Corona

Jadikan Acuan Pembenahan Kebijakan 53 8 Persen Tak Puas Kinerja Jokowi Tangani Covid-19

Survei Indo Barometer mencatat 53,8 persen publik tak puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin menangani Covid 19. Terkait itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengingatkan bahwa survei tersebut dapat menjadi acuan pemerintah melakukan pembenahan. Menurutnya ada dua aspek yang perlu dibenahi, yaitu komunikasi kebijakan dan penerapan disiplin di lapangan.

Dari aspek komunikasi kebijakan, Eddy menegaskan pemerintah harus membuat kebijakan yang tak membingungkan masyarakat. Dia mencontohkan saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah daerah masih diberlakukan, namun Kementerian Perhubungan justru memberikan kelonggaran kepada moda transportasi antar daerah. "Contoh lain saat grafik daripada epidemiologi masih belum melandai, tapi sudah terjadi pelonggaran atau relaksasi dari aspek PSBB. Nah saya kira komunikasi kebijakan itu perlu diperkuat, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat," ungkapnya.

Aspek selanjutnya adalah mengenai penerapan disiplin di masyarakat yang dinilai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut masih sangat rendah. Berdasarkan pengamatannya, Eddy menilai masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan social distancing di kawasan yang masih mengandalkan usaha tradisional. "Seperti di pasar tradisional, masyarakat tidak menggunakan masker di tempat umum, bahkan masih sering berkumpul kumpul dalam skala relatif besar tanpa menggunakan masker atau menjaga jarak. Saya kira penerapan disiplin ini juga perlu harus ditekankan," kata Eddy.

Sebelumnya diberitakan, lembaga survei Indo Barometer bersama Puslitbangdiklat RRI melakukan survei jurnalisme presisi terkait pengangguran dan kemiskinan selama pandemi virus corona (Covid 19). Dari hasil survei yang dilakukan 12 18 Mei 2020 yang melibatkan 400 responden, mencatat 53,8 persen publik tidak puas dengan penganangan Covid 19 yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Sisanya menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar (0.3 persen)," tambahnya.

Adapun, lima alasan tertinggi responden menjawab tidak puas terhadap kerja pemerintah Jokowi Ma'ruf. Sebanyak 17,3 persen responden menilai kebijakan Jokowi tidak konsisten. Sedangkan, 10,7 persen menilai lambat dalam mendistribusikan bantuan sosial (bansos). Lalu, 10,1 persen menyebut data penerima bantuan tidak akurat dan penanganan secara umum lambat serta 8,9 persen menilai kebijakan presiden dan pembantunya sering berbeda.

Sementara, para responden yang puas berpegangan dalam alasan penanganan PSBB sudah cukup baik (31,1 persen), penanganan cepat tanggap (19,2 persen), mulai banyak yang sembuh (10,6 persen), kebijakan PSBB sudah tepat (9,3 persen) dan terlihat kerja nyata (6 persen). Sebagai informasi, wilayah pelaksanaan survei di 7 (tujuh) provinsi di Indonesia yaitu : Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan (7 provinsi ini setara dengan 64.9 persen populasi nasional). Metode penarikan sampel yang digunakan adalah quota & purposive sampling dengan 400 responden tersebar secara proporsional. Margin of error sebesar kurang lebih 4.90 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara via telepon seluler menggunakan kuesioner. Data telepon seluler responden diambil secara acak dari no telp seluler responden di Indo Barometer dari hasil survei nasional, survei pileg, survei pilkada dan quick count di setiap wilayahnya di masa sebelumnya.

Berita Terkait

Dari ASN BKKBN Pasien Positif Covid-19 di RS Pulau Galang Bertambah Dua Orang

Nurofia Fauziah

Ini Kata Akademisi UGM Kalung Eucalyptus Disebut sebagai Antivirus Covid-19

Nurofia Fauziah

Ini Lima Arahan Terbaru Presiden Jokowi Terkait Penanganan Pandemi Covid-19

Nurofia Fauziah

696 Positif & 45 Sembuh 59 Meninggal UPDATE Kasus Virus Corona di Jawa Barat 20 April 2020

Nurofia Fauziah

Ahli Kesehatan Sebut Protokol yang wajib Dilakukan Jika Sekolah Kembali Buka di Tengah Pandemi

Nurofia Fauziah

Berikut Sebaran 43.803 Pasien Covid-19 di 34 Provinsi Sulsel Penyumbang Kasus Baru Tertinggi

Nurofia Fauziah

Jumlah Kasus Positif di 32 Provinsi DKI Jakarta Tembus 1.000 Pasien UPDATE Corona 4 April 2020

Nurofia Fauziah

682 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Update 26 Juni

Nurofia Fauziah

KSAD Perintahkan Jajarannya Cepat Rampungkan Gelombang Pertama Pembangunan Lab PCR di 15 RS TNI AD

Nurofia Fauziah

Jateng 10 Ribu Penambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Tambahan Positif Ini Sebaran per Provinsi

Nurofia Fauziah

4 Tips Melewati Masa Pandemi Corona dalam Kehidupan Rumah Tangga

Nurofia Fauziah

Kurangnya Persiapan Dinilai sebagai Penyebab 3.300 Petugas Medis di Italia Tertular Virus Corona

Nurofia Fauziah

Leave a Comment