Internasional

Jepang Perluas Larangan Masuk Pengunjung dari India & 10 Negara Lainnya

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan, Jepang memperluas larangan masuknya pengunjung yang telah melakukan perjalanan ke India dan 10 negara lain, Senin (25/5/2020). Langkah ini sebagai bagian dari upaya menahan penyebaran virus corona baru. Aturan tersebut akan mulai berlaku Rabu (27/5/2020), dan akan diberlakukan untuk saat ini.

Ini artinya warga negara asing yang telah ke daerah daerah ini dalam 14 hari terakhir akan ditolak pada saat kedatangan ke Jepang. Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri telah mengangkat penasihat perjalanannya pekan lalu untuk ke 11 negara tersebut. Mereka mendesak agar orang orang tidak melakukan perjalanan ke daerah tersebut.

Dengan tambahan, jumlah negara dan wilayah yang dicakup oleh larangan masuk Jepang naik menjadi 111. Termasuk Amerika Serikat, sebagian besar Asia termasuk China dan Korea Selatan, dan semua Eropa. Berbicara pada pertemuan gugus tugas pemerintah mengenai tanggapan virus corona, Abe juga mengatakan Jepang akan mempertahankan langkah langkah pengendalian perbatasan lainnya.

Termasuk penangguhan visa dan masa karantina selama 14 hari untuk semua kedatangan termasuk warga negara Jepang, hingga akhir Juni 2020. Jumlah pelancong asing ke Jepang telah anjlok sejak langkah langkah itu diperkenalkan. Jepang pun menghadapi pukulan berat bagi ekonomi terbesar ketiga di dunia itu.

Menurut Badan Pariwisata Jepang, angka masuk turun 99,9 persen pada April 2020 dari tahun sebelumnya, menjadi hanya 2.900. Secara terpisah, meski virus corona tercatat pertama kali di Wuhan, China, tapi kini Amerika Serikat (AS) menjadi urutan pertama yang memiliki jumlah kasus infeksi terbanyak di dunia. Menurut data dari worldometers.info , total kasus virus corona di Jepang telah menembus angka 16.581 pasien.

Jumlah kematian mencapai 830 jiwa, dengan 13.612 pasien yang sembuh. Setidaknya ada 210 negara atau kawasan yang terinfeksi virus corona, ditambah dua kasus dari kapal pesiar, yakni Diamond Princess dan MS Zaandam. Adapun virus corona kini telah menjangkiti setidaknya 5.587.582 orang di dunia.

Warga yang dinyatakan sembuh sebanyak 2.365.703 pasien, sedangkan 347.872 orang dinyatakan meninggal dunia.

Berita Terkait

Rencana China Lakukan Latihan Militer di Laut China Selatan Buat Negara Tetangga Khawatir

Nurofia Fauziah

Peringatan Keras Polisi Jepang buat Pengunjung Perayaan Halloween 31 Oktober di Shibuya

Nurofia Fauziah

Kini Idap Kanker Perut Wanita Ini Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Nurofia Fauziah

Seorang Ibu Terancam Dipenjara Usai Membiarkan Anaknya Kencing di Parkiran Pom Bensi

Nurofia Fauziah

Seekor Buaya Berukuran 4 Meter yang Dievakuasi dari Saluran Irigasi di Georgia Dikira Hoaks

Nurofia Fauziah

Pasca Digugat Cerai, Song Hye Kyo Tampil Perdana di Depan Publik

Nurofia Fauziah

Drone Dilarang Mengudara di Jepang, Terutama di Tempat Pemerintahan, Militer dan Bandara

Nurofia Fauziah

Begini Tanggapan WHO Soal Vaksin Virus Corona Milik Rusia

Nurofia Fauziah

Jam Malam dari Pukul 15.00 Hingga 06.00 Keesokan Harinya Jeddah Lockdown Lagi 15 Hari

Nurofia Fauziah

Terlalu Dicintai dan Tak Pernah Bertengkar, Seorang Perempuan Justru Ceraikan Suaminya

Nurofia Fauziah

Musim Dingin di Rusia Sambut 14 Mahasiswa Indonesia asal Papua

Nurofia Fauziah

Intip Perubahan Logo UNICEF dari Awal Berdiri hingga Saat Ini Ulang Tahun ke-73

Nurofia Fauziah

Leave a Comment