Sport

Jonatan Christie Ikuti Jejak Anthony dan Tommy Melenggang ke Babak Kedua

Pebulutangkis Tunggal Putra Indonesia, Jonatan Christie mengaku tak mau bebani diri dengan target tertentu di BWF World Championships 2019. Ia mengatakan ingin fokus satu demi satu, lawan yang akan dihadapi di depannya. Jonatan datang dengan bekal title sebagai unggulan empat. Hal ini merupakan capaian tersendiri bagi Jonatan di BWF major events, grade 1. Meski begitu Jonatan tak secara gamblang memaparkan targetnya. Setiap lawan dinilai Jonatan memiliki tantangan tersendiri untuk ditaklukkan.

“Puji Tuhan sekarang saya bisa menginjak top four. Di sini saya juga jadi seeded, saya rasa ini merupakan pertandingan terbesar dan saya menjadi seeded empat. Saya berharap ini jadi modal, membuat lawan takut atau nervous. Bukan malah menjadi boomerang buat saya. Gimana caranya saya harus fokus, mengetahui si A gimana cara mainnya, si B gimana cara mainnya. Jadi saya bisa menerapkan strategi yang tepat,” kata Jonatan seperti dilansir badmintonindonesia.org, Senin (19/8/2019). “Saya rasa semua orang ingin menjadi juara dunia. Siapapun atlet pasti impiannya jadi juara dunia. Jadi nggak akan gampang juara di sini. Semua orang ingin juara, tapi kan realitanya saya harus fokus satu demi satu dulu. Besok nih saya lawan siapa, saya harus menerapkan strategi apa, lawan nggak enak kalau saya seperti apa, saya harus lebih fokus di situ,” jelas Jonatan. Di babak pertama, Jonatan berhasil mengalahkan Rajiv Ouseph (Inggris) dalam dua game, 21 15, 21 19. Kemenangan ini sekaligus memastikan keunggulan Jonatan menjadi 3 2 atas Rajiv.

“Terakhir lawan Rajiv itu di Denmark tahun 2017, saat itu saya kalah. Waktu itu sebenarnya sudah sempat leading, game pertama menang, game kedua leading tapi kalah, game ketiga juga leading tapi bisa kesusul. Dari situ saya berpikir supaya hal tersebut tidak terulang. Di game kedua saat dia mengejar sebisa mungkin saya terus menekan lawan. Saya bermain lebih menyerang. Ini juga yang harus jadi PR buat pertandingan besok, sudah leading tapi terus coba disusul lawan,” urai atlet kelahiran Jakarta tersebut. Rajiv diakui Jonatan pemain dengan serangan yang cukup baik. "Karena jangkauan dan tinggi badannya mendukung buat dia main serang. Power dan tenaganya juga cukup besar,” jelas Jonatan.

Selanjutnya di babak dua, Jonatan akan berhadapan dengan Kwang Hee Heo (Korea). Laga kali ini memiliki tantangan tersendiri buat Jonatan. Sebab tiga kali bertemu, Jonatan belum pernah mengantongi kemenangan dari Heo.

Berita Terkait

Momota Juarai BWF World Tour Finals 2019 Menang Rubber Game atas Ginting

Nurofia Fauziah

Anthony Sinisuka Ginting Dikalahkan Chou Tien Chen di Laga Perdana Grup B

Nurofia Fauziah

MotoGP San Marino 2019: Valentino Rossi dan Marc Marquez Nyaris tak Ikut Balapan

Nurofia Fauziah

Marc Marquez Berprestasi tak Lepas dari Honda yang Mengembangkan Mesin Secara Pararel

Nurofia Fauziah

Pebulutangkis Indonesia Tanpa Gelar di Chinese Taipei Open 2019

Nurofia Fauziah

Robert Kubica Baru Raih Pon Satu Posisinya Nomor Dua dari Bawah Klasemen Sementara

Nurofia Fauziah

Raih Emas Ketiga Indonesia Duduki Posisi Kelima Geser Singapura Update Klasemen SEA Games 2019

Nurofia Fauziah

MotoGP 2020 Miliki Peluang dari Lebih Awal ‘Manfaatkan’ La Liga

Nurofia Fauziah

Virtual Run DIgelar ILO Indonesia Kampanye Untuk Mendukung Kelayakan Pekerja.

Nurofia Fauziah

Informasi Tiket On The Spot Indonesia Open 2019, Berikut Cara Pembelian dan Jam Buka Tiket Boxnya

Nurofia Fauziah

Utut Adianto bilang Kalangan Pengusaha Lebih Layak Pimpin KONI Pusat

Nurofia Fauziah

Rio Haryanto Diharapkan David Tjipto Cepat Beradaptasi dengan Tim T2 Motorsports

Nurofia Fauziah

Leave a Comment