemenuhan gizi dan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya, seperti kacang hijau, susu (hanya untuk anak di atas 2 tahun) dan vitamin. Bantuan yang diberikan juga berupa diapers (untuk bayi di bawah 2 tahun), sabun antiseptik, dan pembalut bagi perempuan dan remaja putri.

Sementara itu untuk bantuan spesifik perempuan dibagi ke 3 kelompok, yaitu perempuan disabilitas, perempuan lansia dan perempuan kepala keluarga. Selanjutnya itu, untuk perempuan lansia berupa sabun, masker, supplement, sarung tangan, susu dan diapers untuk perempuan lansia dan disabilitas. Selain itu, hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) beserta perwakilan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi DKI Jakarta, mitra, dan jejaring Kemen PPPA.

“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiatif pemenuhan kebutuhan spesifik untuk anak anak terdampak Covid 19 untuk keluarga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, dan juga bagi para lansia. Ini sebuah perhatian yang istimewa. Paket spesifik ini mengingatkan dan mengetuk kesadaran semua pihak, bahwa ada kebutuhan khusus kelompok rentan khususnya perempuan, anak, lansia dan disabilitas," kata Missy dari lembaga masyarakat Kapal Perempuan. Di sisi lain, Mieke dari lembaga masyarakat Kalyanamitra mengungkapkan pada masa pandemi Covid 19 anak anak yang masih di bawah usia 18 tahun juga terdampak. Kebutuhan akan asupan gizi tinggi, vitamin, susu dan kebutuhan lainnya sangat dibutuhkan, namun saat ini sulit dibeli.

“Kami sangat senang sekali, Kemen PPPA memberikan perhatian terhadap kondisi anak anak yang terdampak Covid dengan memberi bantuan kebutuhan spesifik mereka,” ujar Mieke. Bintang Puspayoga juga menegaskan seluruh unit kerja yang memiliki tugas urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah juga perlu melakukan langkah serupa. Hal itu untuk pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak kelompok rentan di wilayah masing masing, dengan menggandeng mitra dan jejaring kerjanya.

"Kebijakan kami untuk tidak memotong anggaran dana dekonsentrasi, diharapkan dapat turut meringankan beban perempuan dan anak di masa pandemi Covid 19. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting, tidak hanya di masa pandemi tetapi juga di setiap saat, dalam upaya kita untuk melindungi hak perempuan dan demi kepentingan terbaik anak,” kata Bintang. Pemberian pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, juga menjadi bagian dari Gerakan #BERJARAK (Bersama Jaga Keluarga Kita). Gerakan tersebut telah diinisiasi Kemen PPPA sejak Maret 2020, dan hingga hari ini telah dilaksanakan di 28 provinsi dan 382 kabupaten/kota.

Selanjutnya Gerakan #BERJARAK meliputi 10 Aksi yang digerakkan oleh relawan/kader. Aksi pertama adalah tetap di rumah, aksi kedua adalah hak perempuan dan anak terpenuhi. Kemudian aksi ketiga yaitu alat perlindungan diri tersedia dan aksi keempat dengan jaga diri, keluarga, dan lingkungan.

Selanjutnya pada aksi kelima dengan membuat tanda peringatan. Aksi keenam dengan menjaga jarak fisik dan ketujuh dengan mengawasi keluar masuk orang dan barang. Aksi kedelapan dengan menyebarkan informasi yang benar dan aksi kesembilan yaitu aktivasi media komunikasi online.

Terakhir aksi kesepuluh dengan aktivasi rumah rujukan.

Berita Terkait

KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti terkait Kasus Nurhadi

Nurofia Fauziah

Begini Momen Fadli Zon Ditegur Presenter Kritik Keras Staf Khusus Milenial

Nurofia Fauziah

Para Serikat Pekerja Bacakan Pernyataan Sikapnya Menyikapi Kegaduhan di Garuda Indonesia

Nurofia Fauziah

22 Wilayah Waspada Hujan Disertai Angin Kencang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 23 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Pembelajaran Jarak Jauh Masih Dipertahankan Tahun Ajaran Baru Tetap Juli

Nurofia Fauziah

KPK Terus Pertajam Informasi Hubungan Tin Zuraida dengan Kardi

Nurofia Fauziah

Proses Hukum KPK Penting buat Seleksi Jaksa-jaksa ‘Nakal’

Nurofia Fauziah

Blogger Putih Abu-abu Bisnis Gerabah Jadwal Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah SMA Jumat 22 Mei

Nurofia Fauziah

Wilayah Jabodetabek Hujan Lebat hingga Angin BMKG Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Senin 8 Juni 2020

Nurofia Fauziah

Yudo Margono Berpeluang Jabat Panglima TNI Bakal Dilantik Jadi KSAL Politikus PPP

Nurofia Fauziah

Klapertart Berikut Bahan & Cara Masaknya Mudah & Enak Resep Menu Buka Puasa

Nurofia Fauziah

Penjelasan Lengkap Larangan Mudik Lebaran 2020 hanya Kendaraan dari Zona Merah yang Dilarang Mudik

Nurofia Fauziah

Leave a Comment