Nasional

Kemenhub Tegaskan Tak akan Hentikan Operasional KRL 6 Penumpang Positif Corona

Sebanyak enam penumpang kereta rel listrik (KRL) Jakarta Bogor dinyatakan positif virus corona (Covid 19). Hasil tersebut diketahui setelah menjalani tes swab dengan metode PCR yang dilakukan di dua stasiun berbeda. Tiga penumpang positif corona saat diperiksa di Stasiun Bogor pada Senin (27/4/2020) lalu.

Sementara itu tiga penumpang lainnya diketahui positif Covid 19 saat diperiksa di Stasiun Bekasi pada Selasa (5/5/2020). Dilansir dari , keenam penumpang tersebut tidak menyadari bahwa mereka sudah terpapar Covid 19. Mereka masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Kendati demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memutuskan terkait operasional KRL. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan, pihaknya tidak akan menghentikan operasional KRL commuterline. Zulkifri menambahkan, keputusan untuk tidak memberhentikan operasional KRL dilakukan selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabodetabek.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, KRL tetap dioperasikan untuk melayani warga yang masih bekerja. Adapun warga tetap bekerja di sektor sektor usaha yang masih diperbolehkan beroperasi selama PSBB. Zulfikri menyebut, pengendalian yang dilakukan adalah membatasi waktu operasional dan jumlah penumpang.

KRL diperbolehkan beroperasi pada pukul 05.00 hingga 18.00 WIB. Sementara jumlah penumpang juga dibatasi maksimal 35 persen dari kapasitas normal. Sebab, KRL termasuk dalam kategori kereta api perkotaan.

Walaupun Kemenhub sudah mengambil keputusan, kepala daerah Bogor, Depok, dan Bekasi mendesak pemerintah untuk menghentikan operasional KRL. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menuturkan, hasil pemeriksaan para penumpang ini membuktikan bahwa ada peluang besar penyebaran virus corona di KRL. Sehingga, Rahmat dan kepala daerah Bogor, Depok, dan Bekasi telah sepakat meminta pamerintah agar segera menghentikan operasional KRL.

Menurutnya, dengan berhentinya operasional KRL diharapkan dapat menekan angka Covid 19. Kesepakatan bersama oleh kepala daerah ini telah dilakukan saat rapat secara daring pada Selasa (5/5/2020) lalu. Selain itu, Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan, ada dua opsi kebijakan yang diusulkan oleh lima kepala daerah dalam rapat bersama tersebut.

Yakni, pertama memberhentikan total KRL sementara. Jika opsi pertama diterima. Pemerintah meminta perusahaan di setiap sektor yang dikecualikan menyediakan angkutan antar jemput bagi pegawainya. Kemudian, yang kedua adalah meminta operasionalisasi KRL dibatasi dengan lebih selektif.

Lima kepala daerah itu mengusulkan agar diterapkan aturan yang lebih ketat jikausulan opsi pertama tidak dilakukan oleh pemerintah pusat. Bima mengatakan, usulan untuk memberlakukan aturan yang lebih ketat dengan menunjukan surat tugas dari tempat kerja. "Ada seleksi lebih ketat terhadap orang orang yang masuk ke stasiun, misalnya, dengan menunjukan surat tugas dari perusahaan."

"Jadi, kalau ada yang hanya ingin sekedar main tidak bisa," kata Bima, dikutip dari . Ia juga menyampaikan, pihaknya semaksimal mungkin akan menyediakan angkutan alternatif. Surat usulan tersebut telah dikirim ke pemerintah pusat melalui Gubernur Jawa Barat padaRabu (6/5/2020).

Tak hanya itu, surat tersebut juga dilampiri hasil tes swab 325 orang di Stasiun Bogor dan hasil tes swab 300 di Stasiun Bekasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mendukung usulan kelima kepala daerah tersebut.

Berita Terkait

Bachtiar Nasir Bakal Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana

Nurofia Fauziah

Kader Hanura Marah Tidak Dapat Jatah Menteri

Nurofia Fauziah

Hujan Lebat di Banda Aceh & Bengkulu Prakiraan Cuaca BMKG di 33 Kota di Besok Kamis 5 Maret 2020

Nurofia Fauziah

BIN Tidak Lagi di Bawah Koordinasi Kemenko Polhukam Sejak 3 Juli 2020

Nurofia Fauziah

Mendes PDTT Kunjungi Menteri Tito di Kemendagri Bahas Optimalisasi Dana Desa

Nurofia Fauziah

8.406 Sembuh 1.698 Meninggal DATA TERKINI Pasien Positif Corona Bertambah 684 Menjadi 28.233 Orang

Nurofia Fauziah

Pemerintah Daerah Diminta Perhatikan SE KPK 11/2020 Terkait Penyaluran Bansos

Nurofia Fauziah

Hilal Awal Syawal Belum Terlihat di Wilayah Indonesia Kemenag

Nurofia Fauziah

Terdakwa Benny Tjokro Bingung Baca Surat Dakwaan 8 Triliun Didakwa Rugikan Keuangan Negara Rp 16

Nurofia Fauziah

PT KAI Larang Calon Penumpang kereta yang Bersuhu Tubuh Tinggi Upaya Tangkal Corona

Nurofia Fauziah

PAN Akan Gabung Jokowi Amin, PKS Yakin Tetap Bersama Prabowo

Nurofia Fauziah

KPK Terus Pertajam Informasi Hubungan Tin Zuraida dengan Kardi

Nurofia Fauziah

Leave a Comment