Otomotif

Ini Kata Polisi Tunggak BPJS Diancam Tak Bisa Perpanjang SIM

Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan aturan terkait sanksi bagi para penunggak iuran BPJS Kesehatan. Salah satunya tidak bisa melakukan perpanjangan Surat Izin Mengemudi atau SIM. Saat mengkonfirmasikan hal ini, Kepala Seksi SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, menjelaskan bila sampai saat ini pihaknya tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah tunggakan iuran BPJS lalu tak bisa perpanjang SIM.

"Tidak ada kaitanya kita dengan BPJS. Sampai saat ini tidak ada persyaratan untuk SIM, baik itu bikin baru atau melakukan perpanjangan harus melampirkan BPJS, jadi mau statusnya bayar lancar atau nunggak, sekarang ini tidak ada hubungannya," kata Fahri, Selasa (15/10/2019). Lebih lanjut, Fahri menjelaskan dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 mengenai penerbitan atau perpanjangan SIM yang sudah tertera dan menjadi acuan saat ini, tidak disebutkan adanya soal BPJS menjadi sebuah syarat. Sebagai persyaratan utama di sektor SIM sendiri, Fahri menjelaskan bila fokus utamanya adalah lebih ke kemampuan atau ketrampilan mengendarai kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil.

"SIM itu lebih ke masalah skill, ada soft skill seperti tes kesehatan dan psikologi, lalu porsi besar untuk lulus itu harus melewati hard skill. Jadi menurut saya, soal kabar BPJS itu sampai saat ini tidak ada, aturanya pun belum ada," ujar Fahri. Seperti diketahui, sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris memberikan keterangan akan memberikan sanksi layanan publik tersebut guna meningkatkan koletabilitas iuran peserta BPJS Kesehatan dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upan (PBPU). Untuk aturanya pun dikabarkan masih dalam tahapan diinisais melalui instruksi presiden (Inpres) yang nantinya akan terkoneksi secara online antara data peserta BPJS dan basis data kepolisian, serta instansi lainnya.

"Inpresnya sedang diinisiasi untuk sanksi pelayanan publik. Selama ini sanksi ada, tapi hanya tekstual tanpa eksekusi karena itu bukan wewenangnya BPJS," kata Fachmi.

Berita Terkait

Toyota Ungkap Penjualan Calya dan Agya Masih Kuat di Segmen LCGC

Nurofia Fauziah

Sudah Dikenalkan tapi Harga Renault Triber Hingga Kini Tak Jelas

Nurofia Fauziah

DFSK Sudah Terima Inden 100 Unit untuk SUV Terbarunya, Glory 560

Nurofia Fauziah

Pabrikan Klaim Esemka sudah Diminati Myanmar, Malaysia, dan Timor Leste

Nurofia Fauziah

3 Juta Harga Dibanderol Rp 331 Husqvarna Luncurkan Seri Terbaru Streetbikes Svarpilen 701

Nurofia Fauziah

Spanduk Bertuliskan Ojek Online Harus Minta Izin ke Ojek Pangkalan di Bandung Bikin Geger Netizen

Nurofia Fauziah

Ini Daftar Mobil Bekas Paling Populer di 2019

Nurofia Fauziah

New Avanza Ditawarkan dengan Harga Hanya Rp 5 Juta Lewat Flash Sale di Telkomsel IIMS 2019

Nurofia Fauziah

Bukti Prinsipal Buka Peluang Suzuki Jimny Diproduksi di Indonesia

Nurofia Fauziah

Magnet Ariel & NOAH Bikin Ribuan Pecinta Motor Custom Tumpah Ruah di Makodam V Brawijaya

Nurofia Fauziah

Rilis Xpander Cross 2019 Harga & Spesifikasi Mobil Bekas Mitsubishi Xpander

Nurofia Fauziah

Aman, Daihatsu Terios Tidak Masuk Recall Penggantian ECU Airbag

Nurofia Fauziah

Leave a Comment